Aa Gym: Indonesia Harus Move-on

Oleh : Hariyanto | Minggu, 21 Juli 2019 - 14:08 WIB

KH Abdullah Gymnastiar
KH Abdullah Gymnastiar

INDUSTRY.co.id - Batam - Move on. Bangkitlah. Demikian seru ulama kharismatik KH Abdullah Gymnastiar menanggapi situasi bangsa pasca Pilpres 2019. Salah satu cara bangkit terbaik menurut ulama yang biasa disapa Aa Gym ini adalah dengan tak henti-hentinya mendidik generasi muda Indonesia menjadi generasi yang jujur. 

"Tempa anak-anak kita dari sekarang sebagai generasi muda yang berkepribadian jujur, disiplin, dengan harapan merekalah kelak yang akan menjadi para pemimpin bangsa ini. Indonesia harus move-on," katanya di hadapan ratusan jama'ah yang menghadiri Kajian Subuh Masjid Al-khair Perumahan Anggrek Mas, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (21/7/2019).

Aa Gym berkunjung ke Batam dalam rangka menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Yayasan Daruttauhid yang dipimpinnya. Ponpes Daruttauhid berlokasi di kawasan Batam Rempang Galang (Barelang). Selain meresmikan pesantrennya itu, Aa' juga menyempatkan diri mengisi tausiah yang telah dijadwalkan sejumlah masjid di Kota Batam.

Tampil dengan diksi yang khas dan selalu komunikatif, selama hampir satu jam Aa Gym membentangkan topik ilmu ikhlas. Ada dua sikap, ujarnya, yang mesti dikedepankan umat dalam menerima apapun hasil pemilihan presiden yang baru lalu. Yakni, ikhlas dan terus-menerus mengevaluasi diri. 

"Ilmu ikhlas takkan berhasil bila dilakukan sepotong-sepotong. Harus menyeluruh; ikhlas di awal, ikhlas di tengah perjalanan, sampai ikhlas di penghujung. Rumusnya, perbanyak raja' (berharap) serta khauf (rasa takut)," jelas Aa'. 

Semakin sulit menemukan karakter berbangsa bernegara akhir-akhir ini karena antara raja' dan khauf tak lagi seiring sejalan. Ada orang sibuk beramal mengharapkan ridha Allah, tetapi pada saat bersamaan sesungguhnya yang ia takutkan hanyalah posisi kedudukannya di mata orang lain. 

"Bangsa yang cuma berharap pada pujian manusia adalah bangsa yang lekas berputus asa. Allah murka," tegas ulama terkemuka dari Jawa Barat ini. 

Di tempat terpisah, Ketua Takmir Masjid Al-khair, Ustad Slamet, mengatakan, Kajian Subuh rutin dilakukan Al-khair dengan mengundang para ulama dan asatidz berpengalaman di bidang ilmu agama. Topik yang disampaikan pun beragam, mulai dari kajian fiqh, hadits, mu'amalah, dan  sebagainya. "Semoga ikhtiar kecil kami ini bermanfaat bagi peradaban umat," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

B4TPowerHouse

Minggu, 18 Agustus 2019 - 17:32 WIB

Mati Lampu? Balai Kemenperin Ciptakan Penyimpan Daya Listrik Portabel

Ketersediaan dan akses layanan energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia akan menembus di angka…

Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana (kedua dari kiri), dan Direktur Human Capital Management Telkom Edi Witjara (paling kiri) berbelanja produk kerajinan di UKM Binaan Telkom

Minggu, 18 Agustus 2019 - 16:47 WIB

Telkom Terlibat Selenggarakan Jalan Sehat di Kaltara

Tarakan – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama Perum Jamkrindo dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyelenggarakan Jalan Sehat yang diikuti sebanyak tidak kurang dari…

TACO dan Senayan City Luncurkan Pameran Karya Kita

Minggu, 18 Agustus 2019 - 13:19 WIB

TACO dan Senayan City Luncurkan Pameran Karya Kita

sebuah perusahaan yang bergerak di bidang bahan bangunan khususnya produk-produk interior, bekerjasama dengan Senayan City menghadirkan KARYA KITA dengan tema Mosaic of Diversity. Didukung oleh…

Daerah Irigasi Lakitan Sumsel

Minggu, 18 Agustus 2019 - 12:16 WIB

Kementerian PUPR Bangun Saluran Irigasi Primer 3,5 Km dan Sekunder 25 Km di Sumatera Selatan

Luasan DI Air Lakitan akan bertambah 2.590 hektar untuk memenuhi luas layanan 9.697 hektare.

Hunian Sementara atau Huntara

Minggu, 18 Agustus 2019 - 12:10 WIB

786 Bilik Huntara Tersisa Segera Dihuni Warga Terdampak Bencana di Palu, Sigi dan Donggala

Jakarta - Kementerian PUPR membangun hunian sementara (huntara) sebanyak 699 unit yang terdiri dari 8.388 bilik di 72 lokasi di Palu, Sigi dan Donggala. Pembangunan huntara bertujuan agar warga…