INDUSTRY.co.id - Lampung – Seiring dengan misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong inklusi keuangan sebesar 75% di Indonesia pada tahun 2019, Kredit Pintar, platform Peer-to-Peer/P2P lending yang memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dalam penilaian kredit, terus meningkatkan penetrasi keuangan di kota Lampung.
Pada acara yang dilaksanakan di STKIP PGRI Bandar Lampung, 21 Juni 2019, Kredit Pintar berkolaborasi dengan perusahaan fintech lainnya bertujuan untuk mengajak pelajar dalam memainkan perannya melalui platform digital dalam mendorong perkembangan industri fintech untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia juga sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kota Lampung.
Acara ini digunakan sebagai tempat berbagi pengetahuan, pandangan dan tren perkembangan dari Peer-to-Peer Lending sebagai sarana edukasi kepada masyarakat khususnya pelajar agar lebih memahami fintech dan ekosistem di dalamnya.
Randy Santoso, Senior Business Development Manager dari Kredit Pintar mengatakan, sosialiasi ke Kota Lampung merupakan kota dan provinsi ke-20 dari Kredit Pintar dalam memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
"Melalui kegiatan ini, kami mengharapkan untuk mahasiswa semakin memahami peranan fintech Peer-to-Peer Lending dalam membantu masyarakat mendapatkan pinjaman. Selain itu, kami ingin turut serta menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Kota Lampung untuk semakin maju agar terciptanya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat melalui kontribusi dari kami, para pemain fintech," kata Randy melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Senin (24/6/2019).
Kontribusi fintech dapat terlihat pada laporan dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat hingga Maret 2019 akumulasi pinjaman yang telah disalurkan perusahaan fintech lending mencapai Rp 33,2 triliun. Hingga saat ini, laman resmi OJK telah mencantumkan 113 perusahaan fintech yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.
“Selain berkontribusi dengan memberikan pinjaman uang secara cepat dan efisien, kami juga turut memberikan edukasi kepada semua kalangan agar masyarakat bisa lebih cermat sebelum melakukan peminjaman. Maraknya pemberitaan bahwa masyarakat Lampung mendapat teror dari fintech ilegal yang menjadikan alasan bagi kami untuk hadir di Kota Lampung," ungkap Randy.
Maka dari itu, lanjut Randy, dengan adanya edukasi ini ia berharap dapat menumbuhkan pemahaman positif mengenai fintech kepada masyarakat di Kota Lampung termasuk dalam penyaluran modal usaha.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi penyemangat masyarakat ataupun generasi muda untuk melahirkan fintech baru yang berasal dari dan berpusat di Lampung sehingga industri fintech di Indonesia terus tumbuh dan berkelanjutan,” tutup Randy.