Film ‘Dua Garis Biru’ Cerita Tentang Pasangan Remaja Yang Kebablasan

Oleh : Amazon Dalimunthe | Jumat, 28 Juni 2019 - 09:14 WIB

Angga Yunanda sebagai Bima dan Zara JKT48 sebagai Dara dalam film 'Dua Garis Biru"
Angga Yunanda sebagai Bima dan Zara JKT48 sebagai Dara dalam film 'Dua Garis Biru"

INDUSTRY.co.id - JAKARTA--  Film Remaja yang bercerita tentang peliknya pernikahan usia muda, sudah pernah dibuat belasan bahkan bahkan puluhan tahun yang lalu. Mulai dari film Pengantin Remaja, Pernikahan Dini, hingga Kecil kecil jadi Manten. Tapi menyaksikan film Dua Garis Biru meski mengambil tema yang sama , memiiki nuansa yang berbeda. Apalagi baik scenario maupun penyutradaraan ditangani oleh orang yang sama Gina S Noer. Ini memang debutan Gina S Noer sebagai sutradara setelah sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis scenario.

“Saya menunggu 9 tahun hingga Gina mau menyelesaikan skenarionya. Karena saya anggap ini film yang pentng untuk dibuat karena mengandung misi pembelajaran bagi orangtua dan juga bagi para remaja tentang komunikasi dalam hal  seks yang selama ini dianggap tabu,” kata Chand Parwez Servia, usai premiere fi mini semalam di Epicentrum Kunngan, Jakarta Selatan.

Saya mulai menggarap skenario Dua Garis Biru ini di tahun 2010 hingga di satu titik memutuskan untuk berhenti proses menuliskannya. Mungkin itu bagian dari insting keibuan saya campur seniman saya. Saat itu, saya tak mengerti bagaimana menyelesaikan perjalanan dua karakter dan keluarganya dengan bijak. Termasuk, bagaimana nasib bayi yang dikandungnya, dan yang jelas saya tak ingin film ini lahir “prematur” sehingga tak maksimal potensinya., “ kata Gina mengisahkan perjalananan film perdananya ini.

Untung sang Produser  Chand Parwez konsisten bertanya skenarionya setiap bertemu dan bagi saya yang terus memikirkannya selama 8  tahun seiring perjalanan saya menjadi ibu dua orang anak. “ Akhirnya, pada tahun 2018, saya memberanikan diri melanjutkan menuliskannya dan, karena dorongan Pak Chand Parwez pula, memberanikan diri untuk menyutradarainya. Film ini spesial untuk saya bukan hanya karena ini debut saya sebagai sutradara, tapi karena ini adalah “surat cinta” saya terhadap kesalahan kita saat menjadi anak, orang tua, dan anggota  keluarga.  Ini  “surat  cinta”  saya  ke  setiap  keluarga  yang  sedang,  atau  pernah menghadapi kesalahan anggota keluarganya, dan dalam proses memaafkan satu sama lain dalam perjalanannya untuk menjadi lebih baik lagi” kata Gina.

Film Dua Garis Biru berkisah tentang Bima (Angga Yudana) dan Dara  (Zara JKT 48) pasangan kekasih sempurna yang saling melengkapi. Saat berdua mereka melakukan kebodohan karena ketidaktahuan yang mengakibatkan Dara hamil.  Konflik datang selain karena mereka masih berusia muda dan masih sekolah tetapi juga latar belakang keluarga yang berbeda.. Masing –masing ingin menyelesaikan masalah dengan caranya.  Cara yang selalu dianggap salah oleh pihak yang berbeda tapi diyakini benar oleh yang akan menjalankannya.

Film dua garis biru selain menandai debutan Gina sebagai sutradara juga memandai kembalinya Lulu Tobing ke layar lebar. Aktris yang sempat menghilang sekian lama ini menjadi ibu dari tokoh Dara. Sementara ibu dari tokoh Bima diperankan dengan apik oleh Cut Mini.  Film Dua Garis Biru mulai akan ditayangkan di bioskop-bioskop mulai 11 Juli 2019. (AMZ)

 

 

 

 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sosial Media (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 05:00 WIB

Pemblokiran Data di Papua dan Papua Barat

Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya, setelah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, Kementerian Komunikasi dan…

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Bamsoet.com)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 04:00 WIB

Bamsoet: Semua Pihak di Papua Harus Bisa Menahan Diri

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta saudara-saudara sebangsa di Papua bisa menahan diri, begitupun dengan berbagai pihak lainnya dari mulai aparat TNI/Polri, pemerintah daerah, hingga…

Peta Nduga Papua (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 03:07 WIB

Residen Jokowi Didorong Bentuk Special Envoy untuk Papua

Penyikapan pemerintah atas menguatnya rasisme terhadap warga Papua dan aksi unjuk rasa di Papua dan Papua Barat, menggambarkan ketidakmampuan (unable) atau keengganan (unwilling) pemerintah…

Bukti Komitmen Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan

Kamis, 22 Agustus 2019 - 00:12 WIB

LSPR Selenggarakan Uji Kompetensi Wartawan Bali

Bali-wartawan tergabung dari 13 media massa di Bali siap menjalankan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh LSPR-Bali dan ASEAN Public Relations Network (APRN) berkolaborasi…

Pengurus Pusat dan Dewan Pengawas AJPKM

Rabu, 21 Agustus 2019 - 23:52 WIB

Peresmian Asosiasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (AJPKM)

Jakarta-Sebanyak 15 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari 15 perguruan tinggi di Indonesia, mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat…