Wisata Halal Keunggulan Sumatera Barat

Oleh : Herry Barus | Selasa, 06 Agustus 2019 - 12:00 WIB

Rumah Gadang Minang Sumatera Barat (Foto Ist)
Rumah Gadang Minang Sumatera Barat (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Padang- Wisata halal merupakan sebuah keuntungan bagi Sumatera Barat karena punya target pasar yang jelas dengan potensi mencapai 30 juta orang setahun.

"Bisa mengambil 5 persen saja dari potensi itu akan sangat luar biasa bagi Sumbar," kata narasumber dari Kementerian Pariwisata, Tazbir saat Bimbingan Teknis Sinkronisasi Promosi Pariwisata di Pasar Eropa di Padang, Senin, (5/8/2019)

Menurutnya wisata halal itu artinya bisa memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim untuk bisa beribadah di tempat-tempat wisata atau pusat kuliner yang telah tersertifikasi.

Keunggulan wisata halal itu jelas bahwa makanan di hotel atau pusat kuliner itu higienis karena konsep halal itu juga menuntut kebersihan.

Kemudian tidak bercampur dengan makanan non-halal baik tempat penyimpanan maupun perlengkapan memasaknya. Sehingga tetap terjaga kehalalannya.

Tempat berwudhu dan bersuci termasuk toilet di destinasi itu bersih. Jika kotor dan jorok berarti belum bisa masuk dalam konsep halal.

Harga yang harus dibayarkan oleh wisatawan juga dipastikan sesuai dengan harga jasa atau barang karena dalam konsepnya dalam Islam harga modal dan harga jual itu harus wajar.

"Intinya semua yang terbaik yang bisa didapatkan wisatawan ada dalam konsep wisata halal. Ini kan sangat menguntungkan wisatawan, tinggal bagaimana menjualnya," kata Tazbir..

Karena itu ia bingung mengapa wisata halal itu malah jadi polemik di Sumbar bahkan dianggap sebagai sebuah kekurangan yang bisa merugikan pariwisata.

"Jangan terjebak dalam polemik yang tidak bermanfaat sementara negara lain sudah jauh di depan kita. Bahkan Jepang dan Korea sudah lebih terdepan dalam konsep wisata halal ini," katanya.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar Maulana Yusran  seperti dilanisir Antara menyebut banyak pihak terjebak dalam persepsi yang salah tentang wisata halal dengan mengidentifikasinya sebagai wisata syariah.

Padahal wisata halal itu memberikan akses kepada wisatawan muslim untuk menunaikan ibadah. Sementara untuk wisatawan non muslim, tidak dipaksa pula harus berlaku sesuai syariah Islam. Mereka tetap bisa mengkonsumsi makanan atau minuman sesuai keinginan mereka.

"Jadi wisata halal itu bukannya membatasi wisatawan non-muslim tidak boleh mengkonsumsi minuman beralkohol di Sumbar. Mungkin tempatnya yang disesuaikan," katanya.

Ia berharap ke depan ada kesamaan persepsi antara semua pihak terkait wisata halal tersebut agar tidak terjebak pada persepsi yang sempit.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelukis Seruni Bodjawati (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 12:00 WIB

Perempuan-Perempuan Menggugat Karya Pelukis Seruni Bodjawati

Ternyata seni lukis juga menjadi catatan sejarah perjalanan perjuangan kaum perempuan. Hak itu dibuktikan oleh pelukis Seruni Bodjawati dalam pameran tunggalnya yang berlangsung mulai 21- 31…

Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:59 WIB

Kualitas dan Harga Jagung Lokal Lebih Bagus

Jakarta - Pengamat Ekonomi Politik Pertanian Universitas Trilogi, Muhamad Karim menilai harga jagung lokal lebih bagus dibandingkan harga jagung impor adalah wajar. Pasalnya, saat ini jagung…

Sarang burung walet (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:57 WIB

Kementan Kawal Ekspor Sarang Burung Walet Jateng

Semarang - Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengajak para pelaku usaha sarang burung walet (SBW) di Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas produksinya agar dapat mengambil peluang…

Menteri Rini: BUMN Ikut Cetak Atlet Muda Kelas Dunia

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:30 WIB

Menteri Rini: BUMN Ikut Cetak Atlet Muda Kelas Dunia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mendorong BUMN terus berkontribusi untuk memajukan olahraga di Tanah Air melalui pembinaan atlet-atlet dan berbagai program pemberdayaan.

Galaxy Note 10+ (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:11 WIB

Samsung Resmi Meluncurkan Galaxy Note 10 dan 10+ Untuk Pasar Indonesia

Kekuatan performance, keindahan desain, kemampuan untuk berkreasi, dan fitur produktivitas dukung pengguna dalam berbagai pekerjaan dan passion yang mereka lakukan bersamaan.