INDUSTRY.co.id - Jakarta, 20 Juni 2019 – Tahukah Anda bahwa kebutuhan hiburan dan gaya hidup orang Indonesia meningkat secara signifikan belakangan ini? Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sejak 2015 hingga 2017, secara statistik rata-rata biaya hiburan (per kapita per bulan) naik 30,96 persen. Fenomena pergeseran pola konsumsi ke arah leisure economy ini terjadi di hampir semua negara pada masyarakat kelas menengah, termasuk Indonesia. Jika mengacu pada kriteria Asian Development Bank (ADB) yang mendefinisikan kelas menengah dengan rentang pengeluaran per-kapita per hari antara 2-20 dolar AS, jumlah kelas menengah di Indonesia saat ini mencapai 134 juta jiwa.
Melihat kelas menengah yang terus tumbuh, juga perkembangan teknologi informasi yang kian canggih, tidak berlebihan kiranya untuk menyebut masa depan leisure economy di Indonesia sangat menjanjikan. Lebih dari 70% kaum milenial menurut studi Haris Group lebih memilih untuk menghabiskan pengeluaran mereka untuk sebuah ‘pengalaman’ daripada 'benda'. Mereka cenderung lebih memilih untuk mencari pengalaman seperti pergi ke konser artis idola, mendaki gunung bromo, ikut tur menjelajahi Hanoi, naik rollercoaster di taman hiburan, dan masih banyak lainnya, dibandingkan untuk membeli mobil, rumah, ataupun pakaian.
Traveloka menyadari adanya fenomena pergeseran pola konsumsi ke leisure economy yang terjadi ini menyebabkan perubahan kebutuhan masyarakat dari konsumsi berbasis barang ke konsumsi berbasis pengalaman. Traveloka kini hadir sebagai discovery platform, dengan misi untuk hadir bagi para penggunanya sebagai lebih dari platform pemesanan tiket. Traveloka ingin hadir untuk memperkenalkan bagaimana teknologi dapat membantu dan mempermudah kegiatan sehari-hari, sehingga dapat memenuhi kebutuhan serta memperkaya pengalaman hidup para penggunanya.