Relaksasi LTV Pacu Penyaluran KPR Non Subsidi BTN

Oleh : Kormen Barus | Jumat, 20 September 2019 - 15:12 WIB

Bank BTN. (Foto: Istimewa)
Bank BTN. (Foto: Istimewa)

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Angin segar bagi sektor perbankan datang dari Bank Indonesia (BI) yang memangkas Suku Bunga Acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (DRRR) menjadi 5,25% atau turun sebesar 25 basis point. Ini merupakan kali ketiga BI memangkas BI 7DRRR. Tidak hanya itu Otoritas Moneter juga memberikan relaksasi Loan to Value (LTV) dan Finance to Value (FTV) untuk pembiayaan kepemilikan properti, baik rumah tapak, rumah tinggal maupun rumah kantor (rukan) dan rumah toko (ruko).  Relaksasi ini akan membuat uang muka yang dibayar debitur Kredit Pemilikan Rumah/ Apartemen (KPR/KPA)  atau properti lainnya berkurang.

Semakin longgar atau besar rasio LTV maka makin kecil uang muka atau DP yang disediakan konsumen. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyambut baik kebijakan Bank Indonesia, baik penurunan BI 7DRR maupun relaksasi LTV dan FTV yang mulai berlaku efektif 2 Desember 2019.

“Bank Indonesia mempermudah masyarakat untuk mengakses pembiayaan perumahan dengan memperbesar LTV untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya  dan membebaskan LTV untuk rumah pertama, kebijakan BI patut diapresiasi karena saat ini pembelian properti agak melandai dan berdampak pada penyaluran KPR khususnya KPR non subsidi,” kata Direktur Consumer Banking Bank BTN, Budi Satria di Jakarta, Jumat (20/9).

Budi menilai, sektor properti yang terhubung dengan 170 industri lainnya akan menjadi andalan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang diproyeksi BI mencapai 5,1-5,5%. Sinyal perlambatan pertumbuhan properti sudah terlihat pada bulan Juli sehingga BI mengambil kebijakan relaksasi LTV .  Berdasarkan Analisis Uang Beredar yang dirilis BI, pertumbuhan kredit properti melambat per Juli 2019 hanya tumbuh 15,9% (yoy) sementara bulan Juni tumbuh 16,2% (yoy). Pertumbuhan kredit properti diperlambat oleh rendahnya pertumbuhan KPR dan KPA. Per Juli 2019, KPR dan KPA tumbuh 12,3 % (yoy) melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 12,8 % (yoy).  Perlambatan kredit secara umum yang dialami perbankan juga dialami oleh Bank BTN. Per Juli 2019, emiten dengan kode saham BBTN ini mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 18,03% (yoy)  padahal Juni 2019, kredit tumbuh 18,78% (yoy).  

“Relaksasi LTV ini akan berpengaruh tidak hanya bagi pembeli rumah pertama, tapi juga investment buyers karena dapat dengan mudah dan cepat membeli properti kedua, ketiga dan seterusnya  untuk dijadikan portofolio investasinya,” kata Budi menambahkan.  

Sebelum kebijakan relaksasi LTV digulirkan BI, Bank BTN berupaya memberikan kemudahan bagi konsumen. Lewat strategi marketing yang digalang dengan bersinergi bersama BUMN Properti diantaranya Perumnas, PT PP Properti, PT Waskita Karya Realty dan sebagainya. Program promosi yang menarik seperti Uang Muka ringan, suku bunga kredit yang murah dan tenor yang lama menjadi andalan Bank BTN meraup minat konsumen. Nah, dengan tambahan kebijakan relaksasi LTV ini tentu akan ditangkap Bank BTN untuk mendongkrak penyaluran KPR terutama segmen KPR non subsidi.

“Tahun 2020 ketika relaksasi LTV mulai berdampak, Bank BTN sudah siap karena sudah merangkul BUMN Properti maupun swasta untuk bekerjasama mengembangkan strategi promosi yang makin memudahkan masyarakat berinvestasi di segmen properti,” kata Budi.

Menurut Budi relaksasi LTV, selain mempermudah konsumen juga membantu developer karena  penjualan rumah menjadi lebih mudah, sebelumnya pada Juni 2018, pengembang juga lebih mudah  mendapatkan pencairan kredit memberikan persyaratan yang lebih terutama pembelian rumah inden dengan KPR Inden. “Pengembang mendapat pencairan kredit lebih cepat dan mudah, penjualan rumah lebih lancar sehingga likuiditas developer lebih baik,” kata Budi. 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Smartphone Realme

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 09:26 WIB

realme 5 Pro VS Redmi Note 8 Pro: Snapdragon 712 Berikan Performa Lebih Stabil Dalam Multitasking

Bulan lalu, realme meluncurkan produk terbaru mereka yang mana salah satunya yaitu realme 5 Pro. realme 5 Pro berfokus di bidang pencitraan dengan menyematkan sensor kamera terbaik di kelasnya…

Industry Properti Bergerak, Keppel Land dan Metland Siapkan 381 Perumahan Baru di Cakung

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 09:00 WIB

Industri Properti Bergerak, Keppel Land dan Metland Siapkan 381 Perumahan Baru di Cakung

Keppel Land Limited (Keppel Land) dan PT Metropolitan Land Tbk. (Metland) mengumumkan peluncuran Fase 1 Wisteria, sebuah proyek perumahan di Cakung, Jakarta Timur. Wisteria akan menyediakan…

Liga Kompas Gramedia

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 08:30 WIB

Suzuki Dukung Anak Indonesia Raih Mimpi Lewat Liga Kompas Gramedia

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk berkontribusi secara aktif melalui salah satu turnamen sepak bola dalam menempa bibit-bibit pemain muda sebagai harapan Indonesia di masa depan.

Produk Inovatif Taiwan TA-13 Hydrogen Water Generator Hasilkan Air Hydrogen Yang Sehat

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 08:12 WIB

Produk TA-13 Hydrogen Water Generator Hasilkan Air Hydrogen Yang Sehat

Saat ini, perhatian masyarakat terhadap air minum yang sehat terus meningkat. Bisa disaksikan banyak anggota masyarakat yang pergi ke mana pun membawa termos atau tempat air minum. Isinya bermacam…

Game Kabinetijen

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 08:00 WIB

Netizen Bikin Lebih Dari 6.500 Kabinet Bayangan di Game Kabinetijen

Game Kabinetijen di Opini.id yang mengajak netizen untuk menyusun kabinet bayangan versi mereka sendiri berhasil mengumpulkan lebih dari 6.500 versi kabinet dalam waktu kurang dari dua bulan…