6 Developer Besar Bersatu Bangkitkan Investasi di Kawasan Timur Jakarta

Oleh : Ridwan | Selasa, 01 Oktober 2019 - 15:05 WIB

Konferensi pers Komite Koridor Timur Jakarta (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Konferensi pers Komite Koridor Timur Jakarta (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Koridor Timur Jakarta yaitu Bekasi, Cikarang hingga Karawang menjadi bagian penting bagi perekonomian Indonesia. Pada tahun 2018, kawasan tersebut menyumbang Rp14,8 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Setidaknya lebih dari 60% aktivitas perekonomian nasional disumbang oleh Koridor Timur Jakarta yang 70%-nya berpusat di Bekasi-Cikarang.

Kini, kawasan Koridor Timur Jakarta dengan luas mencapai 10.000 Ha ini tumbuh menjadi aset properti unggulan yang didalamnya sudah dilengkapi dengan pusat bisnis, gaya hidup, destinasi hunian, pusat industri, dan pusat lapangan pekerjaan.

Pengembangan pesat dan lengkapnya fasilitas yang menjamin kenyamanan hidup memberikan dampak pada permintaan dan kebutuhan hunian. Berbagai pengembang properti di Timur Jakarta turut menyumbang dalam pemenuhan kebutuhan pasar tersebut, di antaranya: Summarecon Bekasi seluas 240 Ha, Pollux Properti Indonesia seluas 45 Ha, PP Properti seluas 28 Ha, Vasanta Innopark seluas 100 Ha, Lippo Cikarang seluas 3400 Ha dan Jababeka seluas 5600 Ha.

Koridor Timur Jakarta juga memiliki akses yang mudah, komplit, dan terintegrasi dengan tol Jakarta-Cikampek sebagai pusat pembangunan infrastruktur Pemerintah Indonesia.

Sepuluh proyek yang sedang berjalan, antara lain: Proyek lanjutan Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 2B, Jalan Tol elevated highway Jakarta – Cikampek, Light Rail Transit (LRT) yang telah mencapai Bekasi Timur, Kereta Cepat Jakarta – Bandung, Mass Rapid Transit (MRT) fase III Balaraja – Cikarang, Jakarta Outer Ring Road (JORR) tahap 2 dari Bandara Soekarno Hatta- Cilincing sepanjang 111 kilometer.

Selanjutnya, Automated People Mover (APM) yang mengoneksikan kawasan Industri di Koridor Timur Jakarta, KRL Commuter Line Double-Double Track (DDT) sepanjang 35 kilometer, Pelabuhan Patimban dengan terminal cargo yang dapat mencakup hingga 7,5 juta TEUs, Bandara Internasional Kertajati yang sudah beroperasi sejak Juli 2019.

Selain itu, kemudahan dari dan menuju Koridor Timur Jakarta ditandai dengan lengkapnya transportasi massal yang praktis dan mudah seperti KRL Commuter Line Jakarta-Cikarang, Feeder Busway, JR Connexion, Transjakarta yang terintegrasi dengan Transpatriot serta Royaltrans.

Kehadiran Komite Koridor Timur Jakarta yang terdiri dari Summarecon Bekasi, Summarecon Emerald Karawang, Jababeka, Lippo Cikarang, Vasanta Innopark, Pollux, dan PP Properti ini akan menjadi terobosan baru untuk semakin mengukuhkan kawasan tersebut sebagai destinasi hunian dan investasi yang tidak kalah dengan berbagai kawasan lainnya di Jakarta.

Dengan lengkapnya beragam fasilitas yang ditawarkan, para anggota komite nantinya akan lebih mengintegrasikan berbagai keunggulan dari masing-masing developer yang sudah ada di dalamnya. Dalam hal ini akan dilakukan berbagai kegiatan marketing dan branding yang lebih terintegrasi untuk saling mendukung satu sama lain, diantaranya yaitu kegiatan Talkshow hingga Exhibition bersama yang rencananya akan diadakan dalam waktu dekat.

Saat ini Koridor Timur Jakarta juga telah menjadi kawasan industri terbesar di Asia Tenggara yang mampu menyerap jutaan tenaga kerja. Lebih dari 50.000 industri dari setidaknya 30 negara, baik nasional maupun mulitinasional beroperasi di kawasan industri kelas dunia seperti: Kawasan Industri MM2100, Jababeka Industrial Estate, Delta Silicon Industrial Park Lippo Cikarang, Bekasi International Industrial Estate, dan East Jakarta Industrial Park (EJIP).

Kehadiran industri, pembangunan infrastruktur yang lengkap, serta peran serta developer ternama dalam menghadirkan hunian menjadikan Koridor Timur Jakarta sebagai destinasi investasi dan hunian yang paling potensial. Captive market yang terus bertambah setiap tahunnya memberikan prospek bisnis yang paling tepat dan menjanjikan bagi para investor baik nasional dan internasional.

Sutedja S. Darmono selaku Director PT Jababeka Tbk., mengatakan, pembentukan komiten ini berawal dari tukar pikiran bersama teman-teman developer yang ada di wilayah timur Jakarta terkait permasalahan di kawasan ini yang secara tidak lamgsung turut berdampak pada sisi pemasaran yaitu mengenai kemacetan dan kawasan industri.

"Image ini sebenarnya tidak tepat. Sebab, kemacetan itu lebuh dikarenakan adanya pembangunan infrastruktur. Nah, terkait image sebagai kawasan industri, koridor timur Jakarta itu light to medium industry yaitu kawasan industri yang ringan dan tidak menciptakan polusi seperti daerah industri lainnya, sehingga sangat nyaman sebagai kawasan hunian," kata Sutedja di Jakarta, Selasa (1/10).

Ia memprediksi, koridor timur Jakarta akan semakin lancar seiring beroperasinya sejumlah infrastruktur transportasi di kawasan ini pada awal tahun 2020. "Ini lebih efektif untuk mengurangi kemacetan hingga 40 persen," terangnya.

Ke depannya, harap Sutedja, komite ini akan saling bersinergi untuk membangun bersama dan mengubah image negatif yang selama ini telah berkembanh di masyarakat, yaitu kemacetan dan kawasan industri.

"Dari sini baru nantinya kita akan bergerak ke hal lain, misalnya pembangunan infrastruktur bersama dan lainnya," ungkap Sutedja.

Executive Director PT Summarecon Agung Tbk., Albert Luhur mengungkapkan, koridor timur Jakarta akan menjadi kawasan yang sangat penting, karena nantinya akan saling terintegrasi hingga ke Jawa Timur melalui pembangunan infrastruktur yang masif.

"Tidak bisa dipungkiri, awalnya memanh kawasan timur Jakarta lebih dulu dikenal sebagai kawasan industri, namun beberapa tahun kemudian kawasan residensial di kawasan ini justru terus berkembang dan menjadi kawasan hunian yang sangat nyaman. Apalagi, dari sisi harga wilayah timur Jakarta masih cukup affordable dibanding wilayah lainnya. Oleh karenanya, koridor timur Jakarta menjadi opsi investasi yang lebih baik untuk saat ini," jelas albert.

"Melalui Komite Koridor Timiur Jakarta ini, harapannya, sejumlah pengembang dapat bersinergi untuk menyampaikan berbagai kelebihan atau plus point yang ada di koridor Timur Jakarta," tambahnya.

GM Sales & Marketing PT Sirius Surya Sentosa Suranto Tjhai menjelaskan, di negara maju infrastruktur adalah salah satu faktor utama yang akan menaikkan investasi properti. Dan koridor timur Jakarta sangat berpotensi untuk meningkatkan hal tersebut.

Sebab, katanya, secara keseluruhan infrastruktur di koridor timur Jakarta paling lengkapcdan paling siap dibanding kawasan lainnya.

"Dan yang perlu diingat, tidak dari sisi infrastruktur saja, namun juga kawasan industrinya, serta fasilitas pendukung seperti pendidikan, kesehatan dan lainnnya," ungkap Suranto.

Sementara itu, Sales & Marketing Director PT Pollux Properti Indonesia Tbk., Maikel Tanuwidjaja melihat potensi kawasan timur Jakarta sangat baik, hal ini dapat dilihat dari tujuh proyek yang dikembangkan Pollux, setidaknya ada tiga proyek terletak di koridor timur dengan total pengembangan seluas 45 hektar.

"Dari awal kami melihat koridor timur Jakarta sangat seksi, salah satunya dapat dilihat dari perkembangan infrastruktur yang masif. Hanya saja, ke depan, bagaimana caranya secara bersama-sama kita dapat mengubah image yang selama ini telah terbentuk sebagai kawasan industri menjadi kawasan hunian yang nyaman dengan berbagai kelebihan," tuturnya.

Taufik Hidayat selaku Presiden Direktur PT PP Properti, Tbk.,optimis koridor timur Jakarta akan menjadi tempat yang layak untuk berinvestai.

"Dari sisi ruang, koridor timur Jakarta cukup luas karena pengembangannya berpotensi hingga ke wilayah Kertajati. Disisi lain, tingkat polusinya pun rendah, harga jual nya juga lebih affordable dibanding koridor barat, sehingga membuat kawasan ini memiliki potensi investasi yang cukup tinggi," kata Taufik.

Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong menyambut baik terbentuknya komite Koridor Timur Jakarta. Menurutnya, dengan adanya Komite ini dapat membuat penjualan semakin bergairah lagi,

"Ini juga akan membantu teman-teman broker untuk memasarkan properti di kawasan ini," kata Lukas.

Menurut Lukas, koridor timur Jakarta memiliki "paket lengkap" dalam berbagai hal dari segi fasilitas serta infrastruktur.

"Selama ini banyak orang melirik properti wilayah barat salah satunya karena fasilitas pendidikan yang lengkap, padahal jika dikupas lebih dalam, wilayah timur Jakarta juga tidak kalah. Di beberapa kawasan perumahan bahkan sudah banyak tersedia fasilitas pendidikan berstandar internasional," tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direksi Bhinneka Life

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 20:16 WIB

Bhinneka Life Luncurkan Program Save Pro

Jakarta – Perusahaan asuransi jiwa nasional PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) kembali mewujudkan komitmennya untuk terus berinovasi mengembangkan produk dan layanan melalui peluncuran…

Area Parkiran/ilustrasi

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:42 WIB

Potensi Pendapatan Parkir DKI Jakarta Mencapai Rp 2 Triliun

Jakarta-Pertumbuhan kendaraan baru di ibu kota yang kian tak terkendali data Statistik Transportasi DKI Jakarta 2018, mobil penumpang mencatat pertumbuhan tertinggi 6,48% per tahun pada periode…

Ilustrasi Ekspor (Ist)

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:02 WIB

Ekspor dan Pupulasi Industri Terus Naik

Nilai ekspor sektor industri mengalami peningkatan setiap tahunnya selama 2015-2018. Pada tahun 2015, tercatat nilai eskpor sektor industri sebesar USD108,6 Miliar, melonjak menjadi USD130 Miliar…

Banyak Perusahaan Enterprise Menjadi Cerdas dengan Bertambahnya Investasi IoT

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:00 WIB

Banyak Perusahaan Enterprise Menjadi Cerdas dengan Bertambahnya Investasi IoT

Zebra Technologies Corporation (NASDAQ: ZBRA), inovator yang mendukung perusahaan skala enterprise melalui solusi dan mitra terbaik agar berbagai perusahaan dapat mewujudkan kinerja yang unggul,…

Ilustrasi Blok Migas (Fotos Ist)

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 14:00 WIB

Salah Kaprah Jonan-Archandra Soal Gross Split?

Saat ini sedang berkembang polemik soal Gross Split dalam PSC (Production Sharing Contract) dari yang mulanya Cost Recovery (CS) menjadi Gross Split (GS). Saat ditemui di Jakarta untuk dimintai…