Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor Keluhkan Ketersediaan Bahan Baku

Oleh : Ridwan | Rabu, 14 Agustus 2019 - 11:15 WIB

IKM Komponen Otomotif (Ist)
IKM Komponen Otomotif (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengaku ketersediaan bahan baku untuk memproduksi komponen otomotif menjadi masalah. Selain masalah ketersediaan bahan baku, harga kurang kompetitif.
 
Sekretaris Jenderal GIAMM, Hadi Surjadipradja, mengakui, saat ini 90 persen bahan baku dipenuhi dari pasokan impor. "Bahan baku yang umum seperti baja, plastik ada. Tapi, yang spesifik dibutuhkan itu tidak ada. Kalaupun ada, skala ekonomis tidak ketemu," kata Hadi di Jakarta (13/8).

Pihaknya mengakui, industri komponen otomotif juga sulit untuk bisa meningkatkan produktivitas. Sebab, semuanya tergantung kepada permintaan dari industri otomotif dalam negeri.

Pasar bebas berlaku sehingga ekspansi bisnis yang dilakukan industri komponen bergantung penuh pada permintaan domestik.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri otomotif untuk menggunakan komponen lokal demi meningkatkan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dorongan itu juga berlaku untuk produksi mobil listrik maupun produksi Mobil Esemka yang menjadi mobil buatan asli Indonesia.

Hanya saja, kata Hadi, tidak ada mandat atau kewajiban dari pemerintah kepada industri otomotif untuk membeli komponen dari dalam negeri. "Tidak bisa mandatory. Susah. Kita sih maunya semua dari dalam negeri, tapi kalau tidak bisa, yang mau beli siapa?" ujar dia.

Sementara itu, neraca perdagangan ekspor-impor barang otomotif di Indonesia mengalami defisit. Hadi memaparkan, pada tahun 2018, impor komponen otomotif mencapai 7,4 miliar dolar AS sedangkan ekspor hanya 7,2 miliar dolar AS sehingga terjadi defisit sekitar 200 juta dolar AS.

Kendati demikian, ia mengakui dukungan pemerintah kepada industri komponen lokal sejauh ini cukup baik. Para produsen tetap membutuhkan dukungan kebijakan yang menguntungkan agar industri komponen tetap bertahan.

Sebab, Hadi mengatakan, industri komponen saat ini tengah berada dalam situasi sulit. Bahkan beberapa perusahaan menyatakan tutup karena tidak mampu bersaing.

Selain karena persoalan bahan baku, biaya tenaga kerja dalam 10 tahun terakhir telah naik tiga kali. Sementara, produktivitas produksi hanya naik satu kali.

"Sudah bahan baku sedikit, kenaikan upah minimum lebih tinggi dari kenaikan produktivitas. Artinya industri ini akan mati pelan-pelan," ujar dia.

Di era pengembangan kendaraan bertenaga listrik yang akan segera dimulai, industri komponen otomotif juga dihadapkan pada tantangan besar. Hadi menuturkan, akan banyak komponen-komponen yang dibutuhkan menjadi berubah.

Disaat industri lokal tidak bisa memenuhi komponen sesuai kebutuhan, barang impor akan menjadi pilihan. "Kita dukung mobil listrik. Tapi, kalau nanti kita bikin komponennya, siapa yang mau beli? Karena itu semua tergantung sama pebisnis," ujar dia.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menuturkan, saat ini ada sekitar 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia. Langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk optimalisasi penggunaan komponen impor dengan menetapkan persentasi TKDN agar industri terpacu memakai barang lokal.

Namun, ia mengakui produsen komponen otomotif pun menghadapi masalah bahan baku yang harus dipenuhi dari impor. Sebagai contoh, bahan dasar untuk membuat baja yang menjadi bahan baku komponen otomotif pun masih diimpor.

Oleh sebab itu, Kemenperin mendorong kerja sama antara perusahaan BUMN dan swasta untuk bisa meningkatkan produksi bahan baku untuk komponen industri di dalam negeri.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:59 WIB

Kualitas dan Harga Jagung Lokal Lebih Bagus

Jakarta - Pengamat Ekonomi Politik Pertanian Universitas Trilogi, Muhamad Karim menilai harga jagung lokal lebih bagus dibandingkan harga jagung impor adalah wajar. Pasalnya, saat ini jagung…

Sarang burung walet (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:57 WIB

Kementan Kawal Ekspor Sarang Burung Walet Jateng

Semarang - Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengajak para pelaku usaha sarang burung walet (SBW) di Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas produksinya agar dapat mengambil peluang…

Menteri Rini: BUMN Ikut Cetak Atlet Muda Kelas Dunia

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:30 WIB

Menteri Rini: BUMN Ikut Cetak Atlet Muda Kelas Dunia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mendorong BUMN terus berkontribusi untuk memajukan olahraga di Tanah Air melalui pembinaan atlet-atlet dan berbagai program pemberdayaan.

Galaxy Note 10+ (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:11 WIB

Samsung Resmi Meluncurkan Galaxy Note 10 dan 10+ Untuk Pasar Indonesia

Kekuatan performance, keindahan desain, kemampuan untuk berkreasi, dan fitur produktivitas dukung pengguna dalam berbagai pekerjaan dan passion yang mereka lakukan bersamaan.

EnGenius Cloud, Solusi Jaringan Berbasis Cloud Kemudahan Bagi SME

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:00 WIB

EnGenius Cloud, Solusi Jaringan Berbasis Cloud Kemudahan Bagi SME

EnGenius Networks Singapore Pte Ltd, perusahaan jaringan nirkabel multinasional terkemuka, yang telah berpengalaman dalam solusi hardware dan software untuk perusahaan kecil dan menengah selama…