H Infrastructure Limited Somasi Bangun Cipta Kontraktor

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 15 Agustus 2019 - 03:49 WIB

Instalasi Listrik(Foto Dok Industry.co.id)
Instalasi Listrik(Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id -  Jakarta - H Infrastructure Limited (HIL), perusahaan konstruksi Selandia Baru, mengajukan surat teguran (somasi) kepada PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK) pada 24 Mei 2019 dan 13 Agustus 2019.

 Anthony Hutapea dari kantor hukum Anthony L.P. Hutapea & Partners, Jakarta, yang bertindak sebagai kuasa hukum HIL menyatakan, Rabu ( 14/8/2019), “Somasi yang diajukan itu adalah tindak lanjut HIL untuk memperoleh hak yang telah tercederai berdasarkan Perjanjian Operasi atau Joint Operation Agreement (JOA) antara HIL dengan BCK pada 29 Januari 2015.”

 JOA itu dibuat sehubungan pelaksanaan kerja Engineering, Procurement and Constructions (EPC) berdasarkan penunjukan PT Pertamina Geothermal Energy untuk proyek sistim pengumpulan uap dan pembangkit listrik berkapasitas 1x30 MW di Karaha, Jawa Barat.

 Pada kenyataannya, Proyek Karaha itu tidak berjalan lancar. Itu karena BCK sebagai salah satu pihak dalam kerja sama operasi (Joint Operation) tersebut tidak melaksanakan bagian pekerjaannya secara profesional, termasuk menyetor modal partisipasi senilai USS2,599 juta sebagaimana diatur dalam JOA.

 Di samping itu, BCK juga tidak berpartisipasi secara penuh untuk membayar pelunasan berbagai tagihan dari pihak ketiga yang diajukan kepada Joint Operation tersebut.

 Terhadap situasi tersebut, HIL telah beberapa kali melayangkan surat teguran kepada BCK agar segera melaksanakan berbagai kewajibannya. Selain itu, HIL mengalami kerugian yang hingga kini mencapai USD7,519 juta karena BCK gagal membayar utang kepada HIL.

 Dalam somasi tersebut, BCK diingatkan HIL untuk segera melunasi utang-utang tersebut dalam waktu tujuh (7) hari sejak tanggal somasi kedua diserahkan.

 Sementara itu, berbagai upaya hukum akan terus dilakukan agar HIL bisa memperoleh hak atas sejumlah uang yang telah dikeluarkan sebagai akibat dari kelalaian BCK dalam melaksanakan kewajibannya.

 “Kami mempertimbangkan untuk mengajukan pailit terhadap BCK apabila tidak memberikan respon yang baik terhadap somasi ini,” imbuh Anthony Hutapea, Kuasa Hukum HIL.

 Pada skala yang lebih besar, JOA yang tidak terlaksana sebagaimana mestinya ini dapat mencederai iklim investasi di Indonesia, terutama yang dikaitkan dengan upaya mengundang investor asing untuk berinvestasi dalam berbagai sektor bisnis di Indonesia.

Seperti diketahui, pertumbuhan investor asing di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Itu seharusnya dapat menjadi perhatian bagi para pemangku kepentingan dalam upaya menjaga iklim investasi yang positif dan dapat mengangkat terus perekonomian Indonesia di mata dunia.

 “Secara tidak langsung, kami juga mengimbau agar para pihak terkait, publik, Bursa Efek Indonesia, Instansi Pemerintah dan pejabat berwenang lainnya, dapat memahami kasus ini demi kepentingan substansial iklim investasi kita,” pungkas Anthony. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Seorang pekerja sedang mengawasi conveyer batu bara PT Gunung Bara Utama, anak usaha PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). (Foto istimewa TRAM)

Rabu, 16 Oktober 2019 - 09:42 WIB

Trada Alam Minera Dirikan Khatulistiwa Sinar Investama

Jakarta - Manajemen PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) bersama PT Semeru Infra Energi mendirikan PT Khatulistiwa Sinar Investama. Pendirian anak usaha yang bergerak di bidang investasi tersebut…

Masata Dukung Jokowi, Jadikan Pariwisata Masterpiece Ekonomi Indonesia

Rabu, 16 Oktober 2019 - 09:00 WIB

Masata Dukung Jokowi, Jadikan Pariwisata Masterpiece Ekonomi Indonesia

Masyarakat Sadar Wisata (Masata) menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin yang akan dilantik pada 20 Oktober 2019. Terlebih, Jokowi telah menetapkan pariwisata…

Signify Menyinari Qutub Minar dengan Pencahayaan LED Warm White

Rabu, 16 Oktober 2019 - 09:00 WIB

Signify Menyinari Qutub Minar dengan Pencahayaan LED Warm White

Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan, mengumumkan bahwa perusahaan telah menyinari Qutub Minar yang ikonis di New Delhi, India menggunakan sistem pencahayaan Color…

Farida Mokodompit yang semula sebagai Direktur Operasional sekaligus Plt Direkur Utama menjadi definitif Direktur Utama Perum Perindo

Rabu, 16 Oktober 2019 - 08:00 WIB

Penyerahan SK Direksi BUMN

Bertempat di Kantor Kementerian BUMN, telah dilaksanakan pelantikan dan penyerahan Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Wakil Pemerintah Sebagai Pemilik Modal Perusahaan…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 16 Oktober 2019 - 07:57 WIB

IHSG Lanjutkan Penguatan Support Resistance 6130-6220

Jakarta - Secara teknikal IHSG berhasil tutup diatas Moving Average 20 hari dan FR61.8% sehingga potensi IHSG akan melanjutkan penguatan cukup berpeluang besar dengan target selanjutnya pada…