Komunitas, Jadi Salah Satu Alternatif Pengembangan Seni Tari di Indonesia

Oleh : Amazon Dalimunthe | Sabtu, 24 Agustus 2019 - 15:00 WIB

Aiko Senosoenoto dari Eki Dance Company (Foto Amz)
Aiko Senosoenoto dari Eki Dance Company (Foto Amz)

INDUSTRY.co.id - Jakarta -- Tumbuhnya berbagai komunitas, termasul komunitas tari, menjadi salah salah satu titik penting dalam jejaring kesenian di Indonesia. Ketika banyak negara lain masih berkutat dalam  sekolah seni, Indonesia ternyata  sudah jauh lebih maju. Karena memiiliki banyak komunitas kesenian yang bisa menjadi pendidikan alternatif dalam berkesenian.

Demikian yang mengemuka dari diskusi tari dengan mengangkat tema ‘Komunitas Tari sebagai Sekolah Alternatif”. “Kita memang masih tetap mengakui bahwa eksistensi komunitas tari masih tetap diperhitungan, “ kata Aiko Senosoenoto dari Eki Dance Company sebagai salah satu pembicara dalam diskusi tari bertema ‘Komunitas Tari sebagai Sekolah Alternatif” di Graha Bakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019)

Perempuan kelahiran Jakarta, 26 Mei 1966 itu membeberkan pengalamannya dalam mengelola Eki Dance Company. “Sebagai pengelola Eki Dance Company sejauh ini saya menilai kalau komunitas lebih bebas dalam kreasi karena tidak terikat kurikulum sebagaimana yang terjadi di sekolah formal, ” katanya.

Menurut Aiko, dalam komunitas tari yang dikelolanya tidak perlu ada gelar apa pun. “Karena yang terpenting kita terus berkreasi menciptakan karya, “Aiko menegaskan.

Aiko  mengkisahkan bahwa komunitas tari yang dibangunnya bersama sang suami, Rusdy, bahkan menjadi semacam therapy penyembuhan bagi banyak anggotanya. "Ketika memulai dulu, anggota saya ada yanh pecandu narkoba, pecandu seks bebas, anak broken home, anak yang putus asa karena gak tak mau ngapain dam akhirnya semua punya tujuan. Yakni berkarya lewat tari, "kenang Aiko.

Sementara itu Ruri Nostalgia, pembicara lainnya menyoroti tentang komunitas tari Padanecwara yang sejak 2003 dirinya diangkat  menjadi manager program. “Dari dulu kita sudah menerapkan kalau komunitas kita tidak hanya terikat pada satu orang yang jadi patron, meski masyarakat masih tetap melihat sosok orang yang paling berpengaruh dalam komunitas, tapi kita ingin Ruri sebagai Ruri dan mandiri menjadi sosok Ruri dengan karyanya sendiri, “ terang Ruri.

Ruri juga menyorot tentang komunitas tidak hanya belajar tari tapi berbagai aspek kehidupan di dalamnya. “Itulah yang membedakan kita di komunitas tari dibanding sekolah formal, “ tegasnya.

Adapun, Farid Alfaruqi sebagai pengamat tari dan kesenian lainnya, melihat seniman tari Indonesia tumbuh dalam lingkungan sekolah seni formal dan komunitas informal. “Kedua institusi itu dengan caranya masing-masing tekah melahirkan dan membesarkian seniman tari di Indonesia, “ terangnya.

Farid mengingatkan agar komunitas tari tidak terjebak dalam satu patron saja yang berakibat kalau satu patron itu meninggal maka komunitas tari akan mati atau terhenti kegiatan berkeseniannya.

Diskusi yang dipandu Heru Joni Putra ini menjadi bagian dari gelaran Jakarta Dance Meet Up (JDMU) dengan tema “Perempuan, Seni dan Kodrat” yang digelar dalam rentang waktu 23-26 Agustus 2019 di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Program yang digagas Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ini menghadirkan beragam kegiatan, antara lain: pameran dan bazar tari, diskusi, sharing session, dan pertunjukan serta peluncuran buku “Unboxing Tari”. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Chief Marketing Officer (CMO) SiCepat Ekspres, Wiwin Dewi Herawati dan Vice President IT SiCepat Ekspres, Billy Yosafat, menerima The Best GRC For Performance Management In Marketing & Information Technology in Logistic Service dan The Best CMO and GRC Leader 2020 dalam Governance, Risk, and Compliance (GRC) dan Performing Excellence Award 2020 yang digelar di Auditorium TVRI, Jakarta, 29 Juli 2020. (Foto: Istimewa)

Senin, 03 Agustus 2020 - 22:53 WIB

Berkat Tata Kelola Secara Baik, Perusahaan Industri Pengiriman Ini Raih Penghargaan GRC Award 2020

Jakarta-SiCepat Ekspres Indonesia mendapatkan dua penghargaan pada acara Governance, Risk and Compliance (GRC) and Performance Excellence Award 2020

Pelayanan perbankan di Bank Bukopin (Foto: Doc Bank Bukopin)

Senin, 03 Agustus 2020 - 22:05 WIB

Kookmin Bank Siap Kuasai 67 Persen Saham Bukopin

Bank Bukopin Tbk menargetkan Rasio Kecukupan Modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) bisa mencapai 17 persen. 25 Agustus 2020, Bukopin akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) guna membahas…

CEO FIFGROUP Margono Tanuwijaya (kiri) menyerahkan secara simbolis streoform Tebar Kurban Nusantara kepada Camat Cilandak Mundari (tengah) didampingi oleh Human Capital, General Support And Corporate Communication Director FIFGROUP, Esther Sri Harjati. Pada musim haji Idul Adha tahun ini, FIFGROUP menyalurkan Dana Sosial Syariah untuk sedekah kurban senilai Rp 1,7 miliar untuk pembelian 537 kambing dan 2 ekor sapi.

Senin, 03 Agustus 2020 - 22:00 WIB

Dasyat! FIFGROUP Salurkan 579 Hewan Kurban di Seluruh Indonesia

Jakarta-PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang merupakan bagian dari Astra Financial dan juga salah satu anak perusahaan PT Astra International Tbk, menyambut Hari Raya Idul Adha dengan…

Bursa Efek Indonesia

Senin, 03 Agustus 2020 - 21:51 WIB

Kabar Gembira! Saham WSBP Dapat Diperdagangkan Kembali

Jakarta-Saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dapat kembali diperdagangkan sehubungan dengan adanya surat resmi dari PT Bursa Efek Indonesia tanggal 30 Juli 2020).

Bank Bukopin (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 03 Agustus 2020 - 21:46 WIB

Fokus UMKM Daya Pikat Kookmin Bank Perkuat Rasio Permodalan Bank Bukopin

Bank Bukopin Tbk mendapatkan dana segar hasil Penawaran Umum Terbatas ke-5 (PUT V) yang diserap Kookmin Bank (KB) sebanyak KB menyerap sekitar 2,97 miliar lembar saham baru selama masa perdagangan…