INDUSTRY.co.id - Jakarta- Cadangan devisa negara pada Februari 2017 berpotensi mengalami kenaikan dibandingkan pada Januari 2017 yang kala itu tercatat sebesar USD116 miliar.

“Yang sangat mempengaruhi kenaikan cadangan devisa kita pada umumnya adalah penerimaan valuta asing (valas) yang merupakan pendapatan dari sektor minyak dan gas,” ujar Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI).

Agus mengemukakan, aliran dana asing yang masuk ke Indonesia (capital inflow) juga turut mempengaruhi potensi kenaikan cadangan devisa Indonesia pada Februari 2017.

“Total dana asing yang masuk ke Indonesia dalam bentuk valuta asing hingga akhir Februari tercatat Rp26 triliun. Jika seluruh dana tersebut diserahkan ke BI, tentunya akan membuat cadangan devisa kita meningkat,” papar Agus usai konferensi pers Pengumuman Hasil Seleksi Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (06/06/2017) malam.

Agus menjelaskan, total dana asing yang masuk ke Indonesia tersebut belum termasuk pinjaman yang diterima negara. Pasalnya, Indonesia sepanjang Februari 2017 tidak melakukan penerbitan obligasi negara berdenominasi valuta asing di pasar global.

“Karena itu, saya optimistis cadangan devisa kita pada Februari 2017 akan meningkat. Pada Januari 2017 saja, cadangan devisa kita tercatat sebesar USD116 miliar, atau naik tipis dibandingkan pada Desember 2016 sebesar USD115 miliar,” pungkasnya.***