INDUSTRY.co.id - Tangerang - Kementerian Perindustrian dalam hal ini Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) mengajak para santri Pondok Pesantren (Ponpes) untuk menjadi wirausaha baru di sektor industri digital. Pasalnya, Indonesia ditargetkan masuk dalam 10 besar negara ekonomi terkuat pada tahun 2030, dimana salah satunya diharapkan melalui kontribusi sektor industri digital.

Advertisement

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih saat memberikan bantuan peralatan mesin roda dua kepada Pondok Pesantren Al Falah, Tangerang Selatan di Hotel Grand Zuri BSD, Senin (2/9).

Dijelaskan Gati, Kemenperin telah menjalankan Lifeskill Program dan Pesantren Animation Center (PAC) yang merupakan kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari berbagai Ponpes untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini.

Advertisement

"Kegiatan PAC merupakan wadah bagi para santri kreatif yang telah mendapatkan Lifeskill Program agar terus memproduksi karya digital animasi dan multimedia sehingga tercipta keberlanjutan program sebelumnya yang telah diberikan," katanya.

Hingga saat ini, lanjut Gati, baru ada 2 (dua) santri yang berhasil mengikuti Lifeskill Program dan Pesantren Animation Center. "Baru ada dua santri dari Ponpes Sunan Drajat yang berhasil ikut program PAC," terangnya.

Advertisement

Menurutnya, ada persyaratan dan seleksi khusus untuk bisa mengikuti Lifeskill Program tersebut, antara lain harus melek teknologi, serta harus menguasasi salah satu program animasi. "Jadi, dia tidak mulai dari nol. Harus sudah memahami program-program konten animasi," tutur Gati.

Disisi lain, kata Gati, kebanyakan Pondok Pesantren di Tanah Air masih belum memiliki laboraturium khusus multimedia. "Industri konten kretif animasi itu pasarnya cukup potensial. Namun, kebanyakan Ponpes di dalam negeri masih belum siap dengan peralatanya seperti laboraturium khusus multimedia," katanya.

Advertisement

Dengan memiliki pasar yang sangat potensial, Gati berharap, Pondok Pesantren dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dapat berinovasi dalam penyediaan laboraturium khusus multimedia. "Paling tidak, dengan danya laboraturium tersebut, para santri bisa membangun sistem digitalisasi di Pondok Pesantren-nya," tutup Gati.