Ada Apa Industri Tekstil Nasional? Pekerja Tekstil Minta Segera Diselamatkan

Oleh : Herry Barus | Senin, 12 Agustus 2019 - 15:05 WIB

Produksi Tekstil (Ilustrasi)
Produksi Tekstil (Ilustrasi)

INDUSTRY.co.id -  Jakarta-Ribuan tenaga kerja tekstil berharap dapat kembali bekerja di perusahaan-perusahaan yang telah merumahkannya dan jutaan lainnya berharap pemerintah segera menyelamatkan industritekstil dan produk tekstil nasional (TPT).

Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil  Seluruh Indonesia (IKATSI) Suharno Rusdi mempertegas bahwa kondisi industri TPT saat ini sedang sekarat sehingga perlu perhatian pemerintah.

 Berdasarkan laporan anggota IKATSI diberbagai daerah, PHK yang terjadi disebabkan stok hasil produksi diperusahaan sudah lebih dari 3 bulan tidak dapat terjual sehingga banyak perusahaan modal kerjanya tertahan dan tidak dapat membeli bahan baku. “Barang impor membanjiri pasar, produsen lokal tidak dapat jual, tidak ada pesanan” jelas Harno, Senin (12/8/2019)

 IKATSI meminta pemerintah segera turun tangan menyelamatkan industri yang berperan sebagai penyerap tenaga kerja dan penghasil devisa bersih bagi negara. “Ada sekitar 3 juta tenaga kerja disektor tekstil yang harus segera diselamatkan” tegasnya.

 Wakil Sekretaris Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat, Rizal Tanzil mengkonfirmasi bahwa memang tengah terjadi gelombang PHK di industri teksti Jawa Barat khususnya di wilayah Bandung Raya. “Laporan dari anggota kami per Juli kemarin, total sudah 36 ribu karyawan yang dirumahkan” jelasnya.

 Pemberhentian tenaga kerja ini sebagai imbas upaya perusahaan untuk bisa bertahan dengan cara menurunkan produksi. “Saat ini banyak perusahaan yang tingkat utilisasinya hanya 30% hingga 40% saja bahkan beberapa sudah ada yang stop produksi seluruhnya terutama IKM” tambahnya.

 API Jawa Barat meminta pemerintah segera mengambil tindakan penyelamatan untuk mempertahankan eksistensi sektor TPT di Jawa Barat.

 Stop Impor

 Menyikapi kondisi tersebut, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) meminta pemerintah untuk tidak memberikan ijin impor baik melalui API-U maupun API-P.Sekretaris jenderal APSyFI, Redma Gita Wirawasta menyatakan bahwa membanjirnya barang impor dengan harga murah menjadi biang keladi keterpurukan industri TPT nasional. “Ijin impor ditutup saja dulu, kecuali impor bahan baku untuk kepentingan ekspor yang melalui Kawasan Berikat(KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)” tegas Redma.

 Redma menjelaskan bahwa keterpurukan kondisi industri TPT khususnya di sektor produksi kain sudah berimbas pada melemahnya permintaan terhadap benang dan serat. “Gara-gara impor ini industri TPT dari hulu ke hilir jadi terpuruk, hanya garment yang berorientasi ekspor saja yang masih tumbuh” jelas Redma.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Aiko Senosoenoto dari Eki Dance Company (Foto Amz)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 15:00 WIB

Komunitas, Jadi Salah Satu Alternatif Pengembangan Seni Tari di Indonesia

Tumbuhnya berbagai komunitas, termasul komunitas tari, menjadi salah salah satu titik penting dalam jejaring kesenian di Indonesia. Ketika banyak negara lain masih berkutat dalam sekolah seni,…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:48 WIB

Pasar Modal Tingkatkan Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan terus mengarahkan agar industri Pasar Modal lebih berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendukung ekspor dan subtitusi impor, serta membuka lebih…

Sentra bawang merah

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:42 WIB

DPR: Ekosistem Pengelolaannya Tersistematis

Jakarta - Meningkatnya Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang disumbangkan sektor pertanian pada Triwulan II- 2019 merupakan tanda makin tersistematisnya ekosistem pengelolaan usaha agraris di…

Ilustrasi Sawah (Dok. Kementan)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:34 WIB

Kementan Mampu Membuat Ekspor Melesat

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) telah membuktikan capaian swasembada pangan melalui kemajuan ekspor selama periode Mentan Amran Sulaiman.

Mba Tutut (Foto Amz)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:00 WIB

Tutut Soeharto: YHK dan YDGRK Terus Berbakti untuk Indonesia

Dua Yayasan yang dulu pernah didirikan oleh keluarga mantan Presiden RI ke 2, HM. Soeharto yakni Yayasan Harapan Kita (YHK) dan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) sama sama berulangtahun,…