Kemenperin Bidik Industri Otomotif Jadi Primadona Ekspor

Oleh : Ridwan | Selasa, 13 Agustus 2019 - 14:05 WIB

Ilustrasi Industri Otomotif (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Ilustrasi Industri Otomotif (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Peridustrian (Kemenperin) terus memacu pertumbuhan industri otomotif nasional, salah satunya dengan peningkatan pemanfaatan komponen dalam negeri. Apalagi, sektor ini diproyeksikan jadi andalan ekspor setelah masuk dalam prioritas program Making Indonesia 4.0.
 
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, peluang industri komponen otomotif untuk masuk dalam rantai pasok global sangat besar. Dukungan pemerintah juga diberikan melalui skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri komponen otomotif.
 
"2030 kita ingin sektor ini jadi champion combustion engine dan elektrik, kita juga berharap sektor industri otomotif jadi primadona ekspor," kata Harjanto saat membuka seminar otomotif di Aula Rajawali Kemenperin, Jakarta, Selasa (13/8). 

Produksi dan penjualan otomotif nasional sejak tahun 2018 telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun. Kinerjanya ditargetkan meningkat jadi 20 juta unit per tahun pada 2030.
 
Produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih pada periode Januari-Juni 2019 tercatat sudah mencapai 600 ribu unit. Pangsa pasar ekspor otomotif Indonesia juga sudah ke lebih dari 80 negara di dunia termasuk lima negara tujuan utama ekspor yaitu Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko, dan Vietnam.
 
"Tahun ini kita targetkan ekspor 400 ribu unit dan target naik terus sampai satu juta unit di 2025, jadi produksi dalam negeri sekitar empat jutaan," paparnya.
 
Menurut Harjanto, pengembangan industri komponen juga perlu mendapat dukungan mengingat produk industri alat-alat kendaraan bermotor merupakan bagian dari rantai pasok bagi Original equipment manufacturer (OEM) maupun layanan purna jual industri kendaraan bermotor. Kondisi ini menjadikan pangsa pasar kian meluas baik domestik maupun ekspor, serta berpeluang untuk terus dikembangkan teknologinya sehingga mampu bersaing di pasar global.
 
"Ada brand-brand lokal (industri komponen) daerah Karawang, itu kita jadikan Detroit-nya Indonesia. Daerah Patimban juga akan jadi car port terminal yang bisa ekspor mobil kita ke luar negeri," paparnya.
 
Secara nasional saat ini terdapat sekitar 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam Tier 1, Tier 2 dan Tier 3 yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sekitar 240 perusahaan merupakan anggota Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM), dan 122 anghota Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).
 
"Sebagai mitra pemerintah dan pelaku ekonomi di sektor kendaraan bermotor, asosiasi industri komponen otomotif memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong industri komponen kendaraan bermotor agar dapat berdiri tangguh dan kokoh dalam menghasilkan produk-produk yang dapat bersaing kuat di pasar global," ungkapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Diskusi webinar Bintaro Jaya High Rise (BJHR)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:25 WIB

Bintaro Jaya High Rise Ajak Masyarakat Investasi Properti di Masa Pandemi Covid-19

Ternyata, masa pandemi ini justru menjadi momen emas untuk membeli properti, karena harganya yang cenderung stagnan karena adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Perdagangan saham di IDX (Rizki Meirino/Industry.co.id)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:06 WIB

Penjualan Menurun, PT Saraswati Anugerah Makmur Tbk Cetak Rp260,22 miliar Hingga Maret 2020

Emiten PT Saraswati Anugerah Makmur Tbk (SAMF) catat penjualan Rp260,22 miliar hingga periode 31 Maret 2020 turun dari penjualan Rp353,53 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Suasana konferensi pers virtual Dampak Sosial dan Ekonomi Fintech Lending di Indonesia (Studi Kasus Investree 2017-2019). (Foto: Humas Investree)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:00 WIB

Fintech Lending Berperan Besar untuk Dukung Inklusi Keuangan di Indonesia

Jakarta - Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), memaparkan hasil riset terbarunya dalam konferensi pers bertajuk ‚ÄúDampak Sosial dan Ekonomi Fintech…

Jajaran Manajemen Baru PT Adhi Commuter Properti

Jumat, 03 Juli 2020 - 18:58 WIB

Perkuat Perusahaan, PT Adhi Commuter Properti Perkenalkan Jajaran Manajemen Baru

Jajaran manajemen baru tersebut antara lain terdiri dari Direktur Utama Rizkan Firman, Direktur Pemasaran Indra Syahruzza N, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM Mochamad Yusuf, Direktur…

PT Adhi Commuter Properti

Jumat, 03 Juli 2020 - 18:52 WIB

Raih Nilai Kontrak Hingga 90% Dari Target, PT Adhi Commuter Properti Kian Cemerlang di Usia yang ke-2

Di tahun ini, Adhi Commuter Properti senantiasa mengembangkan bisnis strategis LRT City di Jabodetabek dengan memperbanyak portofolio produk properti, baik hunian vertikal (high rise building)…