Selama Ramadhan dan Libur Lebaran, OYO Catat Kenaikan Pesanan di Bandung Capai 540 Persen

Oleh : Ridwan | Kamis, 20 Juni 2019 - 10:30 WIB

OYO Hotels & Homes
OYO Hotels & Homes

INDUSTRY.co.id - Bandung - Sejak resmi beroperasi di Bandung pada Januari 2019, OYO Hotels & Homes, jaringan hotel terbesar ke-6 di dunia dengan pertumbuhan tercepat, berhasil mencatatkan prestasi yang luar biasa. 

Tercatat, selama Ramadan dan libur Lebaran 2019, OYO mengalami kenaikan pemesanan di Bandung mencapai 540% dibanding libur Natal dan Tahun Baru 2018.

Sebagai salah satu wilayah destinasi tujuan wisata favorit masyarakat Jabodetabek, Bandung menjadi 3 besar kota yang paling sering dipesan di Indonesia selain Jakarta dan Surabaya, dengan pemesanan terjadi sebanyak 44,000 kali selama Ramadan dan libur Lebaran 2019, dan rata-rata pemesanan terjadi setiap 1 menit. 

Tren pemesanan ini tetap berlanjut hingga musim libur Lebaran usai, bahkan hingga 2 pekan setelah Lebaran, secara nasional tingkat okupansi hotel-hotel OYO tetap menunjukkan angka yang menjanjikan.

Sejak diluncurkan Januari 2019, OYO, yang ketika awal peluncurannya di Bandung telah dipercaya oleh para pemilik properti di Bandung untuk mengoperasikan 15 hotel, dengan lebih dari 610 kamar eksklusif dan 40 OYOpreneurs (sebutan untuk pegawai OYO), kini telah mengembangkan jaringan kemitraannya di Bandung dengan lebih dari 40 hotel dan 1,522 kamar serta 90 OYOpreneurs per Mei 2019. 

Bahkan, mulai Maret 2019, jaringan OYO telah berekspansi di 7 kota lainnya di Jawa Barat seperti Sukabumi, Cianjur, Pangandaran, Pelabuhan Ratu, Cirebon, Garut, dan Tasikmalaya. Selain itu, 80% hotel OYO yang ada di wilayah Jawa Barat ini mendapat rating 8 ke atas di berbagai platform pemesanan hotel. Dengan kesuksesan ini, OYO siap menjadi salah satu jaringan hotel terdepan di Bandung dan Jawa Barat.

Bayu Seto, Region Head Java OYO Indonesia,mengatakan, kami membangun bisnis di Bandung dengan sangat memperhatikan nilai-nilai lokal. Memahami dinamika dan kultur masyarakat lokal menjadi sangat penting untuk memastikan layanan terbaik bagi para tamu dan mitra kami. 

"Kami bangga karena memiliki tim lokal di Bandung yang membuat kami semakin yakin dalam memahami pasar Bandung, mengidentifikasi masalah yang perlu dipecahkan, dan menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikannya," katanya di Bandung (19/6).

Dijelaskan Bayu, selain kekuatan kami dalam mengembangkan talenta lokal, ada dua pilar lain yang turut mendorong pertumbuhan pesat OYO di Bandung, yaitu kredibilitas yang telah terbukti dalam memastikan kepuasan tamu dan pemilik aset kami, serta komitmen untuk berinvestasi terhadap perbaikan infrastruktur. 

"Kami berinvestasi sebesar USD 100 juta khusus di pasar Indonesia. OYO menggunakan investasi tersebut guna terus meningkatkan kualitas aset di Indonesia, termasuk di kota Bandung dan Jawa Barat," ungkapnya.

Sebagai jaringan Hotel terbesar ke-6 di Dunia, OYO juga memiliki berbagai kategori akomodasi yang diciptakan khusus untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan. Di Bandung sendiri, terdapat beberapa kategori akomodasi OYO seperti OYO, Capital O, Flagship, dan Collection-O. 

Selain itu, secara nasional, OYO yang sudah hadir di lebih dari 52 kota di Indonesia dengan 550 hotel dan lebih dari 12.250 kamar, memperlihatkan kenaikan tren pemesanan kamar yang signifikan mencapai 406% selama Ramadan dan libur Lebaran 2019, dibandingkan libur Natal dan Tahun baru 2018. 

Untuk memesan akomodasi OYO pilihan mereka, para tamu mengandalkan aplikasi dari smartphone mereka, dengan total jumlah pemesanan yang dilakukan melalui aplikasi OYO di smartphone Android dan iPhone mencapai 270,230 kali pemesanan. Metode pemesanan ini jauh lebih populer ketimbang melalui portal desktop yang hanya mampu mencatat angka 914 kali pemesanan. 

Kemudahan dan kepraktisan dalam memesan akomodasi lewati aplikasi di smartphone ternyata memang membuat para calon tamu lebih senang menggunakannya daripada melalui portal desktop. 

Selain melalui Aplikasi OYO, pemesanan melalui Online Travel Agent (OTA) juga masih menjadi pilihan metode pemesanan favorit bagi para tamu, dengan pemesanan yang terjadi sebanyak 106,624 kali.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil saat musnahkan komoditas Ilegal

Rabu, 17 Juli 2019 - 11:55 WIB

Barantan Gandeng Polri Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum

Jakarta - Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian menjalin kerjasama dengan Kepolisian. Kerjasama dalam bidang pengawasan dan penegakan hukum.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin, Putu Juli Ardika

Rabu, 17 Juli 2019 - 11:15 WIB

AMMDes Pengumpan Ambulans Jadi Pilot Project di Banten

Kementerian Perindustrian terus mendorong pemanfaatan pada Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) di seluruh daerah Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto

Rabu, 17 Juli 2019 - 10:40 WIB

Bikin SDM Industri Kompetitif, Kemenperin Susun Kurikulum Hingga Usul Insentif

Kementerian Perindustrian terus memacu ketersediaan dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sektor industri. Langkah strategis yang telah dilakukan, salah satunya adalah pelaksanaan pendidikan…

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)/ASDP Ira Puspadewi

Rabu, 17 Juli 2019 - 10:00 WIB

Sinergi Pengembangan Destinasi Pariwisata baru di Bakauheni, Lampung

Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoerdan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)/ASDP Ira…

Dirjen Bina Konstruksi selaku Ketua Komite K2 Syarif Burhanuddin

Rabu, 17 Juli 2019 - 08:55 WIB

Ini Hasil Evaluasi Komite Keselamatan Konstruksi Atas Peristiwa Runtuhnya Formwork Pierhead Tol BORR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) telah melakukan evaluasi atas…