INDUSTRY.co.id - Jakarta — Kementerian BUMN akan memberhentikan dua pimpinan bank BUMN, melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar pada pekan depan.
Deputi Bidang Usaha Jasa Perbankan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lain Kementerian BUMN, Gatot Trihargo menyatakan, dua direktur utama bank BUMN ini adalah Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Asmawi Syam dan Dirut PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Maryono.
"Mereka sudah dua periode menjabat," kata Gatot ditemui kantor Kementerian BUMN baru-baru ini seperti dikutip Imq, Jumat (10/3/2017)
Menurut dia, saat ini, pihaknya sudah melakukan uji kepatuhan dan kelayakan (fit and proper test). Selanjutnya, tiga nama kandidat diserahkan ke Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai oleh presiden.
Beberapa nama calon yang sudah ditetapkan di Kementerian BUMN berasal dari internal dan eksternal. Namun, ia enggan menyebutkan identitasnya.
Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), BRI akan menyelenggarakan RUPS pada 15 Maret 2017, sedangkan BTN seyogyanya digelar pada 17 Maret 2017.
"Salah satu agendanya adalah pemberhentian dan mengangkat direksi bank yang bersangkutan," ujarnya.
Dilansir dari laman resmi BRI, Asmawi sudah menjabat sebagai salah satu direksi BRI sejak 2007. Pada tahun tersebut hingga 2014, alumni Universitas Padjadjaran menjabat sebagai Direktur Bisnis dan Kelembagaan. Lalu, pada 2015-2017, Asmawi menjadi Direktur Utama BRI.
Sementara Maryono, menjabat sebagai Direktur Utama BTN sejak 28 Desember 2012. Sebelumnya, ia pernahh mengecap karir dengan posisi serupa di Bank Mutiar