Tingkatkan Produktivitas Pertanian Rawa Dengan Membenahi Tata Air

Oleh : Wiyanto | Rabu, 24 Juli 2019 - 09:31 WIB

Tata kelola air (Doc: Kementan)
Tata kelola air (Doc: Kementan)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi menekankan pentingnya pembenahan tata kelola air makro maupun mikro untuk menunjang produktivitas pertanian di lahan tidur seperti rawa dan lebak.

"Pembenahan ini harus dimulai dari perbaikan infrastruktur seperti normalisasi saluran primer, sekunder, tersier, kuarter, serta perbaikan pintu air, gorong-gorong, border, dan lain-lain," ujar Dedi saat membuka Fokus Group Diskusi (FGD) Tata Kelola Infrastruktur Pertanian II di Balai Penelittian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (23/7).

Menurut Dedi, dengan pembangunan Infrastruktur, upaya pemerintah dalam membangunkan lahan tidur akan semakin mudah dan gampang. Apalagi Kementerian Pertanian sendiri saat ini sedang progres menjalankan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

"Upaya selanjutnya adalah mengimplementasikan inovasi teknologi pertanian rawa seperti varietas padi Inpara, pemupukan berimbang, pupuk hayati dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)," katanya.

"Yang tak kalah penting juga sebenarnya pemberdayaan petani rawa baik melalui penyuluhan dan demonstration farm dalam menggarap lahan rawa pertanian," katanya.

Guru besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Prof. Budi Indra Setiawan menjelaskan bahwa secara garis besar tata air makro di lahan rawa nasional ada dua macam. Keduanya masing-masing sistem garpu dan sisrtem sisir.

"Sistem garpu dikembangkan di Kalimantan Selatan, sedangkan sistem sisir dikembangkan di Sumatera Selatan dan Riau," katanya.

Budi mengatakan, secara teknis kedua sistem tata air itu merupakan pengembangan dari sistem handil kearifan lokal masyarakat Banjar di lahan rawa. "Kemudian jika sistem ini diterapkan dengan benar, maka air di lahan rawa bisa dikendalikan dengan baik," katanya.

Kepala Balittra, Hendri Sosiawan Cesa mengatakan bahwa daerah yang sudah menerapkan tata air makro dan mikro ini antara lain ada di Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan. Di sana, lahan yang ada menjadi sentra produksi jeruk dan padi dengan kualitas bagus.

"Petaninya hidup makmur bahkan mereka mampu melaksanaan ibadah haji dan umroh beberapa kali," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung suksesnya program serasi secara masif.

"Dukungan kami antara lain berupa penyelesaian survey investigasi desain (SID), pemeliharaan alsintan termasuk eskavator, dan pengadaan bahan bakar minyak," katanya.

Sekedar diketahui, program serasi sendiri sudah masuk tahap progres panen yang tersebar di beberapa propinsi. Antara lain ada di Kalsel, Sumsel, dan Sulsel. Adapun kegiatan utama dari program ini memfokuskan garapan lahan pada sawah eksisting.

Sedangkan untuk Fokus Group Diskusi ini bertujuan untuk menjaring masukan tentang pengelolaan infrastruktur air, implementasi inovasi teknologi, dan pemberdayaan petani mendukung program serasi. Acara sendiri dihadiri oleh Dinas Pertanian propinsi, Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDMP.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Danone-AQUA raih Penghargaan Industri Hijau

Senin, 16 Desember 2019 - 16:41 WIB

15 Pabrik Danone-AQUA Raih Penghargaan Hijau 2019 dari Kemenperin

Danone-AQUA mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2019 melalui 15 pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas upaya Danone-AQUA yang secara aktif dan bijak menggunakan…

Fadel Muhammad berbincang dengan Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Maulana.

Senin, 16 Desember 2019 - 16:24 WIB

Crowdfunding Bisa Danai UKM di Pasar Modal

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan untuk go publik. Kelebihannya, perusahaan yang sudah jadi emiten sebutan yang sudah listing di pasar modal, akan diawasi banyak orang.

Kolaborasi EXSPORT x Shane Tortilla Bag

Senin, 16 Desember 2019 - 15:43 WIB

Exsport Ajak Remaja Perempuan Untuk Jadi Diri Sendiri Lewat Kolaborasi Exsport X Shane Tortilla

EXSPORT x Shane Tortilla Bag menggambarkan ekspresi remaja wanita saat ini dengan desain yang colorful dalam tas jenis sling bag dan totebag.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.