INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pengembang kenamaan terbesar di Sydney, Crown group bakal membangun hunia vertikal mewah di Ancol. Proyek hunian vertikal ini akan menjadi satu-satunya proyek hunian di Jakarta yang memiliki akses langsung ke pantai dan laut Jawa.
Proyek hunian vertikal mewah yang dirancang oleh Koichi Takada ini terinspirasi dari keindahan kepulauan Wayag di Papua. Dibangun di atas lahan seluas 4,7 hektar dengan konsep Luxury Water Front Living, hunian vertikal ini merupakan perwujudan dari kawasan waterfront Sydney yang terkenal di dunia seperti darling harbour dan circular quay.
CEO Crown Group, Iwan Sunito mengatakan, ini merupakan proyek hunian vertikal pertama yang akan dibangun oleh Crown Group di luar Australia.
"Hunian vertikal ini merupakan salah satu proyek hunian dengan tingkst persiapan terumit yang pernah kami hadapi selama sejarah berdirinya Crown Group," kata Iwan di Jakarta, Senin (29/7).
Proyek mewah ini nantinya akan terdiri dari 8 (Delapan) menara, dimana salah satunya akan menjadi rumah bagi hotel bintang lima dan berdiri tepat di bibir pantai Ancol. "Bahkan, desain awalnya saja sudah menyiratkan bahwa ini merupakan hunia vertikal kelas dunia. Dan perlu juga diingat bahwa proyek ini memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja hingga 5,000 pekerja dalam kurun waktu 8 tahun," jelas Iwan.
Dijelaskan Iwan, proyek hunian vertikal ini merupakan bagian dari proyek strategis global Crown Group. Ia mengaku bahwa secara global, Crwon Group akan membangun 4 (Empat) proyek hunian baru di 3 negara.
"Khusus di Indonesia, proyek di kawasan Ancol ini hanya satu dari beberapa proyek hunian yang akan kami kerjakan dalam beberapa tahun kedepan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Iwan mengatakan, pihaknya juga sedang menyiapkan proyek lain di atas lahan seluas 12 hektar yang nantinya akan mampu mengakomodir sekitar 6.000 unit apartement. "Tentu saja secara konsep akan berbeda dengan proyek hunian vertikal di Ancol karena akan lebih mengusung konsep yang lebih kompak dengan fleksibilitas yang tinggi. Dan proyek ini diproyeksikan bagi para first home buyers dan kalangan professional muda yang baru saja membina keluarga," tutup Iwan.
Sementara itu, Indra Utama selaku pemerhati properti mengungkapkan antusiasme-nya ketika mendengar untuk kali pertama rencana pembangunan proyek hunian vertikal ini. Menurutnya, menara ini akan menjadi pusat perhatian baru bagi setiap pilot yang akan mendaratkan pesawatnya di Bandara Soekarno Hatta.
"Ini adalah sebuah proyek ikonik yang akan membuat Jakarta semakin dikenal di manca negara. Apalagi, kita semua kenal dengan reputasi Crown Group dalam membangun properti berkelas di Australia," terang Indra.
Indra optimis proyek hunia vertikal ini akan menjadi sebuah proyek strategis yang dibutuhkan oleh Kota Jakarta dalam upaya bertransformasi menjadi sebuah kota Megapolitan dunia.
"Dan juga perlu diingat adalah potensi pemasukan yang bisa didapatkan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta dalam beberapa tahun kedepan, mengingat ini merupakan proyek kerja sama antara Crown Group dengan PT Pembangunan Jaya Ancol. Dengan momentum terbentuknya pemerintahan baru dan optimisme kalangan pebisnis properti, idealnya proyek ini bisa segera dimulai," katanya.
Senada dengan Indra, Presiden IDN-Global (2017-2019) Mark Gerald Eman mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan salah satu bukti nyata dari fungsi utama Diaspora yaitu, Connecting The Dots.
"Sinergi yang terjadi antara Crown Group dengan PT Pembangunan Jaya Ancol merupakan sebuah sinergi strategis dalam membantu pengembangan kota Jakarta kedepannya. Dimana para Diaspora Indonesia di luar negeri akhirnya 'Pulang Kampung' untuk membangun kota dan negara yang kita cintai bersama ini," ungkap Mark.