INDUSTRY.co.id - Semarang - Jahe (Zingiber Offcinale) merupakan salah satu tanaman obat prioritas binaan Direktorat Jenderal Hortikultura. Selain dapat dikonsumsi sebagai bumbu masak, tanaman ini juga dibutuhkan sebagai bahan baku industri jamu, minuman instan dan sebagai komoditas eskpor. Jahe dengan kandungan minyak atsiri zingiberen berkhasiat mengurangi perut kembung dan gejala masuk angin, meredakan batuk, sekaligus obat luar untuk keseleo dan rematik.
“Untuk memenuhi tingginya permintaan, selain menanam dalam kawasan hamparan, jahe bisa juga ditanam secara tumpang sari dengan komoditas pertanian lainnya seperti cabai, jagung manis dan kopi. Selain itu, menanam dalam bagor atau karung bisa menjadi solusi,” ujar Kasubdit Tanaman Obat, Wiwi Sutiwi dalam bimbingan teknologi jahe dalam bagor (karung) yang diselenggarakan di Semarang beberapa hari lalu.
Dirinya menambahkan, maksud dan tujuan dilakukan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani jahe maupun petugas lapang di sentra jahe Jawa Tengah, yaitu dari Semarang, Boyolali, Purworejo, Karanganyar, Rembang, Cilacap dan Wonogiri.
Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah, Suryo Banendro mendukung secara penuh program pengembangan obat khususnya jahe.
“Selain APBN, kami juga mengalokasikan APBD untuk menerapkan Good Agriculture Practices (GAP) serta budidaya secara organik supaya menghasilkan produk aman konsumsi serta ramah lingkungan sehingga diterima oleh pasar domestik maupun ekspor," ujarnya.