Musim Kemarau Berdampak Poduksi Beras Cianjur Turun

Oleh : Herry Barus | Selasa, 18 Juni 2019 - 03:51 WIB

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)
Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Cianjur- Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Cianjur, Jawa Barat, memprediksikan terjadinya penurunan produksi beras selama musim kemarau karena 20 persen lahan pertanian padi beralih ke palawija selama kemarau.

Kepala Dinas Pertanian Cianjur, Mamad Nano saat dihubungi Minggu (16/6/2019) , mengatakan luas lahan pertanian di Cianjur mencapat 66 ribu hektar dan luas tanam mencapai 90 ribu hektar.

Namun dari luas tanam tersebut, ungkap dia, hanya 41 ribu hektar yang dialiri irigasi teknis, sedangkan 20 ribu hektar lainnya mengandalkan kondisi alam terutama musim hujan.

"Kami memperkirakan dari luas lahan yang ada 20 persennya akan beralih ditanami palawija selama musim kemarau, terutama lahan yang bukan dialiri irigasi teknis," katanya.

Rata-rata lahan yang ditanami palawija tutur dia, berada di wilayah Cianjur selatan, sehingga dikhawatirkan tingkat produksi padi selama musim kemarau menurun.

"Prediksi cuaca ekstrem yang mengakibatkan kemarau panjang akan terjadi, meskipun harapan kami tidak terjadi. BMKG menyebutkan kemarau tahun ini tetap normal, semoga sesuai dengan harapan," katanya.

Ia menilai jika kemarau tetap normal dan masih ada turun hujan, produksi pertanian di wilayah tersebut tetap aman. Bahkan pihaknya sudah merencanakan upaya optimalisasi produksi pangan untuk mengejar target produksi selama setahun.

"Upaya tersebut seperti optimalisasi penanaman selama musim hujan dan memaksimalkan lahan yang masih bisa ditanami di musim kemarau. Sehingga kekurangan produksi di kemarau dapat ditutupi dengan peningkatan produksi di musim hujan," katanya.

Terlebih tambah dia, saat ini ada penambahan luas lahan dengan program pencetakan lahan sawah baru. Target optimis produksi pangan masih tetap aman hingga akhir tahun.

"Kami mengarahkan petani untuk menanam jenis padi yang tahan terhadap kondisi kemarau yang tidak membutuhkan banyak air untuk terus tumbuh. Sehingga pola pengairan dapat disiasati," katanya.(Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Karna Brata Lesmana (Kedua dari kanan), pengusaha asal Jakarta yang Mengaku Jadi Korban Pembatalan Sertifikat Lahan Miliknya

Selasa, 23 Juli 2019 - 23:03 WIB

Pengusaha Ini Membantah Pernyataan Yusril

Jakarta - Salah satu penyebab terjadinya masalah pertanahan di Indonesia adalah tak adanya kepastian hukum. Kerap terjadi dalam kasus sengketa lahan, klaim atas bukti kepemilikan yang sah. Jika…

200 anak panti asuhan merayakan Hari Anak Nasional dengan melakukan berbagai hal menarik di Haluun by Haluu.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:03 WIB

Keceriaan 200 Anak Panti Rayakan HAN di Baluun By Haluu World

Berbagai aktivitas seru seperti ber-selfie ria di Baluun Exhibition hingga bermain sambil berkenalan dengan teman baru.

Pariwisata di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (Foto Ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:00 WIB

Labuan Bajo NTT Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Premium

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa menjadi destinasi ekowisata yang berkelas atau destinasi pariwisata premium.

Mewakili Indonesia Wowbid Hadir di Konfrensi Teknologi Digital Rise 2019 di Hongkong

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:59 WIB

Mewakili Indonesia Wowbid Hadir di Konfrensi Teknologi Digital Rise 2019 di Hongkong

Sebuah konferensi besar di dunia yang didatangi para pelaku bisnis digital dan para startup, RISE 2019 diadakan selama tiga hari di Hong Kong Convention Centre pada tanggal 8 Juli 2019 hingga…

Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd, seorang Psikolog anak dan keluarga.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:50 WIB

Pentingnya Kembangkan Keterampilan Anak Saat SD

Keterampilan bersosialisasi, IQ, dan kreatifitas anak akan selesai di usia 12 tahun.