Bedah Buku : Pendekatan Baru Perencanaan Pembangunan Daerah

Oleh : Hariyanto | Kamis, 20 Juni 2019 - 11:59 WIB

Bedah Buku : Pendekatan Baru Perencanaan Pembangunan Daerah
Bedah Buku : Pendekatan Baru Perencanaan Pembangunan Daerah

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pengabdian pada bangsa dan negara tidak di batasi oleh umur maupun pekerjaan. Adagium the old soldier never die melekat pada Dr. Widodo Sigit Pudjianto, SH., MH atau yang kerap di sapa „Pak Sigit”. 

"Kami mencintai Republik ini. Pekerjaan dan pelayanan dalam dunia pemerintahan boleh usai. Namun kecintaan untuk mengabdi pada nusa bangsa tak akan pernah pudar bahkan bertambah." kata Pak Sigit di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Hal ini yang mendorong penulis untuk mewariskan karyanya Buku Pendekatan Baru Perencanaan Pembangunan Daerah. Penulisan buku ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan sehingga jalan nya roda pemerintahan daerah bertambah baik dan sesuai dengan peraturan hukum yang ada.

"Buku yang hadir sebagai koreksi atas pelaksanaan perencanaan yang selama ini secara sistematis tidak sesuai, yang pada akhirnya akan menghasilkan program-program kerja yang tidak sinkron dan sesuai serta tidak berkesinambungan. Tidak terbatas pada mengkoreksi, tetapi buku ini juga menghadirkan pendekatan baru dalam perencanaan," katanya.

Demikian yang mengemuka dalam kegiatan Bedah Buku di Cafe Ruang Tengah, Sarinah, Kamis (20/6/2019) yang menhadirkan pembahas Dr. J. Kristiadi (CSIS) dan Dr. Robert Endi Jaweng (Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah) serta dipandu oleh moderator  Peri Farouk. Penilaian yang sama juga disampaikan oleh Dr. Hadi Prabowo, MM, selaku Sekretaris Jenderal Kemendagri yang hadir membuka kegiatan ini.

Dalam kesempatan yang sama beliau juga meluncurkan Law Firm WSP yang nantinya di harapkan dapat menjadi partner strategik bagi Pemerintah Daerah dan Investor dalam berinvestasi termasuk penyelesaian sengketa jika terjadi. Selain itu, lahirnya Law Firm ini juga didasari atas kegalauan penulis terhadap pemda yang seringkali “kalah” dalam sengketa perdata di pengadilan sehingga aset pemda menjadi semakin berkurang.

Dengan demikian diharapkan pemanfaatan dan pengelolaan aset daerah dapat terjadi sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku serta bagi pelaksana (ASN) dapat 
terlindungi dalam menjalankan tugasnya.

"Dalam jangka panjang jika ini dilakukan secara konsisten berdampak pada peningkatan investasi dan kesejahteraan masyarakat di daerah. Harapan yang mulia, untuk itu kami berharap dengan hadirnya buku-buku dan karya-karya selanjutnya sebagai salah satu bukti konstribusi nyata untuk NKRI." pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jababeka

Kamis, 18 Juli 2019 - 12:10 WIB

Jababeka Real Estate dan Tata Rapika Globalindo Optimis Dapat Peluang Bisnis di Manufacturing Surabaya

Jababeka Real Estate dan Tata Rapika Globalindo berharap dapat peluang bisnis saat hadir di Pameran Manufacturing Surabaya 2019.

Menteri Pariwisata Arief Yahya

Kamis, 18 Juli 2019 - 12:00 WIB

Menpar AY Pastikan Atraksi Wisata Indonesia Miliki Kualitas Terbaik

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memastikan atraksi wisata Indonesia dalam 100 Calender of Event (CoE) yang telah ditetapkan setiap tahunnya sudahmemiliki kualitas terbaik untuk ditawarkan…

Kawasan Industri Jababeka

Kamis, 18 Juli 2019 - 11:20 WIB

Acting in Concert Picu Perubahan Pengendalian KIJA

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai USD300 juta. Karena terjadi perubahan pengendali sebagaimana dimaksud dalam perjanjian terkait dengan notes yang…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Kamis, 18 Juli 2019 - 11:05 WIB

Lampaui Rata-rata Nasional, Realisasi Anggaran Kemenperin 2018 Capai 92,28%

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengoptimalkan alokasi anggaran bagi organisasinya dalam rangka mendorong pengembangan industri nasional.

Danau Matano, Sulawesi Selatan. (Foto: IST)

Kamis, 18 Juli 2019 - 11:00 WIB

Pemerintah Siapkan 10 Danau Dipersiapkan Sebagi Destinasi Pariwisata

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merevitalisasi 10 di antara 15 danau prioritas yang dikembangkan sebagai destinasi pariwisata alam di Indonesia.