INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan inovasi teknologi di sektor industri. Hal ini dilakukan guna memenangkan industri nasional dalam persaingan global.
Menurut Global Competitiveness Index tahun 2018 yang dirilis oleh World Economic Forum, Indonesiaberada pada posisi ke 45 dari 140 negara. Salah satu komponen yang diteliti dalam index tersebut adalah kapabilits inovasi, dimana Indonesia mendapatkan skor 37 dan bertengger di posisi 68.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara mengatakan, di era Industry 4.0, inovasi litbang menjadi kegiatan unggulan yang akan menghasilkan kreatifitas dalam produksi untuk menghasilkan bahan baku yang mampu mendorong daya saing industri.
"Dengan melihat inovasi litbang menjadi penting, maka apresiasi kepada pelaku litbang harus kita bangun," kata Ngakan di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (7/8).
Ditambahkan Ngakan, untuk meningkatkan motivasi berinovasi bagi institusi litbang, BPPI telah melakukan kegiatan Litbang Unggulan dengan tujuan mendapatkan hasil litbang terbaik yang memiliki kontribusi dalam menjawab permasalahan industri, meningkatan nilai tambah bagi komoditi domestik, dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
"Tahun lalu kita sudah adakan lomba peneliti, dan sudah dipetakan oleh juri. Ada 20 perseta dan terjaring 6 yang kita anggap sebagai litbang unggulan," terangnya.
Adapun keenam hasil litbang terbaik, yaitu Balai Riset dan Standarisasi (Baristand) Industri Medan dengan judul "Rekayasa dan Rancang Bangun Heavy Duty Coupling Produk Industri Kecil Menengah untuk Pabrik Kelapa Sawit". Balai Besar Kerajinan dan Batik dengan mendapatkan 2 hasil litbang terbaik, yaitu "Perancangan Aplikasi Pembeda Produk Batik dan Tiruan Batik menggunakan Tensor Flow, Batik Analyzer".
Selanjutnya, Balai Besar Kimia Kemasan dengan judul "Antioksidan dan Wound Healing dari Ekstraksi Spirulina sp sebagai Bahan Sediaan Kosmetik". Balai Besar Pulp dan Kertas dengan judul “Furfural dari Proses Pembuatan Pulp”, dan Balai Besar Tekstil dengan judul "Xanthan Gum dari Xanthomonas Campestris Sebagai Pengental Untuk Aplikasi Proses Pencapan Tekstil".
Ngakan berharap melalui penghargaan ini dapat memotivasi para inventor lain untuk terus berkarya dan menumbuhkan semangat nasionalisme. "Dengan penghargaan ini dapat memacu semangat mereka untuk berkarya lebih bagus lagi. kedepan kita akan terus ciptakan ekosistem inovasi yang lebih baik pada masa yang akan datang," tutupnya.