PT Pupuk Kujang Bangun Pabrik CO2 Cair di Cikampek

Oleh : Herry Barus | Kamis, 18 Juli 2019 - 08:00 WIB

PT Pupuk Kujang Bangun Pabrik CO2 Cair di Cikampek
PT Pupuk Kujang Bangun Pabrik CO2 Cair di Cikampek

INDUSTRY.co.id - Cikampek- PT Pupuk Kujang  sebagai anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) mengembangkan usaha dan bisnisnya dengan membangun pabrik CO2 di Cikampek, Jawa Barat. Dengan menggandeng PT Rekayasa Industri  sebagai kontraktor utama dan beberapa subkontraktor lainnya, pada hari Rabu, 17 Juli 2019 secara simbolis dilakukan pengecoran perdana oleh Direktur Teknik & Pengembangan Pupuk Kujang Hanggara Patriatna yang disaksikan oleh Jajaran Direksi & Jajaran Komisaris Pupuk Kujang di area proyek pabrik CO2.

Pabrik CO2 ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi di awal tahun 2020. "Biasanya pembangunan pabrik butuh waktu dua tahun, tetapi kami upayakan pada awal 2020 pabrik ini sudah bisa beroperasi secara optimal," ujar Hanggara di sela sambutanya.

Tujuan Manajemen membangun pabrik CO2 ini adalah untuk manfaatkan gas ekses CO2 dari proses produksi pabrik Kujang 1A dan 1B menjadi produk CO2 cair yang berguna bagi segala industri.

Arifianto GM Produksi Pupuk Kujang sekaligus Projects Manager mengatakan, pabrik baru yang akan dibangun ini memiliki kapasitas produksi ±50.000 MTPY (metrik ton per tahun)  produk CO2 cair dengan kemurnian 99,99%. Teknologi yang digunakan adalah milik Union Engineering dengan   investasi pembangunan pabrik sekitar Rp 106 miliar.

Saat ini kebutuhan CO2 murni di Indonesia mencapai 250 ton perhari. Hanya saja, C02 murni yang dihasilkan masih menggunakan bahan baku dari minyak bumi, sehingga harga jual CO2 murni menjadi mahal.

"Berbeda dengan CO2 murni yang dihasilkan PT Pupuk Kujang. Selain, bahan baku diambil dari limbah gas ekses CO2 pabrik Kujang 1A & 1B, sehingga hal ini akan menekan harga bahan baku," tambah Arifianto.

Industri pemurnian CO2 tidak saja memberi kontribusi pada penyelamatan lingkungan, namun dari segi ekonomi memiliki daya jual yang sangat tinggi.  Produk akhir pabrik berupa CO2 murni standard food grade ini sangat diperlukan oleh berbagai jenis industri.

Dalam industri makanan dan minuman, misalnya. CO2 murni digunakan untuk pembuatan minuman berkarbonasi, pengawetan makanan serta perikanan dengan dry ice, pemutihan gula, pembuatan rokok dan masih banyak lagi. CO2 murni ini juga bisa digunakan dalam industri manufacture pengelasan, pemutihan kertas, fumigasi pada sektor pertanian ataupun serta secondary oil recovery.

Hasil produksi dari pabrik CO2 murni yang dihasilkan PT Pupuk Kujang, sudah ada beberapa perusahaan yang akan membeli diantaranya PT Aneka Gas dan PT Purna Buana Yudha, dengan masing-masing kapasitas sebesar 20.000 MTPY, dan sisanya akan dijual oleh bagian pemasaran PT Pupuk Kujang. Harapan ke depan PT Pupuk Kujang dapat terus mengembangkan bisnisnya, terutama dalam pemanfaatan produk samping proses menjadi produk gas industri,

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto

Kamis, 20 Februari 2020 - 04:17 WIB

Kasum TNI Ikuti Ceramah Rohani Islam

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto dan para Pejabat TNI, Prajurit dan PNS di lingkungan Mabes TNI serta Ibu-Ibu Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI Pragati Wira Anggini (IKKT…

Kepala Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M.,

Kamis, 20 Februari 2020 - 04:10 WIB

Kepala Bakamla RI Courtesy Call Ke Mabes TNI AU

Kepala Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., melakukan Courtessy Call ke Mabes TNI AU yang diterima langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU)…

OVO

Kamis, 20 Februari 2020 - 02:59 WIB

Sah, Mirza Adityaswara Presiden Komisaris OVO

PT Visionet Internasional (OVO), perusahaan pembayaran dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, dalam media gathering yang digelar di Jakarta pada hari ini Rabu (19/2/2020) mengumumkan…

GSP

Kamis, 20 Februari 2020 - 01:01 WIB

Datangi Amerika, Indonesia Pertahankan Fasilitas Sistem Tarif Preferensial Umum (GSP) Produk Ekspor

Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto menyatakan bahwa Indonesia terus berkomitmen untuk mempertahankan fasilitas sistem tarif preferensial umum (Generalized System of Preference/GSP) bagi…

Menteri Teten usai menerima CEO PT Global Dairi Alami (PT GDA) Ihsan Mulia Putri, di Jakarta, Rabu (19/2).

Kamis, 20 Februari 2020 - 00:31 WIB

Menkop Akan Patahkan Dominasi Susu Impor

Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, pihaknya akan mematahkan dominasi produk impor susu dalam memenuhi kebutuhan susu nasional.