Cukai Rokok Tak Mampu Bendung Perokok Remaja?

Oleh : Wiyanto | Selasa, 20 Agustus 2019 - 21:09 WIB

Diskusi tentang diskon rokok oleh ekonom dan penggiat pengendalian tembakau
Diskusi tentang diskon rokok oleh ekonom dan penggiat pengendalian tembakau

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pengurus Komisi Nasional Pengendalian Tembakau menilai kebijakan diskon rokok bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109/2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan yang melarang potongan harga produk tembakau.

Pengurus Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Muhammad Joni, berpendapat kebijakan diskon rokok pun bertolak belakang dengan visi Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin yakni ‘Indonesia Maju’ yang fokus membangun sumber daya manusia handal.

“Adanya benturan kebijakan menandakan pemerintah belum bersungguh-sungguh dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Pemerintah terkesan hanya memikirkan soal penerimaan negara yang sebesar-besarnya dari industri hasil tembakau tanpa memikirkan kelangsungan masa depan penerus bangsa,” kata Joni di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Pegiat Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) yang juga Koordinator Solidaritas Advokasi Publik untuk Pengendalian Tembakau Indonesia (SAPTA) Tubagus Haryo Karbyanto menjelaskan kesalahan besar regulator yakni melegalkan penjualan harga rokok di bawah harga banderol yang tertera dalam pita cukai.

“Kemenkeu salah dalam memaknai filosofi cukai. Kenyataannya mindset yang terbangun dan dijalankan adalah mindset revenue dan terjebak pada keuntungan finansial semata,” jelas Tubagus.

Selain itu Tubagus juga khawatir, jika kebijakan rokok tidak segera dihapus, angka perokok khususnya remaja akan terus bertambah. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) 2018, prevalensi merokok pada remaja usia 10 sampai 18 tahun mengalami peningkatan sebesar 1,9 persen dari tahun 2013 (7,20 persen) ke tahun 2018 (9,10 persen).

“Kebijakan diskon rokok menjadi ganjalan bagi pemerintah yang bercita-cita menurunkan tingkat konsumsi rokok di Indonesia. Alangkah bijaksananya kebijakan diskon rokok segera dihapus demi tercapainya kepentingan bangsa bersama,” tutup Tubagus.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

ASN Diminta Selalu Gunakan Masker Saat Berkegiatan

Minggu, 31 Mei 2020 - 15:20 WIB

Halo ASN, Begini Sistem Kerja 'Kalian' Saat New Normal

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menerbitkan Surat Edaran nomor 58 tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Tatanan Normal Baru…

Sambut HUT Batalyon ke-53 Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad Kembali Menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Merauke

Minggu, 31 Mei 2020 - 15:10 WIB

Yonif 411 Kostrad Semprot Disinfektan dan Bagikan Masker di Pelabuhan Merauke

Dalam rangka menyambut HUT Batalyon ke-53 pada tanggal 1 Juni 2020, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad kembali menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Merauke dalam memutus…

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (Fotos Ist)

Minggu, 31 Mei 2020 - 15:00 WIB

PDIP Dukung Sepenuhnya Kebijakan Era New Normal

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan dukungan sepenuhnya atas kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meng¬ajak seluruh rakyat Indonesia memasuki fase kehidupan…

Ilustrasi Pasien Corona (ist)

Minggu, 31 Mei 2020 - 14:50 WIB

Kabar Gembira, 10 Provinsi Ini Cetak Rekor Nihil Kasus Covid-19

Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto kembali mengumumkan data teranyar kasus Covid-19. Hingga saat ini terdapat 10 provinisi yang tidak ada penambahan kasus.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo

Minggu, 31 Mei 2020 - 14:30 WIB

102 Wilayah Laksanakan Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang pada saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau,…