Mercy Corps Indonesia, Bank Commonwealth dan Mastercard Bantu Perempuan Pengusaha

Oleh : Herry Barus | Kamis, 20 Juni 2019 - 20:00 WIB

Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Bank Commonwealth (Foto Dok Industry.co.id)
Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Bank Commonwealth (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-  PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) dan Mastercard hari ini kembali memperkuat komitmennya dalam membantu perempuan pengusaha UMKM di Indonesia untuk menumbuhkan bisnisnya dengan meluncurkan platform MicroMentor, yang merupakan hasil dari kolaborasi dengan Mercy Corps Indonesia. 

 Bank Commonwealth dan Mastercard telah bekerja sama sepanjang tahun lalu untuk memberikan pemahaman keuangan yang baik bagi perempuan pengusaha Indonesia melalui WISE Masterclass yang telah menjangkau lebih dari 1.000 perempuan pengusaha Indonesia. Tak berhenti di situ, Bank Commonwealth dan Mastercard terus mewujudkan komitmen yang bisa memberikan dampak nyata dalam membantu perempuan pengusaha Indonesia dalam menumbuhkan bisnisnya melalui pendampingan secara digital menggunakan Platform MicroMentor.

 MicroMentor merupakan jaringan sosial atau platform mentoring yang dibentuk untuk menghubungkan para pengusaha, relawan pengusaha berpengalaman dan profesional berpengalaman dari berbagai industri untuk melakukan one-to-one mentoring dengan para pengusaha kecil dan menengah khususnya perempuan pengusaha di Indonesia. Dengan platform ini, para pengusaha kecil dan menengah di Indonesia bisa mendapatkan informasi maupun berkonsultasi dengan para pakar bisnis maupun keuangan yang berpengalaman  di mana saja dan kapan saja.

 Berdasarkan data Bank Indonesia, total Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tahun 2018 mencapai 57,83 juta dengan lebih dari 60% dikelola oleh perempuan, yang berarti jumlah pelaku UMKM perempuan di Indonesia mencapai 37 juta. Angka tersebut menunjukkan bahwa dari segi jumlah, perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk memberi kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian negara, khususnya melalui sektor UMKM. Di sisi lain, kontribusi perempuan pengusaha terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ternyata baru mencapai 9,1%, sedangkan sumbangan terhadap ekspor masih di bawah 5%. Dengan demikian masih terdapat ruang untuk mendorong peran perempuan dalam ekonomi.

 Penelitian International Finance Corporation (IFC) dan USAID tahun 2016 mengungkapkan bahwa para perempuan pengusaha Indonesia tertarik untuk mendapatkan informasi guna mendukung pengembangan bisnis. Selain itu, sebagian besar perempuan pengusaha merasa lemah dalam hal manajemen keuangan dan ingin mengambil manfaat dari pelatihan pengembangan kewirausahaan. Menurut penelitian The Canada-Indonesia Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project dan Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) tahun 2019, meskipun secara umum perempuan pengusaha Indonesia sangat tertarik untuk terus memperoleh informasi agar dapat mengembangkan bisnis mereka, namun mereka mempunyai beberapa penghalang yang cukup kompleks baik dari aspek sosiokultural, akses permodalan dan informasi, serta program pendampingan yang dapat membantu mereka secara menyeluruh.

 Melihat kondisi tersebut, Bank Commonwealth meyakini bahwa kontribusi para pelaku jasa keuangan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia terutama perempuan. Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Bank Commonwealth mengatakan, “Sejak tahun 2014, kami sudah memfokuskan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan kami untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan target perempuan pengusaha melalui program Women Investment Series (WISE). Pada tahun 2017, kami menggandeng Mastercard untuk bekerja sama dalam memperluas jangkauan dan penerima manfaat dari program WISE. Hari ini, melalui kolaborasi dengan Mercy Corps Indonesia, komitmen tersebut makin kami perkuat dengan diluncurkannya MicroMentor yang kami harapkan dapat membantu para perempuan pengusaha Indonesia untuk menumbuhkan bisnisnya secara nyata.”

Sementara itu menurut Mastercard Index of Women Entrepreneurs (MIWE) 2018, Indonesia menempati posisi ke-30 dari 57 negara dengan skor 62,4 pada tingkat peluang bagi perempuan untuk berwirausaha. Skor ini dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Menurut Indeks ini, perempuan di Indonesia menjalankan usahanya karena terdorong oleh kebutuhan ekonomi. Perempuan sama halnya dengan pria cenderung berwirausaha pada sektor informal yang tidak terlalu berbasis pada teknologi, berskala kecil dan dalam bentuk bekerja untuk diri sendiri.

 Safdar Khan, Division President Indonesia, Malaysia and Brunei, Mastercard mengungkapkan, “Berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di tanah air telah menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Mastercard untuk Indonesia. Mastercard sangat senang dapat bekerja sama dengan mitra yang memiliki visi yang sama seperti Bank Commonwealth dan Mercy Corps Indonesia, terutama untuk perempuan pengusaha di Indonesia. Mastercard berharap peluncuran MicroMentor ini akan semakin memperluas jangkauan program WISE serta meningkatkan pengetahuan perempuan pengusaha UMKM di Indonesia akan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam strategi bisnis, pengetahuan terhadap aset dan akses finansial, serta pertumbuhan lingkungan usaha.”

 Pencapaian Mercy Corps melalui MicroMentor secara global meyakinkan Bank Commonwealth dan Mastercard untuk menghadirkan platform ini di Indonesia guna memberdayakan perempuan pengusaha UMKM di tanah air. Di tingkat global, platform MicroMentor telah berhasil memberdayakan sebanyak 82% pengusaha yang mengikuti program mentoring untuk mempertahan bisnis mereka. Selain itu para pengusaha yang memperoleh mentoring melalui platform MicroMentor tersebut juga mampu meningkatkan penghasilan mereka sebesar 83%.

Di Indonesia, program MicroMentor yang baru diluncurkan hari ini ditargetkan dapat menjangkau 1.000 pengusaha sebagai mentees dan 200 wirausaha dan profesional berpengalaman sebagai mentor hingga akhir tahun 2019 dan diharapkan dapat terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya.

 Bagi para pengusaha khususnya perempuan pengusaha UMKM yang ingin mengembangkan bisnis mereka dan berminat mengikuti progam ini dapat mengunjungi situs id.micromentor.org untuk memperoleh informasi lebih lanjut.  

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil saat musnahkan komoditas Ilegal

Rabu, 17 Juli 2019 - 11:55 WIB

Barantan Gandeng Polri Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum

Jakarta - Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian menjalin kerjasama dengan Kepolisian. Kerjasama dalam bidang pengawasan dan penegakan hukum.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin, Putu Juli Ardika

Rabu, 17 Juli 2019 - 11:15 WIB

AMMDes Pengumpan Ambulans Jadi Pilot Project di Banten

Kementerian Perindustrian terus mendorong pemanfaatan pada Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) di seluruh daerah Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto

Rabu, 17 Juli 2019 - 10:40 WIB

Bikin SDM Industri Kompetitif, Kemenperin Susun Kurikulum Hingga Usul Insentif

Kementerian Perindustrian terus memacu ketersediaan dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sektor industri. Langkah strategis yang telah dilakukan, salah satunya adalah pelaksanaan pendidikan…

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)/ASDP Ira Puspadewi

Rabu, 17 Juli 2019 - 10:00 WIB

Sinergi Pengembangan Destinasi Pariwisata baru di Bakauheni, Lampung

Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoerdan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)/ASDP Ira…

Dirjen Bina Konstruksi selaku Ketua Komite K2 Syarif Burhanuddin

Rabu, 17 Juli 2019 - 08:55 WIB

Ini Hasil Evaluasi Komite Keselamatan Konstruksi Atas Peristiwa Runtuhnya Formwork Pierhead Tol BORR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) telah melakukan evaluasi atas…