INDUSTRY.co.id - Jakarta - Akhir-akhir ini kondisi kualitas udara di kota besar di Indonesia menurun. Sampai dengan akhir Juli ini, data AirVisual menunjukkan bahwa Air Quality Index (AQI) Jakarta mencapai 184 atau tidak sehat (151-200). Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan polusi terparah.

Advertisement

Polusi udara merupakan ancaman kesehatan di banyak negara. Salah satu penyebab meningkatnya polusi udara, salah satunya adalah dikarenakan mobilitas masyarakat perkotaan yang kini semakin kompleks dan dinamis sehingga mempengaruhi perubahan lingkungan.

Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSUP Persahabatan mengungkapkan bahwa tingginya jumlah kendaraan bermotor di perkotaan menyebabkan masyarakatnya memiliki konsekuensi terpapar polutan berbahaya, dari gas emisi kendaraan maupun partikel debu di jalanan.

Advertisement

"Gas emisi kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber polusi udara tertinggi di Jakarta. Konsekuensi inilah yang menyebabkan masyarakat kota Jakarta dan perkotaan lainnya perlu melakukan upaya pencegahan yang tepat dari dampak kualitas udara yang buruk," jelas dr. Agus di Jakarta baru-baru ini.

Penggunaan respirator dan masker kata dr. Agus merupakan hal yang penting sebagai upaya untuk melindungi diri dari paparan partikel yang dapat menurunkan kondisi kesehatan tubuh.

Advertisement

"Kami sebagai praktisi kesehatan pun senantiasa menghimbau masyarakat memakai respirator atau masker yang tepat untuk perlindungan maksimal setiap saat, baik di dalam maupun di luar ruangan," ujarnya.

Dalam hal ini penggunaan respirator dan masker seharusnya sudah menjadi kebiasaan dalam perlindungan sehari-hari. Respirator dan masker harus memiliki filtrasi atau penyaring debu, kotoran dan partikel.

Advertisement

"Oleh karenanya, sangat penting bagi masyarakat untuk memilih respirator dan masker yang filternya disesuaikan dengan kondisi dan kegiatan mereka, baik saat berada di dalam maupun luar ruangan," tutup Dr. dr. Agus.