DPR: Batasan Produksi SKM dan SPM Digabung, Pengawasan Lebih Mudah

Oleh : Kormen Barus | Rabu, 25 September 2019 - 16:18 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Pemerintah untuk segera melakukan penggabungan batasan produksi Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) menjadi tiga miliar batang per tahun. Selain untuk mengoptimalkan penerimaan negara, strategi ini akan memudahkan pemerintah melakukan pengawasan terkait pengenaan tarif cukai sesuai golongan dan batasan produksinya.

“Usulan penggabungan SKM dan SPM sudah saatnya dilakukan Pemerintah. Selain menciptakan aturan cukai yang berkeadilan, kebijakan ini akan menghindarkan perusahaan rokok besar yang sengaja menekan produksi untuk menghindari cukai maksimal. Dengan demikian, pengawasannya menjadi lebih mudah,” tegas Mafirion Syamsuddin anggota DPR Komisi IX dalam keterangan tertulis.

Menurut Mafirion, saat ini terdapat beberapa perusahaan besar asing yang memproduksi SKM dan SPM lebih dari 3 miliar batang per tahun, hanya membayar tarif cukai golongan 2 yang 40 persen lebih murah ketimbang tarif golongan di atasnya. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan adanya persaingan yang tidak sehat, dan tidak mendukung tujuan pemerintah terkait pengendalian konsumsi rokok.

“Di pasaran misalnya, ada merek rokok putih tertentu dengan harga jual Rp 26.000 tapi cukainya Rp 370, tapi ada rokok yang harga jualnya Rp 24.500 dengan tarif cukai Rp 625. Ini yang saya sebutkan pengenaan cukai yang berbeda,” kata Mafirion.

Untuk itu, kata Mafirion, Pemerintah perlu melakukan evaluasi pengenaan tarif cukai secara menyeluruh. Bukan itu saja, Pemerintah perlu meninjau ulang definisi perusahaan besar atau kecil pada kebijakan cukai rokok saat ini.

Mafirion juga meminta Kemenkeu melihat ulang rencana penggabungan batasan produksi Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) dan merumuskan kebijakan cukai yang melindungi tenaga kerja segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Mafirion menekankan pentingnya perlindungan terhadap segmen SKT yang mempekerjakan ratusan ribu ibu-ibu pelinting rokok. Apabila hal ini dilakukan, maka cita-cita Pemerintah untuk mencapai target penerimaan cukai juga menjadi lebih optimal.

Sebelumnya anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib juga menyampaikan hal serupa. Penggabungan SKM dan SPM perlu dilakukan agar tidak ada lagi pabrikan besar asing yang memanfaatkan celah dengan membayar tarif cukai murah. Dengan demikian potensi kehilangan pendapatan negara dari cukai dapat diminimalisir.

“Prinsip dalam sebuah kebijakan itu salah satunya menganut asas keadilan. Jangan menganut asas menyeluruh dengan menyisakan celah untuk dimanfaatkan,” ujar Ahmad Najib.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Graduation Day MSA 2019

Jumat, 06 Desember 2019 - 12:01 WIB

Michelin Indonesia Ajak 500 Siswa Jabodetabek Tandatangani Deklarasi 10 Golden Rules di Graduation Day MSA 2019

Tahun ini, tema MSA 2019 “Inspiring Mobility” dipilih untuk mendorong terciptanya agen perubahan dan pelopor keselamatan yang dapat menginspirasi banyak orang untuk mendapatkan mobilitas…

Siti Badriah Foto MALE Indonesia

Jumat, 06 Desember 2019 - 12:00 WIB

Siti Badriah Berharap Punya Momongan

Meski karir Siti Badriah (Sibad) tengah di puncak popularitas tidak membuat pelantun tembang Lagi Syantik ini menunda momongan. "Nggak, lebih cepat lebih baik. Tapi kalau Allah belum ngasih,…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Jumat, 06 Desember 2019 - 11:47 WIB

Dukung Kebutuhan Air Baku IKN, Bendungan Sepaku Semoi Mulai Dibangun Tahun 2020

Bendungan dengan kapasitas volume sekitar 11 juta m3 ini sudah cukup lama direncanakan, awalnya untuk memenuhi kebutuhan air baku Kota Balikpapan sebesar 2.000 liter/detik.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Jumat, 06 Desember 2019 - 11:40 WIB

Kementerian PUPR Siap Resmikan Jalan Tol Balsam Seksi 2-4 Sebelum Natal 2019

Untuk mendukung pengembangan kawasan calon Ibu Kota Negara (IKN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda (Balsam)…

Rizal Mantovani

Jumat, 06 Desember 2019 - 11:00 WIB

Rizal Mantovani Terpacu Menggarap Lebih Bagus

Menggarap judul film yang sudah sukses digarap sutradara lain buka perkara mudah. Hal itu yang tengah dirasakan Rizal Mantovani, ketika menggarap film Rasuk 2 produksi Dee Company dan Bluewater.…