Tambah Kapasitas Produksi, Menperin Minta Panasonic Kejar Target Ekspor 10 Juta Unit

Oleh : Ridwan | Rabu, 31 Juli 2019 - 10:20 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Presiden Komisaris PT Panasonic Manufacturing Indonesia Rahmat Gobel
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Presiden Komisaris PT Panasonic Manufacturing Indonesia Rahmat Gobel

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri elektronika di dalam negeri semakin menggeliat seiring peningkatan investasi dan ekspansi yang terealisasi belakangan ini. Salah satunya diwujudkan melalui penambahan kapasitas produksi oleh PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PT PMI).

"Untuk itu, kami mengapresiasi PT PMI atas komitmen dan kontribusi positifnya terhadap kinerja industri elektronika di Tanah Air dengan terus menambah kategori produk baru dan peningkatan kapasitas produksi," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Produksi Perdana AC 2.0 PK dan 2.5 PK serta Peringatan Pencapaian Produksi AC ke-5 Juta Set PT PMI di Jakarta, (30/7) kemarin.

Menurut Menperin, penambahan kapasitas produksi AC Panasonic, selain dapat memenuhi permintaan konsumen domestik, juga diharapkan mampu mengisi pasar ekspor. "Tadi disampaikan kalau target berikutnya adalah ekspor 10 juta unit dalam waktu 20 tahun. Tetapi menurut saya, 20 tahun itu terlalu kelamaan. Kami minta dipercepat menjadi 10 tahun," ujarnya.

Sasaran tersebut bakal mudah tercapai karena didukung dengan perkembangan teknologi terkini dan kompetensi sumber daya manusia industri di Indonesia yang semakin meningkat. "Industri elektronika mempunyai daya ungkit untuk memacu ekspor kita. Apalagi sekarang, industri home appliances di Indonesia semakin kuat, dan tinggal diperdalam lagi struktur manufakturnya," tutur Airlangga.

Menperin mengemukakan, geliat investasi yang terjadi menunjukkan optimisme dari pelaku industri yang melihat Indonesia adalah basis produksi dan pasar yang sangat strategis. Ini tidak terlepas dari upaya pemerintah yang terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui pemberian kemudahan izin usaha serta fasilitasi insentif fiskal dan nonfiskal.

"Melalui penambahan kapasitas produksi ini, kami mendorong PT PMI terus memberikan kontribusi bisnis yang signifikan untuk kawasan ASEAN," ungkapnya. 

Perluasan lini produksi AC di Indonesia ini untuk memenuhi kebutuhan produk AC 2.0 PK dan 2.5 PK yang semula diproduksi di Malaysia. Di samping itu, investasi tersebut merupakan upaya nyata dari kelompok Panasonic GOBEL untuk terus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), yang saat ini telah mencapai sekitar 40% untuk produk AC. Selanjutnya juga mengurangi impor produk jadi AC, yang diperkirakan dapat menekan nilai impor produk serupa hingga Rp300 miliar per tahun.

"Kami pun mengapresiasi terhadap optimalisasi penggunaan komponen lokal bagi setiap lini produksi Panasonic, sehingga tingkat kandungan dalam negeri produknya diharapkan dapat di atas 40% dan dapat memberdayakan produsen komponen lokal," paparnya.

Direktur Unit Bisnis AC Panasonic Jepang, Yoshiaki Sawada menyampaikan, faktor utama keberhasilan PT PMI yang telah mencapai produksi AC ke-5 juta set karena kemampuannya dalam terus menjaga dan meningkatkan kualitas AC Panasonic sehingga mendapatkan penghargaan tinggi dari konsumen.

Unit bisnis AC PT PMI yang berdiri sejak 45 tahun lalu (1974), saat ini merupakan satu-satunya pabrik AC di Indonesia dengan kemampuan memproduksi secara penuh (full manufacture) dari bahan baku hingga produk jadi. Saat ini telah tersedia produk-produk AC Panasonic ramah lingkungan berbasis refrigerant R32, dan dilengkapi teknologi “nanoeX” dan “nanoe-G” yang sangat baik untuk kesehatan.

Selain produk AC, PT PMI juga memproduksi lemari es, mesin cuci, audio, kipas angin, pompa air, serta mold & die yang secara total menyerap tenaga kerja sebanyak 1.920 orang. Ekspansi pabrik AC ini merupakan rangkaian 60 tahun kerja sama Panasonic Gobel yang akan masuk di tahun 2020.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Budi Hartanto.Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis SUCOFINDO

Sabtu, 16 November 2019 - 06:00 WIB

SUCOFINDO Raih Penghargaan Annual Report Award

PT SUCOFINDO (Persero), meraih penghargaan di ajang Annual Report Award 2018 untuk kategori BUMN Non Keuangan Non Listed Peringkat ke-3 yang diserahkan oleh Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga…

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto,

Sabtu, 16 November 2019 - 05:00 WIB

Panglima TNI Jadi Juri Lomba Memasak Nasi Goreng

Ada hal unik dan menarik pada pelaksanaan Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture Tahun 2019 yaitu “Lomba Memasak Nasi Goreng” yang diikuti oleh para Atase Pertahanan dan…

Atraksi Terjun Payung Meriahkan HUT Ke 74 Korps Marinir

Sabtu, 16 November 2019 - 04:00 WIB

Atraksi Terjun Payung Meriahkan HUT Ke 74 Korps Marinir

Atraksi terjun payung free fall memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Korps Marinir tahun 2019 di lapangan apel Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Jumat (15/11/2019).

Lintasarta meraih penghargaan Frost & Sullivan: Asia Pacific Best Practices Award 2019

Jumat, 15 November 2019 - 21:01 WIB

Lintasarta Sabet Penghargaan Internasional Cloud Infrastructure Services Provider of The Year

Singapura: Lintasarta meraih penghargaan Frost & Sullivan: Asia Pacific Best Practices Award 2019 untuk kategori “Indonesia Cloud Infrastructure Services Provider of the Year”. Penganugerahan…

Founder & CEO PT Kuliner Anak Indonesia, Gunawan dan Business Development Director Ayam Legit, Indra Putranto (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 November 2019 - 20:38 WIB

Bisnis Kuliner Kian Melejit, KAI Hadir Dengan Brand Baru Ayam Legit

Bisnis food and baverage kian melejit di era yang serba digital ini. Apalagi dibantu dengan adanya sinergi antara pemilik restoran dan penyedia layanan food delivery dari transportasi online.…