INDUSTRY.co.id - Jakarta- “Yang ideal, ketua DPD RI itu adalah sosok yang tidak punya konflik,” ujar Rahman, pria yang sempat dua kali menjadi anggota Dewan Pimpinan Daerah.

Advertisement

Tokoh muda yang kini menjadi pengamat politik ini menyebut, konflik yang mengeras dua bulan belakangan ini, tak baik untuk lembaga negara yang merupakan produk reformasi di bangsa ini.

Friksi yang awalnya sebagai sebuah dinamika, mesti dinormalkan oleh pihak-pihak yang tidak menjadi bagian dua kubu, antara Osman Sapta Odang dan Ratu Hemas.

Advertisement

Nama yang disebut “kuat” oleh Lembaga Riset Investigasi dan Multimedia, menurut Rahman tidak bisa menyelesaikan persoalan dan menyelesaikan aspirasi daerah.

“Kita perlu, anak muda yang juga berpengalaman di dunia politik, Sultan Najamudin figur yang pas. Netral, non konflik, kemudian Istana bisa menerima, demikian juga partai bisa,” tutur Rahman kepada awak media di Jakarta

Advertisement

Dengan track record selama ini, Rahman menilai Sultan Najamudin sebagai “kuda hitam.” Karena anak muda ini, juga dekat dengan dunia internasional.

Seperti diberitakan sebelumnya Senator Dewan Pimpinan Daerah (DPD-RI) periode 2019-2024, berhasil kumpul dalam Acara Malam Keakraban, yang berlangsung di Ceria Room, Hotel Shangrilla, Jakarta.

Advertisement

Dalam acara bertema: “Dari Kita Oleh Kita Untuk Bangsa”, yang diselenggarakan Kaukus Senator Muda Indonesia 2019-2024 sukses “mendinginkan” suasana, di tengah iklim politik yang memanas.

Sejumlah tokoh DPD-RI, sekitar 75 orang hadir – menurut keterangan panitia.

“Bukan untuk memihak atau dalam rangka dukung-mendukung sosok. Kita kumpul, nyanyi-nyanyi, silaturahmi,” ujar Sultan Najamudin, anggota DPD RI, yang mantan Wakil Gubernur Bengkulu  itu, dalam kata sambutannya.