INDUSTRY.co.id - Jakarta - IPA Convention & Exhibition 2019 kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC). Kegiatan yang merupakan tahun ke-43 ini sebagai bentuk dukungan dan sarana promosi hulu migas tanah air.

Pada gelaran kali ini, salah satu perusahaan analisis Big Data lokal, BigJava turut menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel di Technology Session 2 yang mengusung tema “Driving Innovation for Exploration and Production Industry through Application of Data Analytic”

Pada kesempatan tersebut, CEO BigJava, Ruli Harjowidianto memaparkan tentang pentingnya Big Data Analytic di Industri Migas. Ia mengatakan, jika sebelumnya pengelolaan Big Data lebih didominasi oleh perusahaan luar dengan source dan biaya yang sangat besar, lewat teknologi serta fasilitas milik BigJava akan jauh lebih efisien dan memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi.

"Kami mempunyai Social Network Analytics dan juga Oilficial Intelligent, yang mampu memproses data dengan lebih maksimal dan menghasilkan output yang akurat," ungkap Ruli saat ditemui INDUSTRY.co.id pada acara IPA Convention & Exhibition 2019 di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Menurut Ruli, saat ini ada tiga fenomena pengelolaan Big Data yang ada di industri tanah air antara lain Upstream, Midstream dan Downstream. Rata-rata, perusahaan pengolahan Big Data saat ini lebih banyak berkutat pada level Upstream ketimbang Midstream ataupun Downstream. Untuk itu, BigJava akan fokus menggarap segmen Downstream.

"Kami tidak punya expertise di Upstream yang saat ini dikuasai oleh perusahaan besar. Selain itu, mereka juga tidak bermain di segmen Downstream. Untuk itu BigJava akan fokus di Downstream," ungkap Ruli.

Pada level ini, data yang diolah bersumber langsung dari tingkatan yang lebih kecil yakni user atau pengguna. Ruli mencontohkan, data penjualan oli di tingkat pengecer yang cukup besar dan tersebar dimana-mana bisa dengan mudah didapat dan diolah untuk menghasilkan prediksi kebutuhan oli di lokasi tertentu.

Hasil analisa ini diklaim lebih penting dan mampu mempengaruhi prediksi di level Midstream maupun Upstream. Ruli menggambarkan, jika sudah diketahui jumlah kebutuhan oli di tingkat pengecer, otomatis perusahaan pengeboran migas bisa menghitung secara tepat berapa jumlah migas yang harus disedot dari perut bumi.

Sementara, pada sisi teknologi, BigJava mengkustomisasi serta men-develop sendiri semua tools yang diperlukan untuk mengelola Big Data. “Kita membuat sendiri, men-develop sendiri mulai dari hardware sampai software”, tutup Ruli.