Kemenperin Kembali Fasilitasi Perjodohan Ratusan IKM Komponen Otomotif dengan Industri Besar

Oleh : Ridwan | Senin, 30 September 2019 - 12:45 WIB

Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih bersama Bupati Tegal Umi Azizah (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih bersama Bupati Tegal Umi Azizah (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) memfasilitasi sebanyak 100 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif untuk bekerjasama dengan belasan tier Agen Pemegang Merek (APM) dan industri besar dalam program "Link and Match".

Adapun 100 IKM komponen otomotif itu berasal dari sentra-sentra IKM logam di Yogyakarta, Klaten, Tegal, Purbalingga, Jabodetabek dan Jawa Barat.

"Upaya ini bertujuan agar IKM dan industri besar bisa saling bersinergi, sehingga menguntungkan kedua belah pihak," kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam acara Link and Match IKM Komponen Otomotif dengan Supplier APM di Kemenperin, Jakarta, Senin (30/9).

Selain itu, tambah Gati, kegiatan ini adalah upaya bersama untuk meningkatkan kemitraan antara IKM dengan industri besar dan dilakukan agar semakin banyak IKM yang berperan dalam rantai pasok industri otomotif.

"Dalam kemitraan ini, IKM dapat memperoleh kepastian pasar dan pasokan bahan baku serta mendorong IKM melakukan perbaikan kualitas dan kuantitas, sistem menajemen, peningkatan SDM, akses informasi, teknologi, perizinan dan hal lainnya, sehingga lebih berdaya saing," terangnya.

Menurut Gati, perkembangan industri otomotif di Indonesia saat ini terus berada pada angka positif. Hal ini terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk roda empat, dimana penjualan mobil sepanjang tahun 2018 mencapai 1.151.413 unit, melewati penjualan di tahun 2017 sebanyak 1.079.886 unit.

Selain itu, menurut data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjulan sepeda motor nasional sepanjang tahun 2018 mencapai 6.383.111 unit, melewati angka penjualan 2017, sebanyak 5.886.103 unit.

"Kalau kita lihat penjualan kendaraan bermotor itu setiap tahunnya selalu naik, jika IKM komponem otomotif bisa ambil 10 persennya saja, sudah berapa coba. Peluang yang karus kita gunakan sebaik-baiknya agar menjadi pendorong bagi penguatan industri kecil dan menengah (IKM) di dalam rantai pasok industri otomotif nasional," papar Gati.

Dijelaskan Gati, IKM komponen otomotif merupakan salah satu mata rantai dalam siklus bisnis industri kendaraan di Indonesia. Sinergi yang baik antara industri besar dengan IKM komponen otomotif akan mendorong pula pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan kemauan yang kuat dari semua pihak dan stakeholder terkait untuk bersama-sama mendorong IKM yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Ditjen IKMA dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal tentang pembangunan dan pemberdayaan industri kecil dan industri menengah di Kabupaten Tegal.

Kemudian juga akan dilakukan penandatanganan MoU antara IKM dengan industri besar sebagai tindak lanjut dari kegiatan Link and Match yang dilaksanakan pada bulan November 2018.

"Pada kegiatan Link and Match ini, IKM diharapkan dapat intensif berkonsultasi dengan supplier APM dan industri besar yang menjadi sasaran mitra IKM," tambah Gati.

Gati percaya, IKM di sektor otomotif dapat naik kelas dengan terbukanya kesempatan yang diberikan oleh Tier APM untuk dapat menjadi mitra kerja yang baik.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah mengapresiasi langkah Dirjen IKMA Kemenperin yang telah memfasilitasi dan mempertemukan para pelaku IKM komponen otomotif dengan para APM dan industri besar.

"Ini tentunya akan memudahkan para pelaku ikm komponen otomotif untuk memasarkan produknya," kata Umi.

Tahun ini, kata Umi, para IKM komponen otomotif lebih mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA, salah satunya dengan pengembangan material center di Kabupaten Tegal.

"Dengan adanya material center akan memudahkan para IKM mencari baham baku," tutup Umi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direksi Bhinneka Life

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 20:16 WIB

Bhinneka Life Luncurkan Program Save Pro

Jakarta – Perusahaan asuransi jiwa nasional PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) kembali mewujudkan komitmennya untuk terus berinovasi mengembangkan produk dan layanan melalui peluncuran…

Topping off Tamansari Bintaro Mansion

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 17:32 WIB

Tamansari Bintaro Mansion Siap Serah Terima Tahun 2020

Tangerang - Tamansari Bintaro Mansion, Apartment besutan PT WIKA Realty yang bekerjasama dengan PT Gaharu 88 Property dan berlokasi di Jl. Jombang Raya Kav. 88, Tangerang Selatan ini telah memasuki…

Area Parkiran/ilustrasi

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:42 WIB

Potensi Pendapatan Parkir DKI Jakarta Mencapai Rp 2 Triliun

Jakarta-Pertumbuhan kendaraan baru di ibu kota yang kian tak terkendali data Statistik Transportasi DKI Jakarta 2018, mobil penumpang mencatat pertumbuhan tertinggi 6,48% per tahun pada periode…

Ilustrasi Ekspor (Ist)

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:02 WIB

Ekspor dan Pupulasi Industri Terus Naik

Nilai ekspor sektor industri mengalami peningkatan setiap tahunnya selama 2015-2018. Pada tahun 2015, tercatat nilai eskpor sektor industri sebesar USD108,6 Miliar, melonjak menjadi USD130 Miliar…

Banyak Perusahaan Enterprise Menjadi Cerdas dengan Bertambahnya Investasi IoT

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:00 WIB

Banyak Perusahaan Enterprise Menjadi Cerdas dengan Bertambahnya Investasi IoT

Zebra Technologies Corporation (NASDAQ: ZBRA), inovator yang mendukung perusahaan skala enterprise melalui solusi dan mitra terbaik agar berbagai perusahaan dapat mewujudkan kinerja yang unggul,…