Wimboh Dikukuhkan jadi Guru Besar Tidak Tetap FEB UNS

Oleh : Wiyanto | Minggu, 25 Agustus 2019 - 09:20 WIB

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Universitas Sebelas Maret
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Universitas Sebelas Maret

INDUSTRY.co.id - Surakarta—Untuk pertama kalinya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengukuhkan guru besar tidak tetap di bidang Ilmu Manajemen Risiko pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Beliau adalah alumni FEB UNS dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022, Prof. Wimboh Santoso SE, MSc, PhD.

Prof. Wimboh akan dikukuhkan sebagai Guru Besar tidak tetap di bidang Ilmu Manajemen Risiko FEB UNS pada Senin (26/8/2019) di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS. Dalam mengukuhan guru besarnya, Prof. Wimboh akan menyampaikan pidato dengan judul Revolusi Digital: “New Paradigm” di Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Dalam Jumpa Pers yang digelar di UNS Inn, Sabtu (24/8/2019), Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho mengatakan bahwa saat ini UNS sangat membutuhkan keahlian dari Prof Wimboh. Selain pada tataran konsep teori juga beliau sudah matang pada level praktis, sejak berkarir di World Bank hingga saat ini sebagai Ketua OJK.

Sehingga hal ini akan mewarnai riset dan publikasi UNS kedepan dan menjadikan UNS sebagi center of excellent di bidang Manajemen Resiko. Kemudian yang kedua, UNS akan sangat terbantu dengan keahlian Prof Wimboh dalam menghadapi era industri 4.0 dimana telah terjadi disrupsi pada pengelolaan dan penyelenggaraan perguruan tinggi. Utamanya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kalau kita lihat parameter pengukuran Webometrics, Impact UNS paling tertinggi se-Indonesia. Dengan kehadiran Prof Wimboh, kedepan UNS akan lebih mampu memberikan impact yang sangat operasional dan strategis dalam memberi solusi terkait problem ekonomi Indonesia,” kata Prof Jamal di sela-sela acara Jumpa Pers.

Sementara itu, Prof Wimboh Santoso mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi kemampuan, kesempatan dan atas ijin-Nya sehingga bisa diangkat sebagai Guru Besar tidak tetap bidang Manajemen Risiko pada FEB UNS.

“Saya yakin bahwa jabatan Guru Besar tidak mungkin diraih hanya atas usaha diri tanpa uluran tangan pihak lain. Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengucapakan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Mohammad Nasir, M.Sc, Ak yang telah menetapkan saya menjadi Guru Besar tidak tetap bidang Manajemen Risiko di FEB UNS. Dan juga kepada Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum dan para Wakil Rektor, Ketua Senat UNS, Prof. Dr. Adi Sulistyono, SH, MH dan Sekretaris Senat UNS, Prof. Drs. Hasan Fauzi, MBA, PhD, Ak beserta anggota,” ujar Prof. Wimboh.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengembangan Pariwisata Nias Didukung Multisektor

Senin, 16 September 2019 - 12:00 WIB

Pengembangan Pariwisata Nias Didukung Multisektor

Pengembangan pariwisata Nias di Sumatera Utara (Sumut) yang kaya dengan beragam potensi alam dan budaya mendapatkan dukungan banyak pihak atau multisektor.

Menteri PUPR Basuki dan para insinyur Muda

Senin, 16 September 2019 - 10:28 WIB

Menteri Basuki: Kolaborasi Insinyur Muda ASEAN Perlu Terus Ditingkatkan

Menteri Basuki berpesan untuk para insinyur muda ASEAN untuk dapat mempelajari lebih lanjut dan menerapkan konsep Lean Construction.

Tanaman kacang hijau

Senin, 16 September 2019 - 09:23 WIB

Kementan: Keuntungan Budidaya Kacang Hijau Menggiurkan

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menilai budidaya kacang hijau akhir-akhir ini memberikan keuntungan yang mengiurkan. Mengapa demikian? Karena kacang hijau produksi dalam negeri ternyata…

Gojek-Blibli Sepakat Tingkatkan Industri Pariwisata Melalui Platform Digital

Senin, 16 September 2019 - 09:00 WIB

Gojek-Blibli Sepakat Tingkatkan Industri Pariwisata Melalui Platform Digital

Dua perusahaan berbasis digital yakni PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan PT Global Digital Niaga (Blibli.com) menyatakan dukungannya dalam pengembangan pariwisata melalui platform digital.

Ilustrasi Gula (Ist)

Senin, 16 September 2019 - 08:07 WIB

Swasembada Gula Putih di Depan Mata

Jakarta - Dorongan terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap investor di bidang gula untuk meningkatkan kapasitas produksi gula guna mencapai target memenuhi kebutuhan gula…