Getah Bajakah Bisa Obati Kanker?

Oleh : Andi Mardana | Selasa, 20 Agustus 2019 - 17:15 WIB

Akar bajakah. (Ig/mrs.bajakah)
Akar bajakah. (Ig/mrs.bajakah)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Saat ini informasi yang luas mengenai penemuan dua mahasiswa Palangkaraya atas khasiat getah Bajakah terhadap pengobatan kanker sudah menyebabkan euforia tersendiri bagi sebagian masyarakat. Padahal, penelitian yang dilakukan baru pada binatang atau uji pra klinik.

Akademisi dan praktisi klinik, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG mengatakan, penemuan itu masih memerlukan waktu yang panjang untuk mengetahui komponen apa dari getah Bajakah yang berefek positif pada sel kanker.

Disisi lain sudah ada korban pasien-pasien yang termakan informasi atas khasiat getah Bajakah ini sehingga menunda jadwal kemoterapi atau operasi. "Alasannya menunda karena mau mencoba akar Bajakah ini," kata dr. Ari dalam keterangan persnya, Selasa (20/8).

Apalagi, kata dr. Ari informasi khasiat Bajakah ini menjadi viral atas keberhasilan penemunya mendapat medali emas pada kompetesi internasional di Korea.

"Saya sebagai akademisi dan peneliti mengapresiasi penemuan siswa ini," ujar dr. Ari.

Diawali minat yang besar oleh siswa SMA ini ingin meneliti herbal yang diketahui sebelumnya membawa dampak baik untuk kesehatan dan dilakukan penelitian dengan binatang, ternyata membawa hasil yang positif.

Penemuan ini di lombakan secara internasional dan menang. Tentu ini membawa kebanggaan tersendiri buat kita semua.

Penemuan ini harus ditindaklanjutu Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang punya pengalaman yang cukup banyak dalam meneliti herbal dan melihat dampak kesehatan pada manusia.

Saat ini salah satu tim Clustet Human Cancer IMERI FKUI yang dipimpin oleh Prof Dr. rer. physiol. dr. Septelia Innawati PhD baru saja mendapat tiga paten seputar terapi kanker payudara.

Salah satunya paten kerja senyawa bahan alam Andrografolida yang awalnya bersumber dari daun sambiloto yg dapat meningkatkan apoptosis sel punca kanker payudara melalui penekanan protein survivin (studi in silico dan in vitro).

Saat ini mahasiswa S3 Biomedik FKUI akan melakukan uji in vivo dengan Andrografolida. Pengalaman utk patennya ini saja membutuhkan 4 tahun.

"Saya tentu berharap terus dilakukan penelitian untuk melihat kandungan apa yang ada pada getah Bajakah ini, dilakukan isolasi dan setelah ditemukan komponen aktifnya dilakukan penelitian in vitro di tingkat sel dan jika terbukti efektif lanjut kepenelitian in vivo dengan binatang," urai dr. Ari.

Setelah penelitian getah Bajakah ini lolos, pada uji pra klinik ini bisa berlanjut ke uji klinik. Uji Klinik sendiri akan melakukan 4 tahap dimulai dari uji klinik pada orang normal sampai dampak obat ini setelah sampai di market.

"Butuh waktu dan kalau kita fokus dan memang menghasilkan sesuatu tentu ini akan membawa manfaat untuk penemunya dan bermanfaat untuk orang banyak," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kiri) saat menerima penghargaan Bintang Jasa Nararya yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (kanan)

Jumat, 14 Agustus 2020 - 21:35 WIB

Komitmen TelkomGroup Melalui Telekomunikasi Berbuah Anugerah Bintang Jasa Nararya

Berlokasi di Istana Negara (13/8), Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Ririek Adriansyah menerima penganugerahan Bintang Jasa Nararya yang diserahkan langsung oleh Presiden…

Presiden Joko Widodo

Jumat, 14 Agustus 2020 - 21:25 WIB

Jokowi: Pelebaran Defisit Diperlukan Saat Pandemi Covid-19

Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Pemerintah telah serius melakukan penanganan pandemi Covid-19.

Ketua MKD DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy

Jumat, 14 Agustus 2020 - 21:15 WIB

DPR Ini Sebut Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Terlewatkan oleh Presiden Jokowi

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy menilai ada yang terlewat dari Pidato Presiden hari ini, yakni tentang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani

Jumat, 14 Agustus 2020 - 21:05 WIB

Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: APBN Harus Ciptakan Kemakmuran Bagi Rakyat

Wakil Ketua DPR RI Puan Maharani mengagakan Kondisi Ruang Fiskal APBN semakin tertekan, maka diperlukan upaya reformasi untuk mewujudkan APBN yang efisien dalam menciptakan kemakmuran bagi rakyat.

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera

Jumat, 14 Agustus 2020 - 20:50 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 4,5%, Mardani: Bagus dan Ambisius, Tapi Jangan Maksakan Diri dengan Utang

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 sebesar 4,5 persen hingga 5,5 persen.