20 Tahun Gunakan Narkoba, Komedian Nunung Mohon Maaf

Oleh : Herry Barus | Senin, 22 Juli 2019 - 18:00 WIB

Komedian Nunung Srimulat (Foto Dok Medcom)
Komedian Nunung Srimulat (Foto Dok Medcom)

INDUSTRY.co.id - Jakarta –Dengan berurai air mata, komedian Nunung menyatakan penyesalannya karena kecanduan narkoba. berulang kali dia menyatakan permohonan maafnya saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Senin (22/7/2019).

Berikut ungkapan hati Nunung:

“Saya nohon maaf kepada Allah SWT, mohon maaf kepada ibu saya, anak dan cucu saya, keluarga besar saya dan rekan-rekan kerja saya dimana pun saya bekerja. Saya telah mengecewakan dan berbuat salah karena melanggar hukum.”

Setelah Nunung ditangkap polisi, dia justru dia mengungkapkan terima kasih. Alasannya, karena dia merasa dirinya terselamatkan dari kecanduan narkoba yang selalu 20 tahun menjerat dirinya.

“Kepada bapak polisi saya juga mengucapkan terima kasih karena saya terselamatkan dengan kejadian ini. Kalau tidak, ya saya tidak mengerti sampai kapan…,” ucapnya sambil berlinang air mata.

Dengan adanya kejadian ini, Nunung berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Apalagi sang suami juga sudah berkali-kali memintanya untuk berhenti menggunakan narkoba sebagai alasan untuk meningkatkan stamina setelah didera oleh banyaknya pekerjaan.

“Dengan kejadian ini sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya dan saya berjanji tidak akan mengulangi,” ujarnya.

Dengan demikian jelas, bahwa apabila ada penyaalh guna Narkoba secepat mungkin yang bersangkutan (apabila sudah dewasa) ataupun orang tua dari penyalah guna (apabila penyalah guna belum cukup umur) segera melaksanakan wajib lapor agar penyalah guna tersebut segera menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Masyarakat di sekitarnya harus memprakasai kegiatan wajib lapor ini. Agar segera dapat mencapai lingkungan bebas Narkoba,” ujar S.S Budi Rahardjo, jurnalis yang juga sebagai Ketua LSM Ridma Foundation mengingatkan, Senin (22/7/2019)

“Pemerintah, dalam hal ini BNN perlu lebih intensif, mensosialisikan apa itu wajib lapor pecandu narkotika. Prosesnya dan institusi mana saja, yang memberi fasilitas itu,” demikian Jojo dari LSM Ridma Foundation menerangkan.

Pengaturan Wajib Lapor Pecandu Narkotika bertujuan untuk memenuhi hak pecandu Narkotika dalam mendapatkan pengibatan dan atau perwatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Jangan setelah yang  bersangkutan tertangkap baru mengurus rehabilitasi. Di sinilah, menjadi lahan oknum, untuk memeras pencandu, dengan menakut/nakutin dengan pasal-pasal pengedar,” demikian Asri Hadi dan S.S Budi Rahardjo mengingatkan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gebyar Pernikahan Indonesia Edisi ke–13 akan segera digelar (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Selasa, 28 Januari 2020 - 18:42 WIB

Segera Digelar, Gebyar Pernikahan Indonesia ke-13 Hadirkan Tema Pernikahan Tradisional Sunda Modern

Perkembangan industry kebutuhan pernikahan tradisional di Indonesia masih menjanjikan, ditengah gelombang budaya barat yang begitu besar, antusiasme keluarga calon pengantin untuk menggunakan…

 Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Selasa, 28 Januari 2020 - 18:00 WIB

Panglima TNI : Peran TNI dan Polri Pada Era Perubahan Berkelanjutan

Saat ini, peran TNI dan Polri berada pada era perubahan yang terus berkelanjutan, semuanya bergerak dinamis, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perubahan itu akan terjadi secara…

Nasabah bertransaksi di BRILink

Selasa, 28 Januari 2020 - 17:33 WIB

Kinerja BRILink Cemerlang, BRI Pacu Perluasan Layanan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan digitalisasi sistem dan layanan, salah satunya BRILink yang telah mencatat kinerja cemerlang sepanjang 2019.

RS Awal Bros Group Gandeng Formaksi Terkait Fasilitas CoB BPJS Kesehatan

Selasa, 28 Januari 2020 - 16:10 WIB

RS Awal Bros Group Gandeng Formaksi Terkait Fasilitas CoB BPJS Kesehatan

Kesepakatan ini merupakan lanjutan kerja sama atau addendum dari kerja sama sebelumnya untuk layanan CoB BPJS. Adapun kerja sama yang terjadi adalah direct billing antara masing-masing perusahaan…

WHO

Selasa, 28 Januari 2020 - 16:08 WIB

Peneliti WHO: Rokok Elektrik Lebih Tidak Berisiko Dibanding Rokok Konvensional

Peneliti WHO mengakui bahwa produk rokok elektronik lebih tidak berbahaya dibanding rokok konvensional. Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan WHO sekaligus peneliti dari National Capacity-Tobacco…