DPR Harus Bentuk Pansus Kemayoran

Oleh : Herry Barus | Kamis, 11 Juli 2019 - 17:09 WIB

Wisma atlet Kemayoran
Wisma atlet Kemayoran

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pengamat politik Rusmin Effendy menyarankan Komisi II DPR segera membentuk panitia khusus (pansus) kemayoran guna mengusut kinerja Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran (PPKK). Pasalnya, kinerja PPKK saat ini terkesan menjadi bancaan instansi tertentu yang sama sekali tidak profesional sehingga PPKK mengalami defisit keuangan.

"Bagaimana mungkin PPKK yang sedang defisit keuangan justru merekrut karyawan baru. Apalagi jajaran direksi direkrut dari instansi tertentu yang tidak memahami keberadaan PPKK sebagai badan layanan umum," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Rusmin berharap DPR segera mengambil langkah-langkah politik dan melakukan fungsi pengawasan guna menyelamatkan PPKK yang selama ini menjadi tanggung jawab kementrian sekretariat negara tersebut.

Dia mensinyalir ada oknum-oknum tertentu yang bermain dalam pengangkatan direksi PPKK demi kepentingan kelompok tertentu. Padahal kawasan kemayoran sejak dulu diperuntukan sebagai kawasan bisnis dan perdagangan.

"Banyak lahan tidur yang sampai sekarang tidak dimanfaatkan secara memadai. Kalau di manfaatkan tentunya bermanfaat menutupi defisit keuangan.

Dia juga mencontohkan banyak pengusaha yang dipaksa hengkang tanpa alasan jelas karena tidak ada regulasi yang jelas. Padahal merek siap memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif.

"Ada pengusaha yang sudah menyewa selama 16 tahun diputus kontraknya secara sepihak dengan alasan pembangunan wisma atlit.

"Saat itu direksi PPKK akan memberikab kompensasi lahan lain yang bisa disewa. Wisma atlit sudah dimanfaatkan buat asian games, tapi lahan kosong yang dijanjikan tidak juga direalisasikan," tegas dia.

Rusmin juga berharap Mensesneg bisa turun tangan mengatasi kemelut internal PPKK, termasuk membuat regulasi bagi penyewa lahan.

Salah satu pengusaha Leo Fernando mengaku sudah dua kali mengakukan permohonan sewa lahan, tapi ditolak dengan alasan yang tidak rasional.

Dia mengakui, kawasan kemayoran memang strategis untuk dijadikan pusat bisnis dan perdagangan.

"Kita pengusaha tidak berharap banyak kalau regulasi sewa menyewa jelas. "Persoalannya kenapa surat saya ditolak dengan alasan yang tidak jelas. Kalau memang tidak boleh juga tidak masalah," kata dia.

 

Sedangkan Benny Kurniajaya mengaku, dirinya pernah menyewa lahan selama 16 tahun di kemayoran dan memajukan kawasan tersebut sampai ke manca negara, yakni bisnis alat berat. "Saat itu banyak tamu saya datang dari Jepang, Korea, Cina, Thailand untuk membeli akat berat bekas maupun baru.

 

"Saya dipaksa hengkang dan dijanjikan lahan baru, tapi sampai sekarang tidak terealisasi. Kalau bisa diseea lagi saya siap kembali," kata dia.

 

Benny mengaku dirinya merintis bisnis akat berat sejak 2001 di kemayoran.

"Saat pertama kali buka bisnis alat berat di kemayoran memang berat. Karena harus membangun sendiri bangun kantor dan sebagainya. Apalagi bisnis alat berat memerlukan investasi yang cukup besar," papar dia.

Dia menjelaskan bagi pengusaha yang penting adalah kepastian hukum agar investor asing percaya berinvestasi di dalam negeri.

"Kalau disediakan lahan baru, tidak ada masalah saya kembali lagi berbisnis dan menghidupkan kawasan kemayoran dengan jaminan regulasi yang jelas," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

CEO PATA Indonesia Chapter, Poernomo Siswoprasetijo bersama Bupati Kabupaten Dairi Eddy Keleng Ate Berutu saat menandatangani perjanjian kerja sama (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 23 Juli 2019 - 13:50 WIB

Wujudkan Visi Buku Think Big Start Small Move Fast, PATA Indonesia Teken MoU Majukan Pariwisata Kabupaten Dairi

PATA Indonesia Chapter bekerjasama dengan President University menggelar acara Bedah Buku dan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PATA Indonesia Chapter dan Pemerintah Kabupaten Dairi, Sumatera…

UniPin akan gelar eSport

Selasa, 23 Juli 2019 - 13:42 WIB

UniPin Gelar Kompetisi eSport Kelas Internasional

Jakarta - UniPin menggelar kompetisi eSport kelas internasional untuk mendukung pegiat eSport yang berkomitmen tinggi dengan mendedikasikan kehidupannya menjadi atlet eSport profesional.

Rudy Ramli di BPK

Selasa, 23 Juli 2019 - 12:10 WIB

BPK Diminta Audit Investigasi Penjualan Saham Bank Permata

Jakarta - Rudy Ramli,   mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melaporkan adanya kerugiaan negara pada Kasus Bank Permata yang menelan uang negara melalui rekap bond senilai Rp 11,9…

Perayaan Tahun Baru di Monas ( Istimewa)

Selasa, 23 Juli 2019 - 12:00 WIB

Pameran Hologram Monas, Menampilkan Wajah Jakarta Dari Masa Ke Masa Melalui Instalasi Hologram

Monumen Nasional (Monas) merupakan salah satu destinasi utama Jakarta yang menampilkan sosok Jakarta sebagai kota modern pusat seni budaya. Sebagai ikon khas ibukota, Monas merupakan tempat…

Tokopedia gandeng Modalku luncurkan Modal Toko

Selasa, 23 Juli 2019 - 10:41 WIB

Tokopedia Gandeng Modalku Luncurkan Modal Toko

Tokopedia bekerja sama dengan Modalku resmi meluncurkan Modal Toko. Sebagai perkembangan dari layanan sebelumnya, yaitu Tokopedia Pinjaman Modal, Modal Toko memungkinkan penjual di Tokopedia…