Pelita Samudra Shipping Raih Kontrak Pengangkutan Batu Bara Senilai US$12 Juta

Oleh : Herry Barus | Senin, 05 Agustus 2019 - 11:00 WIB

Kapal pengangkut batu bara (ist)
Kapal pengangkut batu bara (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarata-PT Pelita Samudera Shipping Tbk (“Perseroan”, “PSS”, kode IDX: PSSI) setelah sukses mengawali semester II/2019 dengan meraih kontrak jangka panjang sebesar US$15.7 juta, PSSI kembali meraih kontrak pengangkutan dan pemindahmuatan batubara senilai US$12 juta.

Perpanjangan kontrak senilai US$12 juta dengan 2 perusahaan tambang batubara di area Kalimantan, mengikuti kesuksesan sebelumnya dengan perusahaan tambang batubara PT Jembayan Muarabara dan LG International/PT Ganda Alam Makmur.

Kontrak pertama selama 3 tahun dengan PT Marunda Graha Mineral dari jasa terintegrasi Floating Loading Facility (FLF) dan kapal tunda dan tongkang (Tug dan Barge) dari daerah Bangkuang, Kalimantan Tengah ke area Taboneo, Kalimantan Selatan. Minimum garansi kontrak volume sekitar 1.3 juta metrik ton per tahun. Perpanjangan selama 3 tahun ini membuktikan PSSI sebagai provider transportasi logistik yang terpercaya dari PT Marunda Graha Mineral.

Kontrak jangka panjang kedua selama satu tahun juga dengan LG International perusahaan berbasis di Korea yang bekerja sama dengan perusahaan tambang batubara domestik PT Batubara Global Energy. Ini adalah kontrak kerjasama PSSI kedua di 2019 dengan LG International dari jasa terintegrasi FLF dan Tug dan Barge (TNB) di area Kalimantan Timur. Kontrak yang pertama dari jasa Tug dan Barge (TNB) di beberapa pelabuhan pemuatan, juga di area Kalimantan Timur. Minimum garansi kontrak volume sekitar 1.7 juta metrik ton. Kontrak kerjasama kedua ini juga membuktikan tingginya kepercayaan LG International terhadap kinerja PSSI di industri pengangkutan batubara. 

 

 

Pertumbuhan pendapatan PSSI dari kinerja keuangan non-audit per 30 Juni 2019 naik sebesar 16% menjadi US$36.1 juta dari US$31.1 juta per 30 Juni 2018. Mengantongi kontrak baru di awal semester II/2019 senilai hampir US$28 juta (setara hampir 390 milyar rupiah), Perseroan sangat optimis utilisasi akan meningkat, dengan outlook di semester kedua dimana target pendapatan mengalami kenaikan dari semester pertama dari semua lini bisnis.

Tentang PT Pelita Samudera Shipping Tbk.

Perusahaan jasa angkutan laut yang terkemuka di Indonesia selama 12 tahun terakhir untuk pengangkutan dan pemindahmuatan batubara terintegrasi yang menyediakan fasilitas kapal tunda dan kapal tongkang (tugs and barges), fasilitas muatan apung (Floating Loading Facility), fasilitas bongkar muat apung (Floating Crane) dan kapal kargo curahMother Vessel handymax dan supramaxsecara terintegrasi yang memberikan value added kepada para konsumen. Perseroan sebagai pelopor di fasilitas muatan apung dimana seluruh operasi didukung oleh ISO Management System9001:2015 Total Quality Management, ISO 14001:2015 Environmental Management System, serta OHSAS 18001:2007 Occupational Health and SafetyAssessment Series.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Danone-AQUA raih Penghargaan Industri Hijau

Senin, 16 Desember 2019 - 16:41 WIB

15 Pabrik Danone-AQUA Raih Penghargaan Hijau 2019 dari Kemenperin

Danone-AQUA mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2019 melalui 15 pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas upaya Danone-AQUA yang secara aktif dan bijak menggunakan…

Fadel Muhammad berbincang dengan Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Maulana.

Senin, 16 Desember 2019 - 16:24 WIB

Crowdfunding Bisa Danai UKM di Pasar Modal

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan untuk go publik. Kelebihannya, perusahaan yang sudah jadi emiten sebutan yang sudah listing di pasar modal, akan diawasi banyak orang.

Kolaborasi EXSPORT x Shane Tortilla Bag

Senin, 16 Desember 2019 - 15:43 WIB

Exsport Ajak Remaja Perempuan Untuk Jadi Diri Sendiri Lewat Kolaborasi Exsport X Shane Tortilla

EXSPORT x Shane Tortilla Bag menggambarkan ekspresi remaja wanita saat ini dengan desain yang colorful dalam tas jenis sling bag dan totebag.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.