INDUSTRY.co.id - Jakarta - Saat ini informasi yang luas mengenai penemuan dua mahasiswa Palangkaraya atas khasiat getah Bajakah terhadap pengobatan kanker sudah menyebabkan euforia tersendiri bagi sebagian masyarakat. Padahal, penelitian yang dilakukan baru pada binatang atau uji pra klinik.
Akademisi dan praktisi klinik, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG mengatakan, penemuan itu masih memerlukan waktu yang panjang untuk mengetahui komponen apa dari getah Bajakah yang berefek positif pada sel kanker.
Disisi lain sudah ada korban pasien-pasien yang termakan informasi atas khasiat getah Bajakah ini sehingga menunda jadwal kemoterapi atau operasi. "Alasannya menunda karena mau mencoba akar Bajakah ini," kata dr. Ari dalam keterangan persnya, Selasa (20/8).
Apalagi, kata dr. Ari informasi khasiat Bajakah ini menjadi viral atas keberhasilan penemunya mendapat medali emas pada kompetesi internasional di Korea.
"Saya sebagai akademisi dan peneliti mengapresiasi penemuan siswa ini," ujar dr. Ari.
Diawali minat yang besar oleh siswa SMA ini ingin meneliti herbal yang diketahui sebelumnya membawa dampak baik untuk kesehatan dan dilakukan penelitian dengan binatang, ternyata membawa hasil yang positif.
Penemuan ini di lombakan secara internasional dan menang. Tentu ini membawa kebanggaan tersendiri buat kita semua.
Penemuan ini harus ditindaklanjutu Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang punya pengalaman yang cukup banyak dalam meneliti herbal dan melihat dampak kesehatan pada manusia.
Saat ini salah satu tim Clustet Human Cancer IMERI FKUI yang dipimpin oleh Prof Dr. rer. physiol. dr. Septelia Innawati PhD baru saja mendapat tiga paten seputar terapi kanker payudara.
Salah satunya paten kerja senyawa bahan alam Andrografolida yang awalnya bersumber dari daun sambiloto yg dapat meningkatkan apoptosis sel punca kanker payudara melalui penekanan protein survivin (studi in silico dan in vitro).
Saat ini mahasiswa S3 Biomedik FKUI akan melakukan uji in vivo dengan Andrografolida. Pengalaman utk patennya ini saja membutuhkan 4 tahun.
"Saya tentu berharap terus dilakukan penelitian untuk melihat kandungan apa yang ada pada getah Bajakah ini, dilakukan isolasi dan setelah ditemukan komponen aktifnya dilakukan penelitian in vitro di tingkat sel dan jika terbukti efektif lanjut kepenelitian in vivo dengan binatang," urai dr. Ari.
Setelah penelitian getah Bajakah ini lolos, pada uji pra klinik ini bisa berlanjut ke uji klinik. Uji Klinik sendiri akan melakukan 4 tahap dimulai dari uji klinik pada orang normal sampai dampak obat ini setelah sampai di market.
"Butuh waktu dan kalau kita fokus dan memang menghasilkan sesuatu tentu ini akan membawa manfaat untuk penemunya dan bermanfaat untuk orang banyak," pungkasnya.