Catatan Menko Polhukam Terkait Maraknya Hoax

Oleh : Herry Barus | Senin, 30 September 2019 - 08:05 WIB

Wiranto, Menkopolhukam (Foto Dok Industry.co.id)
Wiranto, Menkopolhukam (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh provokasi atau hasutan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Jangan terpengaruh, mohon jangan terpengaruh hasutan, provokasi, dan adu domb karena permintaan-permintaan dari adek-adek mahasiswa yang sudah demonstrasi duluan kan sudah diakomodasi,” jelas Menko Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, akhir pekan lalu.

Menko Polhukam menjelaskan bahwa saat ini tengah diatur sebuah dialog antara mahasiswa dengan Presiden agar terjadi komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat.

“Sekarang sudah akan diatur dialog dengan Presiden, kan itu kehormatan, itu merupakan suatu upaya untuk adanya komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masyarakat, terutama mahasiswa,” jelas Wiranto, seperti diinformasikan Humas Kemneko Polhukam.

Menko Polhukam menyampaikan bahwa berdasarkan informasi intelijen, kelompok gelombang baru memiliki tujuan untuk mengadu domba antar masyarakat dengan pemerintah, sehingga tujuan dari demo yang ingin menyampaikan aspirasi dari masyarakat ke pemerintah menjadi tidak tersampaikan.

“Langsung mengganggu kehidupan masyarakat, mengganggu kenyamanan masyarakat, jalan-jalan jadi ditutup, kemudian pembakaran, orang jadi khawatir keluar, ini semuanya kan mengganggu aktivitas masyarakat, jadi harus jelas, jangan sampai kemudian dipelintir-pelintir,” jelas Menko Polhukam.

Gerakan demo yang menyebabkan kerusuhan di beberapa tempat ini disebabkan oleh kelompok dari Gelombang Baru. Di mana mereka ingin menciptakan keresahan ditengah masyarakat dengan menyebarkan provokasi.

“Ada kelompok lain yang akan memanfaatkan dari teman-teman ini, apakah tukang ojek, apakah kemudian kelompok garis keras, garis keras ya, kemudian ada lagi pelajar, itu kan sudah satu-satu dimanfaatkan mereka,” jelasnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Penanganan lumpur lapindo

Minggu, 07 Juni 2020 - 10:47 WIB

Lanjutkan Program Pengendalian Lumpur Sidoarjo, Kementerian PUPR Alokasikan Anggaran Rp 239,7 Miliar

Pada Tahun Anggaran 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan Rp 239,7 miliar untuk penanganan lumpur Sidoarjo dalam rangka meningkatkan pengaliran lumpur ke Kali Porong dan menjaga keandalan tanggul…

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Melaksanakan Kegiatan Bertema Jumat Berkah

Minggu, 07 Juni 2020 - 10:30 WIB

Satgas 411 Kostrad Berbagi Kebahagiaan dengan Warga Bupul

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad melaksanakan kegiatan bertema “Jumat Berkah” dengan membagikan sembako untuk warga kurang mampu di Kampung…

Ilustrasi Walikota Surabaya Risma dan Gubernur Jatim Khofifah (ist)

Minggu, 07 Juni 2020 - 10:15 WIB

Halo Bu Khofifah Bu Risma, Jawa Timur Cetak Penambahan Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Loh!

Menurut data yang dihimpun oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah dengan penambahan kasus tertinggi, meski jumlah pasien sembuh juga dilaporkan…

YCAB Donasikan Bantuan Listrik Bulan April-Mei 2020 kepada 20.497 Rumah

Minggu, 07 Juni 2020 - 10:00 WIB

YCAB Donasikan Bantuan Listrik Bulan April-Mei 2020 kepada 20.497 Rumah

Light Up Indonesia, gerakan sosial untuk meringankan beban masyarakat melalui bantuan keringanan tagihan listrik bagi masyarakat prasejahtera selama pandemi COVID-19 diluncurkan sejak 21 April…

Ilustrasi Indonesia lawan Covid-19 (source FB Anto Yuniar)

Minggu, 07 Juni 2020 - 09:41 WIB

Terus Meningkat, Hingga Minggu Pagi Pasien Positif Covid-19 Mencapai 30.514, ODP 46.571 dan PDP Sebanyak 13.347

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat peningkatan pasien terinfeksi virus Covid-19 mencapai total 30.514 kasus diseluruh Indonesia.