INDUSTRY.co.id - Jakarta, 13 Agustus 2019 - Modal Rakyat berkolaborasi bersama Copa de Flores dalam Mera Bura, Sebuah Gerakan Pelestarian Budaya Lokal Melalui Teknologi Finansial. Mera Bura diambil dari bahasa Maumere, Flores yang berarti “Merah Putih”. Dua warna ini juga merepresentasikan filosofi bendera nasional Republik Indonesia dimana merah berarti keberanian, sedangkan putih berarti kesucian. Makna lain yang dapat direfleksikan dari kedua warna itu adalah warna merah yang melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia.
Kami percaya bahwa kedua warna ini juga dapat merefleksikan cinta terhadap tanah air Indonesia dan dapat secara simbolis menyampaikan sebuah pesan untuk: “Berjuang, Ber-Asa, dan Bertumbuh”. Program ini digagas sebagai salah satu bentuk nyata dari pelaku bisnis startup dalam berkontribusi bagi terwujudnya inklusi keuangan di Indonesia. Hadirnya teknologi finansial di Indonesia, dapat menjadi salah satu terobosan baru dalam mengembangkan perekonomian Indonesia.
Dalam rangka mewujudkan kesadaran akan pentingnya berkontribusi dalam perkembangan perekonomian di Indonesia, Modal Rakyat bersama Copa de Flores menyelenggarakan suatu talkshow yang didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Adapun talkshow ini mengangkat tema ”Peran Teknologi Finansial untuk Menjunjung Transfigurasi Budaya Lokal”. Acara ini dihadiri oleh CEO Modal Rakyat Stanislaus M.C. Tandelilin, CEO Copa de Flores Maria G. Isabella, serta hadir pula sebagai pembicara Kuseransyah selaku Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia dan Dian Permanasari selaku Kepala Sub Direktorat Metodologi Analisis Riset BEKRAF. Dalam kesempatan ini, AFPI dan BEKRAF menjelaskan tentang perekembangan industri peer to peer (p2p) lending di Indonesia timur serta peran pemerintah dalam pemerataan perekonomian di Indonesia.
Modal Rakyat sebagai peer to peer lending yang fokus pada pendanaan produktif, khususnya UMKM memiliki visi yakni menjadi peer to peer lending yang berkontribusi pada inklusi keuangan dengan menawarkan pembiayaan alternatif untuk semua sektor UMKM di seluruh Indonesia. CEO Modal Rakyat Stanislaus M.C. Tandelilin mengatakan bahwa Mera Bura diharapkan menjadi titik awal untuk meningkatkan jumlah Pendana perempuan di Modal Rakyat, termasuk dengan memperluas jumlah Peminjam (khususnya perempuan) di luar pulau Jawa. Tidak hanya itu, kolaborasi antara Copa de Flores dan Modal Rakyat tentu menjadi salah satu cara untuk mengumandangkan Kemerdekaan RI ke-74, yakni ajakan kepada generasi muda untuk bisa berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia.
Salah satu bentuk kepedulian Modal Rakyat kepada UMKM adalah dengan penyaluran dana Rp74 juta ke Copa de Flores yang berhasil tergalang dananya sebagai bentuk fitur CSR baru yang diperkenalkan oleh Modal Rakyat pada Bulan Kemerdekaan ini. Modal Rakyat dan Copa de Flores bertemu di jaringan ekosistem Digitaraya yang diampu oleh Google Indonesia. Nantinya, penyaluran dana tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan usaha Copa de Flores serta membantu para penenun untuk terus meningkatkan penghasilan mereka.
Copa de Flores sebagai social enterprise bergerak di industri kreatif sejak 2015 bekerja sama dengan +10 komunitas penenun di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur untuk memberdayakan perempuan melalui kegiatan menenun sebagai medium pemulihan (mindfulness growing) berbasis meditasi visual.
Copa de Flores sendiri merupakan sebuah usaha rintisan 8 orang perempuan muda (millenial) yang akrab dengan sebutan “Nona” telah membuat 8 koleksi tematik yang penuh dengan cerita tentang women empowerment, nature, dan culture.
Perkembangan social enterprise di Indonesia dibutuhkan guna membantu mengembangkan perekonomian masyarakat di daerah. Ada ribuan penenun tradisional di Indonesia, tetapi minimnya akses pasar dan modal membuat penghasilan mereka tidak maksimal. Sehingga, kolaborasi antara social entrepreneur dengan fintech P2P lending diharapkan dapat mendorong usaha mereka.
Hingga saat ini Modal Rakyat telah mengajak 30.000 Pendana dari semua 34 provinsi di Indonesia dengan total nilai penyaluran pendanaan sebanyak 2.000 unit penyaluran sejak 2018. Adapun nilai penyaluran kredit Modal Rakyat kini adalah sejumlah Rp40 Milyar ke Peminjam (UMKM) yang tersebar di 16 Provinsi di Indonesia.