Kembangkan Travel Tech, ITX-Pigijo untuk Bangun Pariwisata Berbasis Ekosistem Lokal

Oleh : Bobby | Jumat, 21 Juni 2019 - 08:32 WIB

Claudia Ingkiriwang CEO Pigijo.com (Foto Dok Industry.co.id)
Claudia Ingkiriwang CEO Pigijo.com (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-ITX (Indonesia Tourism Exchange) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) dengan Pigijo, yang merupakan salah satu travel marketplace yang sudah memiliki lebih dari 3.500 paket tur. PKS ini menjadi langkah awal ITX  menjalin kerjasama dengan start-up lokal membangun sinergi pariwisata.

Bertempat di Menara Multimedia lantai 17, penandatanganan kerja sama ini oleh Jeami Gumilarsjah selaku CEO ITX dengan Claudia Ingkiriwang selaku CEO Pigijo disaksikan oleh Group Head Media Digital Exploration MDD Ery Punta. 

Dalam sambutannya, Ery Punta menyatakan, “Kerja sama ini, karena bukan hanya ITX, namun juga Telkom turut bekerja sama dengan start-up menumbuhkan satu industri baru, yang mana tech- travel ini spesifiknya bukan di bisnis travel yang sekarang orang kenal, yang hanya menjual tdan akomodasi, tetapi lebih kepada tour- activity, menjadi satu industri baru yang akan membesar dan akan terus membesar.”

Pada kesempatan yang sama, Jeami Gumilarsjah untuk mengubah suatu industri, akan bisa terjadi dengan cepat kalau ada kolaborasi dari 2 komponen, yaitu teknologi dan policy. “KEMENPAR mendukung dari segi policy, di antaranya diadakan program 10 Bali baru.  Tetapi inipun rasanya kalau tidak  oleh pelaku bisnis dari segi teknologi, tidak akan berjalan dengan baik. “

ITX hadir untuk menjadi pelengkap policy. ITX akan terus aktif mencari buyer dari dalam dan luar negeri serta memperkaya inventori. Ketika wisman membuka website resmi ITX, mereka bisa melihat seluruh inventory seller yg ada di dalamnya. 

Dengan visi memberdayakan komunitas/warga lokal untuk membangun kepariwisataan Indonesia,  Pigijo menggalakkan paket tur ke desa wisata yang semua berbasis ekosistem lokal. Seperti yang disampaikan Claudia Ingkiriwang dalam sambutannya, “ Seperti makan untuk wisatawan, itu semua  dalam  disediakan oleh warga lokal, saya rasa itu akan menimbulkan experience sendiri (penambahan nilai untuk experiencenya). Begitu terjadi experience kita angkat itu ke digital dan jadi story. Bagaimana story bisa menjadi cara jual yg baru terhadap experience. Dalam konteks tourguide, tour asistence merupakan layanan yang disiapkan oleh Pigijo berdasarkan experties dari warga lokal setempat. Saat ini tour assistence sudah ada 200 orang. Jadi akan personalized service, itu yang sedang dikembangkan saat ini.”

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perwira TNI dan Polri Masa Depan Harus Memilik Mental dan Cara Kerja Cerdas

Kamis, 09 Juli 2020 - 06:00 WIB

Perwira TNI dan Polri Masa Depan Harus Memilik Mental dan Cara Kerja Cerdas

Capaja TNI-Polri merupakan generasi muda terpilih calon pemimpin masa depan dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat, harus mampu dan siap menghadapi tantangan. Demikian disampaikan…

Masyarakat Aparuka Papua Berobat di Pos Satgas 754 Kostrad

Kamis, 09 Juli 2020 - 05:30 WIB

Masyarakat Aparuka Papua Berobat di Pos Satgas 754 Kostrad

Kepercayaan masyarakat terhadap TNI mendorong mereka untuk berobat ke pos Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad yang terletak di Distrik Baobado Kabupaten Deiyai, Papua. Demikian disampaikan…

Mengatasi Aksi Teriorisme Tugas Pokok TNI Selain Perang

Kamis, 09 Juli 2020 - 05:00 WIB

Mengatasi Aksi Teriorisme Tugas Pokok TNI Selain Perang

Pada dasarnya, peran dan keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengatasi terorisme di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, dimana salah satu…

Menko Polhukam Tegaskan Jangan Lakukan Demoralisasi Terhadap TNI

Kamis, 09 Juli 2020 - 04:30 WIB

Menko Polhukam Tegaskan Jangan Lakukan Demoralisasi Terhadap TNI

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Moh. Mahfud MD meyakini jika masa depan Indonesia lebih bagus dan maju asalkan tetap menjaga persatuan. Menurutnya, jangan sekali-kali…

Ilustrasi Jiwasraya (Sindonews.com)

Kamis, 09 Juli 2020 - 04:30 WIB

Utang Jiwasraya Ternyata Rp18 Triliun, Wamen BUMN Geleng-geleng: Antara Nilai Aset dan Liabilitas Hanya Sepertiga

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengungkapkan bahwa kondisi utang PT Asuransi Jiwasraya (persero) per 31 Mei 2020, berdasarkan utang klaim kepada nasabah mencapai Rp18 triliun atau…