Pengusaha Ini Membantah Pernyataan Yusril

Oleh : Kormen Barus | Rabu, 24 Juli 2019 - 10:40 WIB

Karna Brata Lesmana (Kedua dari kanan), pengusaha asal Jakarta yang Mengaku Jadi Korban Pembatalan Sertifikat Lahan Miliknya
Karna Brata Lesmana (Kedua dari kanan), pengusaha asal Jakarta yang Mengaku Jadi Korban Pembatalan Sertifikat Lahan Miliknya

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Salah satu penyebab terjadinya masalah pertanahan di Indonesia adalah tak adanya kepastian hukum. Kerap terjadi dalam kasus sengketa lahan, klaim atas bukti kepemilikan yang sah. Jika ini terjadi, biasanya salah satu pihak akan merasakan dirugikan. 

Seperti yang dialami Karna Brata Lesmana. Pengusaha asal Jakarta ini mengaku menjadi korban dari perbuatan Christoforus Richard kala membeli lahan seluas 6 Ha dengan nilai Rp30 miliar yang dibeli dari PT Mutiara Sulawesi pada tahun 2008. Belakangan lahan yang terletak di Desa Ungasan, Badung, Bali ini dibatalkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali. Padahal Karna sudah dinyatakan sebagai pemilik lahan yang sah. 

"Pembatalan sertifikat di keluarkan BPN Bali. Padahal sertipikat tanah telah dibaliknamakan atas nama saya sendiri yakni Karna Brata Lesmana," ujar Karna di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Karna Brata Lesmana , mengatakan, usut punya usut teryata pembatalan itu diduga atas perintah Christoforus di tahun 2012. Karna memaparkan, pembatalan sertipikat tanah miliknya yang diminta Christoforus kala itu sempat tak dihiraukan oleh Kepala BPN Bali. Namun tindakan itu menyebabkan Kepala BPN Bali tersebut dimutasi ke tempat lain. Dari Kepala BPN Bali yang baru itulah akhirnya terbit pembatalan sertipikat atas nama Karna Brata Lesmana.

Pembatalan itu, lanjut Karna, atas dasar putusan Mahkaman Agung Nomor 3280 K/Pdt/2010 tanggal 21 April 2011. Padahal putusan tersebut bukan putusan condemnator alias tidak bisa dieksekusi. Apalagi peryataan itu sudah diperkuat surat dari Pengadilan Negeri Cibinong. “Makanya saya ingin tanah saya dikembalikan karena itu tanah saya yang saya beli,” tandas Karna yang didampingi Roni Pandiangan, SH, kuasa hukumnya. 

Dalam keterangan persnya, Karna menyesalkan peryataan pengacara Christoforus, Yusril Ihza Mahendra yang menyatakan tidak ada korban atau pihak yang merasa dirugikan atas sangkaan Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. 

Menurut Karna, dirinya adalah salah satu pihak yang merasa dirugikan atas perbuatan Christoforus. Selain dirinya, PT Mutiara Sulawesi dan PT Knightbrigde Luxury Development ikut menjadi korban. “Jadi selain saya, ada pihak lain yang merasa dirugikan atas perbuatan Christoforus,” katanya. 

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra kepada media menyatakan tidak ada unsur 'merugikan pihak lain' atas perbuatan Christoforus dalam persoalan sengketa lahan di Bali. Peryataan ini menanggapi putusan Mahkamah Agung yang memvonis Christoforus selama 3 tahun penjara karena dituduh melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. 

Atas kerugian yang dialaminya, Karna mengaku akan melakukan upaya hukum lainnya agar lahan agar persoalan lahan miliknya menjadi clear.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sosial Media (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 05:00 WIB

Pemblokiran Data di Papua dan Papua Barat

Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya, setelah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, Kementerian Komunikasi dan…

Bukti Komitmen Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan

Kamis, 22 Agustus 2019 - 00:12 WIB

LSPR Selenggarakan Uji Kompetensi Wartawan Bali

Bali-wartawan tergabung dari 13 media massa di Bali siap menjalankan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh LSPR-Bali dan ASEAN Public Relations Network (APRN) berkolaborasi…

Pengurus Pusat dan Dewan Pengawas AJPKM

Rabu, 21 Agustus 2019 - 23:52 WIB

Peresmian Asosiasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (AJPKM)

Jakarta-Sebanyak 15 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari 15 perguruan tinggi di Indonesia, mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat…

Semen Indonesia Siap Bersaing di Pasar Regional

Rabu, 21 Agustus 2019 - 23:30 WIB

Sukses Mengakuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Semen Indonesia Kian Kokoh

Jakarta- Meski menghadapi persaingan di pasar semen nasional yang sangat kompetitif, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SMGR mampu mencatatkan volume penjualan hingga Juli 2019 untuk pasar…

Tanggal 19 Agustus 2019 ini The Harvest Express meresmikan store keduanya di Gedung Bursa Efek Jakarta, Tower 2, 1st Floor, Suite 104, SCBD.

Rabu, 21 Agustus 2019 - 22:20 WIB

Siap-siap Melamar, The Harvest Express Akan Buka Store di Banyak Kota

Jakarta-Sebagai brand berkualitas premium yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang pastry & bakery, The Harvest senantiasa berkomitmen menciptakan inovasi dan memberikan pengalaman…