BKPM: Investasi Asing Cara Paling Mudah Mendorong Pertumbuhan

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 03 Agustus 2019 - 08:00 WIB

Thomas Lembong Kelapa BKPM (Foto Dok Industry.co.id)
Thomas Lembong Kelapa BKPM (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) Thomas Lembong memperkirakan bahwa peluang investasi asing di industri yang mendukung perkembangan ekonomi digital akan lebih dimudahkan selama masa kepemerintahan Presiden Jokowi yang kedua.

Hal ini dikemukakan dalam sebuah perbincangan podcast bersama dengan editor regional Oxford Business Group untuk Asia, Patrick Cooke. Thomas Lembong juga mengungkapkan bahwa Indonesia sedang mengalami perkembangan ekonomi digital yang sangat fantastis.

“E-commerce, pariwisata, dan lifestyle merupakan tiga mesin penggerak perekonomian baru di Indonesia yang telah mengambil alih peran komoditas minyak sawit dan mineral, dan ketiganya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan PDB tahunan di atas 5%. Sektor-sektor yang mendukung mesin pertumbuhan baru ini, seperti transportasi dan logistik, diperkirakan akan dibuka lebih luas untuk investasi asing, ”kata Lembong.

Perbincangan podcast ini dilakukan di kantor pusat BKPM, Jakarta saat Patick Cooke berkunjung ke ibu kota untuk bertemu dengan sejumlah mitra perusahaan dan melakukan penilaian terhadap iklim bisnis di dalam negeri seusai Pemilu 2019 dan terpilihnya kembali Joko Widodo sebagai kepala negara.

Akrab disapa Jokowi, Presiden telah berjanji untuk mendorong perkembangan infrastruktur selama lima tahun ke depan dan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia serta meningkatkan lingkungan usaha. Dalam kabinet Jokowi berikutnya, Presiden ingin memiliki orang-orang yang beliau sebut sebagai implementer (pelaksana) dan executors (eksekutor). Selama masa jabatan pertamanya, Presiden Jokowi juga telah menerbitkan 16 paket kebijakan ekonomi. Paket kebijakan yang terbaru telah diterbitkan pada November 2018 lalu dan diharapkan akan membuka lebih banyak kesempatan bagi investor asing untuk masuk ke Indonesia. Lebih lanjut, sektor pendidikan perguruan tinggi akan dibuka lebih luas untuk investasi asing dengan harapan dapat mendukung misi pemerintah dalam mengatasi kurangnya SDM terampil di Indonesia.

“Peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan paparan internasional dapat membuahkan begitu banyak manfaat bagi Indonesia. Hal ini sangat sederhana, namun penerapannya cukup menantang. Di sinilah Indonesia akan membutuhkan bantuan dari para pakar teknologi yang dapat membawa perubahan serta para generasi muda idealis yang akan menjadi PNS, gubernur, walikota, dan camat di masa depan untuk mencapai tujuan negara. ” ujar Thomas Lembong dalam perbincangan podcast ini.

Saat pertama kali terpilih sebagai kepala negara pada tahun 2014, Presiden Jokowi menargetkan kenaikan PDB tahunan sebesar 7%. Sayangnya, pertumbuhan perekonomian dalam negeri hanya mencapai sekitar 5% selama masa jabatan pertamanya. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kepada Dewan Perwakilan Rakyat bahwa potensi pertumbuhan PDB tidak akan melebihi 5,5% tanpa adanya reformasi struktural.

“Mempertahankan pertumbuhan PDB 5% merupakan perkara mudah, tetapi bagaimana kita bisa tingkatan hingga 7%? Masalah ini cukup sederhana, namun rumit pula. Membuka kesempatan investasi asing di lebih banyak sektor merupakan cara yang sangat mudah untuk mendorong reformasi ekonomi. Awalnya mungkin ada beberapa pihak yang cenderung proteksionis atau nasionalis, tetapi nantinya semua akan merasakan manfaat saat investasi asing membanjiri Indonesia. Ironisnya, pihak-pihak yang awalnya sangat proteksionis dan menolak investasi asing justru adalah pihak-pihak yang paling pertama kali menerima investasi asing dalam jumlah besar karena mereka dibanjiri oleh tawaran dari berbagai investor mancanegara, ” ujar Thomas Lembong kepada OBG.

Ke depannya, Thomas Lembong optimistis bahwa Indonesia akan mampu berkembang pesat menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia yang didukung oleh kemunculan berbagai wirausahawan berbakat, perusahaan kelas dunia, dan pemimpin inspiratif.

"Kabar baiknya, Indonesia memilki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan dengan mudah... Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan unicorn seperti Tokopedia, Traveloka, Go-Jek, dan Grab telah membawa perubahan besar dalam industri ritel dan transportasi, tetapi saya meyakini bahwa ini hanyalah sebagian kecil dari potensi Indonesia sesungguhnya yang belum terealisasikan, ”kata Lembong.

Oxford Business Group menyediakan berbagai produk dan layanan intelijen bisnis multimedia di Indonesia dan negara berkembang lainnya yang memiliki potensi tinggi di seluruh dunia. The Report: Indonesia 2020, yang akan dirilis pada kuartir keempat tahun 2020, membahas beragam perkembangan sektor-sektor utama yang menggerakkan perekonomian dalam negeri seperti energi, infrastruktur, pariwisata, ekonomi digital, sumber daya manusia, dan banyak lagi.

 

Tentang Oxford Business Group

Oxford Business Group (OBG) merupakan sebuah perusahaan riset dan konsultasi global yang hadir di lebih dari 30 negara dari Timur Tengah, Afrika, Asia, hingga Amerika. OBG merupakan penyedia intelijen on-the-ground khusus dan terpercaya yang menyediakan informasi penting mengenai negara-negara yang sedang mengalami perkembangan pesat dalam rangka menyediakan wawasan mengenai peluang investasi yang menguntungkan serta membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan.

Melalui beragam produk seperti Economic News and Views, OBG Business Barometer - CEO Survey, OBG Events and Conferences, Global Platform - exclusive video interviews, The Report, serta divisi Konsultasi, OBG menyediakan analisis yang komprehensif dan akurat mengenai perkembangan ekonomi makro dan sektoral.

OBG menyediakan layanan intelijen bisnis kepada pelanggannya melalui berbagai platform, termasuk kepada 6 juta pelanggan langsung yang diverifikasi, lebih dari 1,2 juta pelanggan Dow Jones Factiva, 325.000 pelanggan Bloomberg Professional Services, 300.000 pelanggan Refinitiv (sebelumnya Thomson Reuters), dan masih banyak lagi.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Singapore Airlines (SIA) Grup (Foto Ist)

Minggu, 25 Agustus 2019 - 09:00 WIB

SIA-BCA Travel Fair 2019 Tawarkan Harga dan Paket Perjalanan Menarik

Singapore Airlines (SIA) bersama Bank Central Asia (BCA) kembali menyelenggarakan Singapore Airlines – BCA Travel Fair 2019 pada tanggal 23 – 25 Agustus 2019. Travel fair ini akan diselenggarakan…

Petani santri milenial

Minggu, 25 Agustus 2019 - 08:13 WIB

Dorong Kerjasama Program Santri Tani dan OPOP

Surabaya - Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), sekaligus koordinator OPOP Training Center, Mohammad…

Kepala Badan Karantina Kementan di Sumbar

Minggu, 25 Agustus 2019 - 07:43 WIB

Sumbar Ekspor Cangkang Sawit Ke Jepang

Padang -  Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melepas 22,8 ribu ton produk turunan sawit asal Sumatera Barat. Produk turunan sawit  masing-masing minyak sawit…

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo di UGM

Minggu, 25 Agustus 2019 - 07:24 WIB

BNI Syariah Dorong Kedaulatan Pangan Melalui Ekonomi Syariah

Jogjakarta - BNI Syariah berusaha mendorong kedaulatan pangan. Salah satunya dilakukan dengan partisipasi bank di acara Seminar Nasional Hasil Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian yang diadakan…

Pigijo.com (FotoDok Industry.co.id)

Minggu, 25 Agustus 2019 - 07:00 WIB

.Pigijo.com Membangun Kerjasama dengan Ikatan Motor Indonesia

Pigijo.com bekerjasama dengan Ikatan Motor Indoensa (IMI) melakukan perilisan IMI Travel Planner di acara JAMBORE NASIONAL IKATAN MOTOR INDONESIA di Lombok tanggal 23 – 25 agustus 2019.