TPK Hotel Berbintang di Bali Naik 1,34 Poin

Oleh : Herry Barus | Senin, 09 September 2019 - 19:00 WIB

Hotel (Ilustrasi)
Hotel (Ilustrasi)

INDUSTRY.co.id - Denpasar- Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Pulau Dewata sepanjang Juli 2019 rata-rata mencapai 61,71 persen atau naik tipis 1,34 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya sebesar 60,37 persen.

"Kabupaten Gianyar tercatat mencapai TPK tertinggi yaitu 66,79 persen dan terendah di Kota Denpasar sebesar 58,61 persen," kata Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho, di Denpasar, Senin.(9/9/2019)

Di luar Gianyar dan Denpasar, pada Juli 2019, TPK hotel berbintang di tiga kabupaten lainnya yakni di Kabupaten Badung (62,64 persen), Karangasem (63,76 persen) dan Buleleng (58,80).

Menurut klasifikasi hotel berbintangnya, TPK hotel bintang empat sebesar 69,45 persen merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kelas hotel berbintang yang lain. TPK terendah tercatat pada hotel bintang satu yang hanya 37,69 persen.

Adi Nugroho seperti dilansir Antara menambahkan, meskipun TPK hotel berbintang di Bali pada Juli mengalami sedikit kenaikan dibandingkan pada Juni 2019, namun jika dibandingkan TPK di bulan yang sama pada tahun sebelumnya tercatat menurun sedalam 12,69 poin. "Pada Juli tahun lalu, TPK hotel berbintang di Bali mencapai 74,40 persen Tapi Juli tahun ini tercatat 61,71 persen," ujarnya.

Demikian pula dengan lama wisatawan mancanegara yang menginap pada hotel berbintang pada Juli 2019 yang mencapai 2,66 hari, juga turun 0,03 poin dibandingkan rata-rata lama menginap pada Juni mencapai 2,69 hari.

"Jadi ada kekhawatiran jangan-jangan tahun ini tidak bisa mencapai kunjungan 6 juta wisman kalau kita tidak mewaspadai situasi yang berkembang terus seperti ini," ucapnya.

Apalagi, lanjut Adi Nugroho, jika dilihat kunjungan wisman secara nasional sesungguhnya sampai Juli masih bergerak naik dan belum ada penurunan.

"Tetapi kenapa di Bali menurun? Jangan-jangan ini bagian dari isyarat wisatawan asing yang ke Indonesia tidak lagi mengalihkan kunjungan ke Bali, tetapi menuju wilayah lain di Indonesia," katanya.

Meskipun kunjungan wisman pada Juli 2019 ke Bali sebanyak 604.493 jiwa, atau naik dibandingkan bulan sebelumnya, namun jika dilihat secara kumulatif periode Januari-Juli 2019 yang sebanyak 3.462.683 wisman, masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni dari Januari-Juli 2018 dengan total 3.517.371 wisman. Atau dengan kata lain turun sedalam 1,55 persen

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi

Rabu, 03 Juni 2020 - 20:20 WIB

Perubahan Postur APBN 2020, Jokowi: Harus Dijaga, Transparan, Hati-hati Moral Hazard

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Perubahan Postur APBN Tahun 2020 pada Rabu (3/6/2020) melalui rapat terbatas secara virtual di Jakarta.…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Rabu, 03 Juni 2020 - 19:21 WIB

Beredar Kabar Anies Perpanjang PSBB, Mal di Jakarta Batal Dibuka, Ini Penjelasan Pemprov

Pemprov DKI Jakarta kembali menegaskan bahwa Mal belum diizinkan beroperasi di Jakarta. Sebelumnya tersiar informasi yang menyebutkan pusat perbelanjaan atau mal akan dibuka kembali pada 5 dan…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 03 Juni 2020 - 18:52 WIB

Sah! Pemerintah Gelontorkan Rp677,2 Triliun Dana Covid-19, Ini Rinciannya...

Seusai rapat terbatas dengan Presiden melalui video conference, di Jakarta, pada rabu (3/6/2020), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa total anggaran untuk penanganan…

Taralite

Rabu, 03 Juni 2020 - 18:42 WIB

Fintech P2P Lending Taralite Raih Izin Usaha Dari Otoritas Jasa Keuangan

Dengan adanya izin dari OJK tersebut, perusahaan yang merupakan bagian dari Grup OVO yang sebelumnya berstatus “Terdaftar” di OJK, kini meningkat menjadi perusahaan P2P Lending berlisensi…

Chief Credit Officer & Co-Founder, Christopher Gultom

Rabu, 03 Juni 2020 - 18:20 WIB

Sambut New Normal, Akseleran Siapkan Strategi Mitigasi Risiko Kredit

Menyambut New Normal, Akseleran menyiapkan sejumlah strategi untuk memitigasi risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) guna mendukung kebangkitan perekonomian nasional.