Brasil Membangun Ibukota Baru dari Nol

Oleh : Herry Barus | Minggu, 14 Juli 2019 - 10:00 WIB

Kota Brasilia (foto Dok Industry.co.id)
Kota Brasilia (foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pemerintah Brasil mengungkapkan ketika membangun Brasilia, sebagai ibukota baru pengganti Rio Janeiro membutuhkan waktu sedikitnya lima tahun untuk membangun infrastruktur dasar hingga memindahkan penduduk dari kota-kota di sekitarnya.

"Soal biaya yang terus membengkak dari apa yang kita rencanakan sebelumnya. Inflasi bisa jadi memicu kenaikan harga, tapi kota ini sudah menjadi kenyataan, amat sulit membangun wilayah demikian besar dengan cuma-cuma. Kamu tidak akan tahu apa yang menjadi keinginan kamu, namun biasanya berakhir dari lebih dari yang seharusnya," jelas Dubes Brasil untuk Indonesia, Rubem Barbosa.

Demikian disampaikan Rubem Barbosa dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Pindah Ibu Kota Negara: Belajar dari Pengalaman negara Sahabat", bertempat di Ruang Rapat Benny S Mulyana, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Rabu (10/07/2019).

Ia menceritakan, tantangan yang dihadapi pemerintah Brasil dalam lima tahun pertama pembangunan ibukota baru di Brasilia adalah akibat harus membangun dari nol dan tidak ada penghuninya. Pembangunan ibukota Brasilia dibangun dari tahun 1956 hingga tahun 1961 di era pemerintahan presiden Juscelino Kubitschek.

Rubem Barbosa menambahkan untuk itu mereka harus memindahkan penduduk serta tidak ada infrastruktur di sana. Penduduk awal di sana adalah para pegawai pemerintahan dan pekerja yang turut membangun kota Brasilia.

Namun demikian pembangunan akomodasi bagi penduduk di Brasilia merupakan peluang ekonomi yang amat besar pada saat itu. Menurut Rubem, membangun kota baru tetap merupakan peluang bagi banyak orang untuk mencari solusi kehidupan yang lebih baik.

Dubes Barbosa menjelaskan bahwa ide utama membangun Brasilia sebagai ibu kota negara baru adalah tidak hanya karena Rio de Janiero berkembang terlalu cepat sehingga tidak bisa mengakomodasi pemerintahan lagi, seperti Jakarta, tapi juga keharusan bagi pemerintah untuk pemerataan populasi dalam kaitannya dengan memaksimalkan wilayah yang dimiliki negara.

 

"Berbeda dengan Indonesia, waktu itu kami harus membangun Brasilia dari awal, sekitar 1.200 km dari Rio di mana tidak ada apa-apa di sana pada waktu itu, tidak ada jalan, tidak ada rel kereta, benar-benar operasi besar-besaran yang membutuhkan waktu sekitar 3,5 tahun. Awalnya untuk mengakomodasi 1 juta penduduk, tapi sekarang sudah 3,3 juta penduduk," terangnya.

Saat ini, Brasilia menjadi kota terbesar keempat di Brasil setelah Rio de Janeiro, Sao Paolo dan Salvador serta memiliki pendapatan perkapita tertinggi di Brasil.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Menteri PPB/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Duta Besar LBBP RI untuk Brasil (2010-2015) Sudaryomo Hartosudarmo.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bebizy Terlihat Unjuk Rasa di KemenkumHAM

Jumat, 24 Januari 2020 - 12:00 WIB

Artis Bebizy Terlihat Unjuk Rasa di KemenkumHAM

Siapapun orangnya kalau kampung halamannya dilecehkan pasti tersinggung dan marah. Hal itu dirasakan artis Bebizy, ia tersinggung dengan pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly yang…

Sabo Dam Kali Woro

Jumat, 24 Januari 2020 - 11:09 WIB

Telan Biaya Rp 329 miliar, Sabo Dam Kali Woro Selesai Dibangun

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Sabo Dam Kali Woro di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, untuk mengantisipasi banjir lahar dari Gunung Merapi.…

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Farid Padang

Jumat, 24 Januari 2020 - 10:55 WIB

Dirut Pelindo IV : Semua Pembangunan Pelabuhan Diawasi TP4D dan BPKP

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mengatakan bahwa setiap pembangunan pelabuhan yang dilaksanakan di semua wilayah kerja selalu diawasi oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah…

Pelabuhan , ilustrasi bongkar muat barang

Jumat, 24 Januari 2020 - 10:47 WIB

Pelindo IV Siapkan Investasi Jangka Pendek Rp500 Miliar Untuk Bangun Pelabuhan Lok Tuan

Modal sebesar itu akan digunakan untuk melakukan reklamasi seluas 52.506 meter perseri yang nantinya akan menjadi container yard (CY) atau lapangan penumpukan seluas 38.111,4 meter persergi…

Menteri Basuki Bertemu Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Bahas Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur

Jumat, 24 Januari 2020 - 10:38 WIB

Menteri Basuki Bertemu Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Bahas Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menerima kunjungan Menteri Luar Negeri…