Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Industri Sawit Indonesia

Oleh : Kormen Barus | Rabu, 31 Juli 2019 - 14:36 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Pemerintah memastikan keberlanjutan industri sawit di Indonesia. Meski saat ini banyak tantangan terutama dari sisi eksternal, sejumlah langkah telah dan akan terus dilakukan untuk mempertahankan komoditas yang memiliki peran penting bagi perekonomian tanah air ini.

“Sektor kelapa sawit telah terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan,” tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Seminar bertajuk Menciptakan Industri Sawit yang Berkelanjutan, Rabu (31/7), di Jakarta.

Data mencatat, total nilai ekspor produk sawit pada 2018 sebesar USD 17,89 miliar dan berkontribusi hingga 3,5% terhadap Produk Domestik Bruto. Dalam sektor ketahanan energi, penerapan kebijakan mandatori biodiesel dalam kurun waktu Agustus 2015 hingga 30 Juni 2018 mencatatkan penghematan devisa sebesar USD 2,52 miliar, atau setara Rp30 triliun.

Sebagai industri padat karya, jutaan masyarakat pun bergantung pada sektor kelapa sawit. Industri perkebunan sawit mampu menyerap hingga 4,2 juta tenaga kerja langsung dan 14,3 juta tenaga kerja tidak langsung, Sementara kebun sawit yang dikelola petani swadaya mampu menyerap 4,6 juta orang.

Selain itu, sejak tahun 2000 sektor kelapa sawit Indonesia membantu 10 juta orang keluar dari garis kemiskinan karena faktor-faktor yang terkait dengan ekspansi kelapa sawit. Setidaknya 1,3 juta orang yang hidup di pedesaan keluar dari garis kemiskinan secara langsung berkat kelapa sawit.

“Daerah-daerah yang dominan kelapa sawitnya memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah dibanding daerah lain. Konteks ini menunjukkan bahwa industri kelapa sawit berkontribusi terhadap pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) 2030. Artinya, kita sejalan dengan dengan program PBB untuk menyejahterakan masyarakat,” terang Menko Darmin.

Kemudian dari sisi produktivitas, kelapa sawit mampu memproduksi 6-10 kali dibandingkan minyak nabati lainnya. Sebagai perbandingan, Soybean memiliki produktivitas 0,4 ton/ha, Sunflower 0,6 ton/ha, Rapseed Oil 0,7 ton/ha, sementara Kelapa Sawit 4 ton/ha.

Selain itu dibandingkan komoditas perkebunan lainnya, Menko Darmin menganggap kelapa sawit memiliki keunggulan, mengingat sebagian besar dikelola perusahaan besar, maka perkebunan sawit didukung sektor Research and Development (R&D) yang memadai.

“Ini bukan mengenai baik dan benar. Ini masalah keunikan bahwa R&D itu tidak berjalan di komoditas lain seperti karet dan kelapa yang didominasi oleh perkebunan rakyat,” papar Darmin Nasution.

Devisa yang kita peroleh dari ekspor kelapa sawit dan turunannya pun sudah ada pada angka USD 20 Miliar. “Jadi itulah situasinya. Kelapa sawit ini bukan main-main,” sambung Menko Darmin.

Darmin menerangkan, Indonesia telah menerapkan Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Signify Bebas Kemasan Produk Konsumen Bebas Plastik di 2021

Minggu, 07 Juni 2020 - 12:00 WIB

Signify Bebas Kemasan Produk Konsumen Bebas Plastik di 2021

Setiap tahun, delapan juta ton plastik berakhir di lautan, membunuh satu juta burung laut dan mengancam punah kehidupan ratusan spesies laut. Polusi plastik telah menjadi salah satu masalah…

TPA Cipeucang (Foto Dok WartaKota)

Minggu, 07 Juni 2020 - 11:50 WIB

Pemkot Tangsel Harus Bertanggung Jawab Terkait Bau Sampang TPA Cipeucang

Sudah 2 minggu sejak dinding penahan sampah TPA Cipeucang ambrol dan bau sampah menyebar hingga radius 7 kilometer, tidak kata permintaan maaf dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan kepada masyarakat…

Penyerahan Bantuan Alat Kesehatan dan Dukungan Personel Tenaga Medis dari Pangkogabwilhan II Kepada Pangdam V/Brawijaya

Minggu, 07 Juni 2020 - 11:30 WIB

Pangkogabwilhan II Serahkan Bantuan Alkes dan Tenaga Medis di Jatim

Pangkogabwilhan II) Marsda TNI Imran Baidirus, S.E. menyerahkan bantuan Alat Kesehatan (Alkes) dan personel tenaga medis untuk percepatan penanganan Covid-19, kepada Pangdam V/Brawijaya Mayjen…

Rupiah (Foto/Rizki Meirino)

Minggu, 07 Juni 2020 - 11:15 WIB

Apa Sih Maksud Konsep PEN 'Sharing The Pain, Sharing The Burden'? Ini Penjelasan Anak Buah Menkeu

Konsep sharing the pain, sharing the burden atau pembagian beban dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) dijelaskan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) Febrio Kacaribu dalam acara…

Penanganan lumpur lapindo

Minggu, 07 Juni 2020 - 10:47 WIB

Lanjutkan Program Pengendalian Lumpur Sidoarjo, Kementerian PUPR Alokasikan Anggaran Rp 239,7 Miliar

Pada Tahun Anggaran 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan Rp 239,7 miliar untuk penanganan lumpur Sidoarjo dalam rangka meningkatkan pengaliran lumpur ke Kali Porong dan menjaga keandalan tanggul…