Petani Jasinga Bogor Bisa Tanam Tiga Kali Setahun

Oleh : Wiyanto | Selasa, 03 September 2019 - 14:18 WIB

Pemkab Bogor dan Kementan tinjau tanam serempak
Pemkab Bogor dan Kementan tinjau tanam serempak

INDUSTRY.co.id - Bogor - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah Kabupaten Bogor menggelar gerakan tanam padi serempak di Desa Cikalong, Kecamatan Jasinga, Bogor pada hari Senin (3/9/2019). Kegiatan ini guna menggenjot luas tambah tanam sehingga di musim kemarau produksi padi dapat dicapai sesuai target karena tanam padi dilakukan 2 sampai 3 kali setahu.

Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Bambang Pamuji mengaku kagum melihat potensi air di Desa Cikalong Sawah, Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor. Pasalnya, saat beberapa daerah kesulitan air, justru persawahan di desa tersebut tetap memiliki debit air yg melimpah.

"Ini anugrah yang harus kita syukuri dan saya minta agar dioptimalkan tanam 2 sampai 3 kali dalam setahun," demikian ujar Bambang pada acara gerakan tanam padi dan peluncuran program Asuransi Usaha Tani Pertanian (AUTP) di Jasingan, Bogor.

Bambang menegaskan Kementan menjamin membantu petani sehingga lancar melakukan penanaman padi hingga 3 kali setahu. Lihat saja, tahun 2019 Kementan sudah mengalokasikan anggaran 10 ribu hektar bantuan benih padi untuk Kabupaten Bogor. Kementan pun masih memiliki alokasi bantuan benih pusat bagi yang akan menanam padi gogo.

"Kami siap bantu benih padi bagi petani di desa ini yang mau tanam bulan September, kami tunggu usulannya Bapak Wakil Bupati" tambah bambang.

Mengingat potensi Kabupaten Bogor masih cukup besar, Bambang meminta pemerintah Kabupaten Bogor dan Kodim 0621/Bogor untuk mendata wilayah yang mau menanam padi gogo.

"Bagi yang airnya tidak terlalu banyak, pompa dan benih siap dibantu oleh Kementan," ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Iwan Setiawan menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementan melalui bantuan yang diberikan. Di antaranya bantuan hand traktor, handspreyer, pompa air benih dan sarana produksi lainnya usai memberikan bantuan secara simbolis benih dan AUTP kepada 5 kelompok tani.

"Dengan adanya bantuan ini seharusnya petani jadi termotivasi untuk terus bertanam, dan harus bangga jadi petani," tegasnya.

Menurut Iwan, petani Indonesia yang selalu disimbolkan dengan kemiskinan harus dirubah, terutama oleh masyarakat petani sendiri. Di Jepang, petani jadi simbol kemakmuran dan memiliki strata sosial yang tinggi di masyarakat.

"Dengan adanya program bantuan ini saya meminta masyarakat untuk sungguh- sungguh dalam bertani, selain meningkatkan pendapatan petani juga bisa menekan impor pangan sehingga indonesia bisa berdaulat pangan," tuturnya.

"Kami juga meminta Kementan menambah mengalokasikan bantuan untuk wilayah yang potensi tinggi, sehingga Bogor bisa berkontribusi bagi peningkatan produksi padi nasional," pinta Iwan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Danone-AQUA raih Penghargaan Industri Hijau

Senin, 16 Desember 2019 - 16:41 WIB

15 Pabrik Danone-AQUA Raih Penghargaan Hijau 2019 dari Kemenperin

Danone-AQUA mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2019 melalui 15 pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas upaya Danone-AQUA yang secara aktif dan bijak menggunakan…

Fadel Muhammad berbincang dengan Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Maulana.

Senin, 16 Desember 2019 - 16:24 WIB

Crowdfunding Bisa Danai UKM di Pasar Modal

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan untuk go publik. Kelebihannya, perusahaan yang sudah jadi emiten sebutan yang sudah listing di pasar modal, akan diawasi banyak orang.

Kolaborasi EXSPORT x Shane Tortilla Bag

Senin, 16 Desember 2019 - 15:43 WIB

Exsport Ajak Remaja Perempuan Untuk Jadi Diri Sendiri Lewat Kolaborasi Exsport X Shane Tortilla

EXSPORT x Shane Tortilla Bag menggambarkan ekspresi remaja wanita saat ini dengan desain yang colorful dalam tas jenis sling bag dan totebag.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.