INDUSTRY.co.id - Jakarta, 29 Juni 2019 – Dalam memilih tempat tinggal keluarga modern lebih menyukai rumah dengan lokasi strategis, walaupun memiliki luas bangunan yang terbatas. Mereka enggan untuk memiliki rumah yang luas karena tidak mau repot mengisi banyak perabotan, karena bagi keluarga modern memiliki banyak barang berarti menciptakan banyak masalah.
Kondisi ini juga diperkuat dengan data yang dimiliki oleh Dekoruma pada 2019 mengungkapkan bahwa 60% konsumen usia 26-45 tahun menempati hunian dengan luas bangunan 30-60 meter persegi. Oleh karena itu keterbatasan ruang di rumah menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern terutama yang memiliki anak-anak untuk dapat menikmati keseharian dengan lebih menyenangkan. Karenanya perancangan dan pengelolaan ruang yang baik serta perangkat teknologi yang mumpuni menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kenyamanan di rumah. Lalu apakah rumah kecil Anda sudah nyaman?
“Tren hunian dengan luas terbatas membawa kita untuk lebih cerdas dalam mengelola fungsi ruang. Namun,, terkadang faktor kenyamanan kurang menjadi perhatian para pemilik rumah, terutama pada area servis,” jelas Michael Adisuhanto, Senior Product Marketing Manager Digital Appliances, Samsung Electronics Indonesia. “Hal tersebut menjadi inspirasi bagi Samsung untuk menghadirkan rangkaian digital appliances unggulan yang dapat membantu memaksimalkan pekerjaan rumah tangga sekaligus memberikan kenyamanan ekstra berkat fitur-fitur terdepannya. Kulkas Samsung berkapasitas besar dapat menyimpan lebih banyak makanan dan menjaga kesegarannya tanpa menambah dimensi luar sehingga tidak memerlukan banyak tempat di dapur.
Microwave Samsung memungkinkan keluarga modern yang akrab dengan kepraktisan untuk menyiapkan makanan lezat tanpa mengubah cita rasanya. Samsung juga memahami kebutuhan all-in-one service area dengan menghadirkan Mesin Cuci Samsung AddWash yang tak hanya membersihkan pakaian namun juga mampu menghilangkan bau tak sedap. Konsep rumah kecil tapi nyaman dapat dimiliki oleh konsumen dengan dukungan seluruh inovasi tersebut,” lanjut Michael.
Dimas Harry Priawan, CEO Dekoruma menambahkan bahwa pemanfaatan ruang menjadi keharusan dalam perancangan area servis, “Di Dekoruma, kebanyakan konsumen memiliki area servis yang terbatas, dengan rata-rata panjang area dapur yang tak lebih dari 3 meter. Sehingga konsep dapur pun mengalami perubahan, yang semula konsepnya tertutup dan hanya untuk memasak, kini tata letak dapur dibuat lebih terbuka dan areanya menyatu dengan ruang lainnya.