Evercoss Optimis Validasi IMEI Berdampak Positif Terhadap Pertumbuhan Industri Ponsel Tanah Air

Oleh : Hariyanto | Senin, 19 Agustus 2019 - 13:41 WIB

Suryadi Willim, Marcomm Manager Evercoss
Suryadi Willim, Marcomm Manager Evercoss

INDUSTRY co.idJakarta - Evercoss mendukung langkah strategis pemerintah melakukan aturan validasi IMEI (International Mobile Equipment Identity).

Aturan tersebut menurt Suryadi Willim, Marcomm Manager Evercoss akan berdampak positif terhadap persaingan smartphone di tanah air. Bagaimanapun, dengan dirilisnya kebijakan tersebut akan mengerem peredaran ponsel Black Market (BM)  karena  nomor IMEI-nya tidak terdaftar di Perindustrian.  
 
Sebagaimana diketahui dengan system yang dimiliki pemerintah bernama SIBINA (Sistem Informasi Basisdata IMEI Nasional) mampu mendeteksi terhadap IMEI smartphone. Jika IMEI sebuah smartphone tidak terekam di system itu, maka ponsel tersebut secara otomatis direkomendasikan oleh SIBINA agar operator memblokir layanan.  
 
Dengan system tersebut Evercoss merasa ada harapan untuk kembali berkompetisi lebih sengit di industri smartphone tanah air. Bagaimanapun peredaran ponsel Black Market menurut Suryadi sangat berdampak terhadap pasar smartphone di tanah air.  
 
Menurutunya dengan harga yang sama, semisal Rp. 1.200.000.- konsumen bisa mendapatkan smartphone Black Market dengan spesifikasi lebih tinggi dibanding dengan smartphone Evercoss. Mestinya lanjut Suryadi, harga smartphone tersebut berada pada kisaran Rp. 1.500.000 s d Rp. 1.700.000.- Smartphone Black Market ini bisa menjualnya dengan harga  Rp. 1. 200.000, malahan ada yang di bawah harga pasaran.

”Bagaimana kami bisa bersaing dengan smartphone Black Market. Posisi kami sebagai pemain legal dan menaati peraturan justru disengat dengan siraman ponsel Black Market,” ungkap Suryadi melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Senin (19/8/2019).
 
"Dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun ini kami tersengat dengan gempuran ponsel Black Market.Jika ini tidak segera diantisipasi, kami yakini akan berdampak lebih buruk lagi terhadap industri smartphone nasional secara keseluruhan. Kami membaca laporan dari Asosiaasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), peredaran ponsel Black Market mencappai 20-30 persen. Merugikan Negara sekitar Rp. 2.8 triliun per tahun. Angka yang sangat fantastis,” beber Suryadi.
 
Bagaimanapun lanjutnya, maraknya smartphone Black Market (BM) sangat merusak ekosistem industri. Evercoss yang suduh memiliki pabrik smartphone di Semarang dan merakit sendiri smartphone sangat  merasakan dampak  negatif peredaran smartphone BM.
 
Dengan akan terbitnya aturan Validasi IMEI,  Evercoss optimis bisa kembali bersaing dengan sengit dan bisa  bertengger di TOP 5 market share smartphone Indonesia. Sekarang ini brand kebanggan masayarakat Indonesia mengandalkan XTREAM Series.

Beberapa smartphone Xtream series yang beredar di pasara adalah Xtream 2 Plus,  smartphone dengan spesifikasi gaming ini disupport dengan RAM 2GB, CPU Octa Core 1.6 GHz. Performanya dijamin  dahsyat dan anti lelet.

Layar yang dimiliki Xtream 2 Plus ini terbilang lebar, 5.5 inchi dengan teknologi IPS full screen. Sehingga memainkan game di layar smartphone tersaa lebih nyaman dan lapang. Harganya pun sangat terjangkau dibawah Rp. 1 juta, memiliki keunggulan berupa Unlimited YouTube untuk 24 Jam selama 1 Tahun.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jaringan ATM BRI (Foto st)

Kamis, 23 Januari 2020 - 18:05 WIB

Fee Based Income BRI Tercatat Rp14,29 Triliun

Perseroan juga berhasil mengakselerasi Fee Based Income. Hingga akhir Desember 2019, perolehan FBI BRI tercatat Rp 14,29 Triliun atau tumbuh 20,1% yoy.

Bank Indonesia Nobatkan BRI Sebagai Bank Pendukung UMKM Terbaik

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:56 WIB

Dana Murah BRI Capai 57,71 Persen

Direktur Utama Bank BRI Sunarso menyatakan, pada sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga akhir tahun 2019, DPK BRI berhasil menembus angka di atas Rp 1.000 triliun yakni mencapai Rp 1.021,39 triliun…

S.D. Darmono (dok Jababeka)

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:48 WIB

Kawasan Industri dan Pertumbuhan 7 Persen

Dengan pasar yang besar, Indonesia masih akan menjadi daya tarik bagi investor asing untuk berinvestasi. Capaian 6-7 persen sebenarnya masih sangat mungkin. Hanya saja perlu adanya gebrakan.…

Penandatanganan perjanjian kerjasama teknologi digitalisasi bisnis pengendalian hama antara ASPPHAMI dan DATUM

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:40 WIB

ASPPHAMI - DATUM Teken Kerjasama Tingkatkan Teknologi Digitalisasi Bisnis Pengendalian Hama

Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) bersama perusahaan teknologi informasi dan komunikasi asal Malaysia, DATUM menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk meningkatkan…

Jaringan ATM BRI (Foto st)

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:22 WIB

2019, BRI Bukukan Laba Rp 34,41 Triliun

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menorehkan kinerja positif dan diatas rata-rata industri perbankan nasional. Tercatat, di sepanjang tahun 2019 perseroan mencetak laba sebesar…