INDUSTRY.co.id - Pandeglang - PT Jababeka Tbk. melalui anak usahanya PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelolan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) meresmikan rumah wisata "Ladda Bay Village".

Advertisement

Ladda Bay Development merupakan proyek unggulan di kawasan yang sedang berkembang yaitu BAYSIDE DISTRICT. Dengan fungsi yang akomodatif terhadap kebutuhan fasilitas Di kawasan wisata KEK Tanjung Lesung.

Direktur Utama PT BWJ, Poernomo Siswoprasetijo mengatakan, secata tata ruang dan dampak sosial ekonominya, Ladda Bay Village diproyeksikan akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata di kawasan ini.

Advertisement

"Dengan hadirnya Ladda Bay Village ini, maka melengkapi beragam pilihan akomodasi di KEK Tanjung Lesung yang dapat dinikmati oleh Para wisatawan domestik dan mancanegara," kata Poernomo saat peresmian Ladda Bay Village di KEK Tanjung Lesung, Banten, Jumat (27/9).

Ladda Bay Village memiliki konsep homestay dan memiliki dua tipe, yakni tipe Viriya dan Tara dengan desain bergaya modern minimalis. Saat ini, terang Poernomo, sudah ada 36 unit yang terbangun dan total 80% sudah sold out.

Advertisement

"Untuk tahap pertama sudah ada 36 unit dan 80 persen sudah sold out," jelasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik diresmikannya Ladda Bay Village di KEK Tanjung Lesung. Menurutnya, ini merupakan terobosan baru yang harus dijadikan contoh bagi para pengelola industri pariwisata.

Advertisement

"Ini terobosan luar biasa bagus yang dilakukan oleh PT BWJ. Dan ini patut dicontoh," kata Menpar Arief Yahya seusai meresmikan Ladda Bay Village.

Namun, Arief Yahya berpesan kepada para investor untuk lebih berani melakukan promosi guna meningkatkan return (pengembalian). "Aakan lebih bagus lagi jika berani jamin return-nya, katakanlah 10 persen saja, itu mungkin langsung meledak penjualannya," ungkap Menpar.

Sebelumnya, Vice President Marketing Banten West Java, Cynthia Ratna mengungkapkan, Homestay ini dijual mulai Rp500 jutaan untuk yang dan nantinya dapat disewakan serta dikelola oleh manajemen PT. Banten West Java dengan sistem bagi hasil.

"Untuk membelinya, kamu hanya perlu membayar uang muka 20 persen saja dan dapat dicicil selama enam kali," kata Cynthia

Jadi, tambah Cynthia, saat kamu membeli homestay di kawasan ini, kamu bisa datang sewaktu-waktu untuk sekadar melepaskan kepenatan. "Saat rumah tak dipakai kamu punya streaming revenue, sumber uang lain dari penghasilan utama yang mengalir terus menerus," terang Cynthia.

"Yang jelas, Tanjung Lesung sangat terbuka untuk investor, baik itu investor besar atau kecil. Ingin punya vila di pinggir pantai? Kami ada. Kalau mau bikin hotel di sini, juga bisa," katanya.