INDUSTRY.co.id - Jakarta-Dengan terjaringnya operasi tangkap tangan ( OTT ) 11 orang terduga terkait dengan Impor bawang putih baru-baru ini , Almisbat sudah lama mengingatkan dan mengeritik kebijakan dan praktek importasi bawang putih yang sebelum terjadinya OTT sering menimbulkan gejolak harga di pasar dan konsumen sehingga meyumbang inflasi periode Maret – April 2019 Bahkan untuk kasus tingginya harga bawang putih tersebut Almisbat sudah melaporkan ke KPPU mengenai dugaan rekayasa harga dan kartel.

Advertisement

 Anggota Dewan Pertimbangan Almisbat , Syaiful Bahari, Jumat (9/8/2019) memberi apresiasi kepada KPK yang cepat tanggap membongkar kasus suap dan permainan kuota bawang putih sehingga konsumen dirugikan. Suap yang dilakukan pengusaha untuk memuluskan ijin memperoleh kuota impor bawang putih. 

 Diharapkan kasus OTT ini bisa menjadi pintu masuk bagi KPK untuk membongkar secara menyeluruh tidak hanya kasus suapnya saja tetapi juga sumber peraturan yang memberi peluang kepada para pihak untuk melakukan korups. Semakin peraturan diperketat maka peluang pengusaha untuk mendapatkan ijin impor secara terbuka dan fair semakin kecil, Akhirnya banyak importir mencari jalan tikus untuk bisa mendapatkan kuota termasuk menyuap para pejabat negara yang mempunyai akses langsung penerbitan ijin Impor.

Advertisement

 Bawang Putih menjadi bancakan Nasional karena keuntungannya menggiurkan jadi banyak pengusaha tergiur bermain di Bawang Putih, Sebenarnya harga bawang putih yang sempat tembus Rp 80 ribu Per kilo jika dihitung dari modal impor sebesar  Rp 14 Ribu dapat dijual dibawah Rp 20 Ribu, Tapi harga sengaja direkayasa Rp 25 Ribu sampai Rp 35 Ribu Sehingga konsumen dipaksa membeli dengan harga tidak wajar.

 Ini juga bisa sebagai momentum bagi Pemerintahan Jokowi Periode kedua untuk mencabut atau merevisi semua peraturan yang memberi ruang bagi suburnya praktek KKN , Monopoli dan Kartel karena ketiga perilaku tersebut berakibat pada korupsi.

Advertisement

 

 

Advertisement