Kejuaraan Terbuka Lintas Alam Gantole Piala Telomoyo V

Oleh : Herry Barus | Jumat, 20 September 2019 - 08:57 WIB

Kejuaraan Terbuka Lintas Alam Gantolle Piala Telomoyo V
Kejuaraan Terbuka Lintas Alam Gantolle Piala Telomoyo V

INDUSTRY.co.id - Ambarawa - Namanya juga olahraga alam, segala sesuatu tergantung kondisi alam dan cuaca. Meskipun 40 pilot (sebutan untuk atlit olahraga dirgantara) sudah tiba di lokasi lepas landas Gunung Telomoyo Kamis (19/9/2019) sekitar pukul 10.30, namun hingga pukul 13.14 belum juga bisa terbang akibat kabut tebal menutupi kawasan takeoff.

Akhirnya Arif Nursilo, Direktur Lomba (Meet Director) dengan kesepakatan Dewan Pilot (perwakilan pilot yang ikut membuat soal lomba), memutuskan lomba Ronde IV batal karena cuaca tidak layak untuk sebuah lomba dan membahayakan keselamatan pilot.

Delapan pilot, empat diantaranya asal Jepang, akhirnya hanya melakukan penerbangan untuk menghibur penonton yang sudah memadati lokasi pendaratan Desa Sraten, agar tidak kecewa setelah menunggu lama .

Hingga Ronde III, Rabu (18/9/2019), Juara 3 Dunia Primoz Gricar masih unggul di Kelas Terbuka dengan nilai 2955. Disusul pilot Jepang, peringkat 43 Dunia, Hiroshi Suzuki. Sementara pilot Jawa Timur Abdul Mustopa konsisten di urutan ketiga sejak Ronde I. Jika di Kelas Sport, pilot tuanrumah Sulis Widodo berusaha merusak dominasi pilot-pilot Sumatera Barat, maka di Kelas Floater, rekan Sulis, Isah Iriawan menjadi ancaman serius para pilot Jawa Barat; Iyus Pratama dan Ferry Purnama Putra.

Wisata Olahraga Dirgantara

Guna mengembangkan potensi besar Wisata Olahraga Dirgantara (Air Sport Tourism) di Jawa Tengah, PB FASI (Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang dan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, menggelar seminar Pengembangan Pariwisata Melalui Olahraga Dirgantara di Hotel Griya Persada, Bandungan Ungaran, Ambarawa pada Kamis (19/9).

Sekjen PB FASI Marsma TNI Basuki Rochmat, mengajak para pemangku kepentingan agar menjemput bola, memenuhi keinginan wisatawan usia milenial yang gemar hal-hal baru nan menantang. "Olahraga dirgantara sangat cocok bagi anak muda yang gemar tantangan dan aktif menayangkan kegiatan mereka di media sosial," ujar Basuki.

"Tayangan-tayangan itu dengan sendirinya ikut mempromosikan berbagai daerah dengan potensi wisatanya," tambahnya.

Sementara Direktur Eksekutif FAI (World Air Sports Federation), induk olahraga dirgantara dunia, Agust Gudmundsson, mengingatkan bahwa Indonesia harus cermat dan cerdas memanfaatkan olahraga dirgantara sebagai daya tarik wisata.

"Jangan mau kalah dengan olahraga air, seperti selancar, jet ski, layar, selam dan snorkling," ujarnya pada Tagor Siagian, Humas dan Koordinator Media Piala Telomoyo V 2019.

"Harus ada kerjasama apik antara semua pihak terkait, terutama Bea Cukai dan Imigrasi. Kalau biaya kargo pengiriman layangan untuk atlit Gantolle berlomba jadi kendala, carilah pemecahannya segera. Karena Indonesia adalah surga olahraga dirgantara dan wisata, jangan matikan potensi besar itu," serunya.

Mantan pilot Gantolle asal Islandia itu menyebut bahwa FAI sangat senang dengan meningkatnya kejuaraan resmi mereka yang digelar di sini selama lima tahun terakhir. Dengan makin banyak kejuaraan internasional digelar di Indonesia, diharapkan makin banyak juga atlit handal bermunculan yang bisa bersaing di tingkat dunia. Agust malah menantang Indonesia menjadi tuanrumah World Air Games 2026, Olimpiade olahraga dirgantara sedunia.

"Jika Turki pada 2022 akan menggelarnya di 6 kota, kenapa Indonesia tidak. Jawa Tengah sangat layak ikut berperan," tambahnya.

Tak lupa ia berpesan agar jika ingin melibatkan lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara berolahraga dirgantara, segera bangun landas pacu di Desa Sraten. Agar dahaga masyarakat dan wisatawan yang ingin merasakan sensasi terbang tandem (passenger flights) dengan Gantolle Bermotor (Microlight/Trike), pesawat Terbang Layang  dan Swayasa sambil menikmati pemandangan indah persawahan dan gunung, bisa tersalurkan.

Seminar yang menjadi rangkaian kegiatan Piala Telomoyo V 2019, dimaksudkan untuk mempertemukan pihak-pihak dengan berbagai ide kreatif dan menarik dalam mengembangkan wisata olahraga dirgantara dengan pemerintah dan instansi terkait. Masih banyak yang tidak tahu tahapan persiapan penyelenggaraan kegiatan olahraga dirgantara; dari proses pengurusan ijin kegiatan di tingkat desa hingga Mabes Polri dan kemasan acara yang terbaik menjaring pengunjung.

Seperti (Kapt) Jose Joy Roa yang membagi pengalamannya menjadi promotor Festival Balon Udara di Filipina. Bagaimana setelah sekian tahun berkiprah, akhirnya ia bisa membantu meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat sekitar bandara Clark, lokasi kegiatannya.

Ketika ia hendak memutuskan besarnya paket sponsor yang akan ia ajukan ke perusahaan, ia menghitung secara umum. Bila jumlah penonton yang akan datang diperkirakan sekitar 100.000 orang dan sponsor membiayai Rp. 10.000/penonton, maka dana yang harusnya ia terima sebesar Rp. 1 Milyar. Untuk menjaring lebih banyak pengunjung, ia tambahkan acara hiburan musik, peragaan terbang pesawat aerobatik, bazar, festival makanan hingga pemilihan Putri Dirgantara.

Ersy Firman, Wakil Sekjen PB FASI, membagi kisah sulitnya ia mencari dukungan dana dari perusahaan untuk menggelar Kejuaraan Terbuka Lintas Alam Gantolle (Layang Gantung) Piala Telomoyo sejak pertama kali diadakan pada 2014.

"Harus jelas keuntungan apa yang bisa saya berikan pada sponsor, karena olahraga dirgantara belum banyak dikenal masyarakat," ucapnya.

Sebagai upaya menarik minat sponsor, Ersy, pilot Gantolle regu DKI Jaya pada PON XIX Jawa Barat 2016, menekankan pentingnya memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan setiap kegiatan olahraga dirgantara yang dilakukan.

Ronde-Ronde Penentuan

Jika para pilot nasional ingin naik ke peringkat kedua dan ketiga Kelas Terbuka, maka Ronde IV yang berencana dilangsungkan Jum’at siang (20/9/2019) dan lomba hari terakhir (Ronde V) pada Sabtu siang (21/9) akan sangat menentukan.

Jumlah nilai Primoz yang sudah cukup tinggi akibat berturutan Goal (mencapai garis akhir) dengan melewati semua titik dalam waktu tercepat pada Ronde I, II dan III yang membuatnya nyaman berada diperingkat teratas, akan sulit terkejar. Kecuali jika di sisa dua ronde, Primoz mencatat hasil buruk; tidak mencapai semua titik, gagal mencapai garis akhir dan waktu tempuhnya rendah.

Kelas Terbuka adalah gabungan pilot yang memakai layangan dua lapis, yakni Topless, tanpa Kingpost (tiang penyangga sayap) dan Kelas Sport (dengan Kingpost). Trio pilot DKI Jaya; pilot senior Roy Sadewo, pemegang rekor terbang lintas alam terbuka sejauh 92 km pada 1995, dari Wonogiri ke Ngawi, Andre HK dan Syamsul Falah, sempat mengancam posisi Primoz di Ronde III, meski akhirnya meraih peringkat 3 hiingga 5.

"Jangan terburu-buru terbang hanya untuk mengejar waktu tercepat tapi tidak mencapai seluruh titik dalam soal. Juga jangan banyak pertimbangan jika ingin mencapai titik. Dengan Anda ngotot mencari termal saja sudah menghabiskan waktu dan tenaga,” ucapnya pada beberapa pilot di lokasi takeoff.

Primoz dikenal tidak pelit ilmu dan rendah hati. Termal adalah “lorong” udara panas di bawah awan yang dapat mengangkat layangan ke atas, hingga mencapai ketingian cocok untuk terbang jauh.

Di Kelas Sport tidak terjadi perubahan peringkat, meskipun pilot Sumatera Barat, Sahroni memenangkan Ronde III dan pilot Jepang, Hiroaki Takao menjadi runner up. Sementara pilot tuanrumah Sulis Widodo, yang meraih nilai tertinggi ketiga, tetap diperingkat umum ketiga.

Duo pilot Sumatera Barat mengalami naas, ketika diketahui mencuri start sebanayak 7 detik, hingga mendapat potongan nilai. Meskipun demikian, NSR Latif, peraih dua medali emas Kelas B PON XIX Jawa Barat 2016, dan Rijalul Fathani tetap diperingkat umum pertama dan kedua.

Walau sudah lepas landas lebih dulu, para pilot harus holding, terbang berputar sekitar “gerbang start”, menunggu semua peserta di kelasnya takeoff. Baru pada waktu yang sudah ditentukan (open gate), meluncur mengerjakan soal.

Persaingan ketat terjadi di Kelas Floater (layangan satu lapis) antara para pilot Jawa Barat dan tuanrumah Jawa Tengah. Meski Nastain (Jawa Timur) memenangkan Ronde III, namun nilainya masih belum cukup untuk masuk 3 Besar.

Sebaliknya, Iyus Pratama (Jawa Barat) yang berada diperingkat ketiga ronde tersebut, di bawah Nasta’in dan Ferry Purnama Putra, masih di peringkat umum teratas. Rekannya, Ferry dan pilot tuanrumah Isa Iriawan, juara Kelas B Seri I Kejuaraan Nasional Lintas Alam Wonogiri 2017 terus menguntit.

Hari Minggu tidak ada perlombaan, namun pada Sabtu (21/9) dan Minggu (22/9) pukul 14-17, akan berlangsung demo terbang pesawat Aeromodeling dan Paramotor (Paralayang Bermotor) di kawasan pendaratan Desa Sraten, dan bazaar UKM serta hiburan musik dan tarian tradisional. Penonton tidak dipungut biaya masuk, kecuali untuk parkir kendaraan. Di tempat sama, pada Minggu (22/9) pukul 14, akan berlangsung Upacara Penghormatan Pemenang dan penutupan Piala Telomoyo V 2019 yang dipimpin Bupati Kabupaten Semarang, Munjirin.

Kedudukan Sementara 5 Besar Hingga Ronde III Piala Telomoyo V 2019, Kamis (19/9)

Kelas Terbuka

1. Primoz Gricar (Jerman)               : 2955

2. Hiroshi Suzuki (Jepang)              : 2796

3. Abdul Mustopa (Jawa Timur)     : 1853

4. Roy Sadewo (DKI Jaya)             : 1828

5. Syamsul Falah (DKI Jaya)         : 1784

Kelas Sport

1. NSR Yalatif (Sumbar)                 : 1496

2. Rijalul Fathani (Sumbar)             : 1427

3. Sulis Widodo (Jateng)                 : 1215

4. Sahroni (Sumbar)                        :   999

5. Hiroaki Takao (Jepang)               :  739

Kelas Floater

1. Iyus Pratama (Jabar)                   : 2836

2. Ferry Purnama Putra (Jabar)      : 2089

3. Isah Iriawan (Jateng)                  : 2020

4. Nasta’in (Jatim)                          : 1803

5. Fauzi Lukandi (DKI Jaya)         : 1766

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industry Properti Bergerak, Keppel Land dan Metland Siapkan 381 Perumahan Baru di Cakung

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 09:00 WIB

Industri Properti Bergerak, Keppel Land dan Metland Siapkan 381 Perumahan Baru di Cakung

Keppel Land Limited (Keppel Land) dan PT Metropolitan Land Tbk. (Metland) mengumumkan peluncuran Fase 1 Wisteria, sebuah proyek perumahan di Cakung, Jakarta Timur. Wisteria akan menyediakan…

Liga Kompas Gramedia

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 08:30 WIB

Suzuki Dukung Anak Indonesia Raih Mimpi Lewat Liga Kompas Gramedia

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk berkontribusi secara aktif melalui salah satu turnamen sepak bola dalam menempa bibit-bibit pemain muda sebagai harapan Indonesia di masa depan.

Produk Inovatif Taiwan TA-13 Hydrogen Water Generator Hasilkan Air Hydrogen Yang Sehat

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 08:12 WIB

Produk TA-13 Hydrogen Water Generator Hasilkan Air Hydrogen Yang Sehat

Saat ini, perhatian masyarakat terhadap air minum yang sehat terus meningkat. Bisa disaksikan banyak anggota masyarakat yang pergi ke mana pun membawa termos atau tempat air minum. Isinya bermacam…

Game Kabinetijen

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 08:00 WIB

Netizen Bikin Lebih Dari 6.500 Kabinet Bayangan di Game Kabinetijen

Game Kabinetijen di Opini.id yang mengajak netizen untuk menyusun kabinet bayangan versi mereka sendiri berhasil mengumpulkan lebih dari 6.500 versi kabinet dalam waktu kurang dari dua bulan…

Cloudera Luncurkan Data Cloud Enterprise Pertama di Industri

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 07:00 WIB

Cloudera Luncurkan Data Cloud Enterprise Pertama di Industri

Cloudera (NYSE: CLDR), perusahaan data cloud enterprise, hari ini meluncurkan Cloudera Data Platform (CDP). CDP adalah platform data terintegrasi yang mudah diimplementasikan, dikelola, dan…